Tips IRT Nonton Drama Korea agar Tidak Kebablasan

Tips IRT Nonton Drama Korea agar Tidak Kebablasan

Drama Korea sudah jadi bagian dari keseharian banyak ibu rumah tangga (IRT) di Indonesia. Tak hanya sekadar hiburan, Drakor juga bentuk me time yang mudah diakses di tengah rutinitas rumah tangga yang dijalani. Banyak platform streaming yang menjadikan me time ini jadi makin praktis.

Alasan IRT jadi tren nonton drama Korea karena banyak cerita yang relate dengan cerita dramanya. Bahkan ada tema yang mengangkat seperti keluarga, perjuangan hidup, dan cinta yang hangat. Sungguh sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, visual dan emosi yang kuat sering diacak-acak di sini, hehe.

Mulai dari aktor tampan, sinematografi indah, dan alur yang menyentuh hati membuat sulit berhenti sebelum selesai atau bersambung ke episode berikutnya. Bahkan ada komunitas online yang aktif dan isinya kumpulan IRT dan sering berbagi rekomendasi drama terbaru.

Hanya saja masalah yang sering terdengar adalah IRT kebablasan sehingga ada pekerjaan utama di rumah tangga akhirnya terbengkalai. Inilah yang tanpa disadari menjadi pemicu hubungan antara suami dan istri, ibu dan anak menjadi sedikit terganggu.

Nah, supaya tidak terjadi (lagi) demikian, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

Jadwal Nonton Diatur

Tidak bisa mengandalkan nafsu dan keinginan pribadi sebab IRT sudah punya tanggung jawab yang berbeda dengan perempuan yang belum menikah. Pastikan jadwal nonton tidak mengganggu aktivitas anak-anak atau bahkan mereka terkontaminasi sebelum waktunya. Sebab, ada adegan yang tidak pantas dilihat anak-anak usia balita dan remaja. Meski kita sudah menjelaskan panjang lebar. Anak lebih mudah mencontoh.

Kalau saya pribadi sih menunggu anak-anak tidur dulu atau saat anak-anak sudah berangkat ke sekolah. Mengerjakan pekerjaan rumah sambil ditemani drama Korea itu tanpa terasa pekerjaan selesai.

Batasi Episode yang Ditonton

Jangan pernah maraton nonton karena ini adalah contoh yang buruk untuk anak-anak. Kalau saya pribadi meyakini itu karena lagi-lagi anak melihat kebiasaan orang tuanya dan menirunya dengan cepat. Tidak apa-apa merasakan penasaran supaya ada semangat untuk menonton episode berikutnya pada jadwal yang sudah kita buat.

Itulah mengapa ada yang lebih suka nonton film daripada drama Korea karena film itu durasinya jelas meski sedikit. 1-2 jam bisa selesai. Sama seperti blogger rafahlevi yang juga banyak me-review film karena memang bisa dengan cepat diutarakan insight yang diperoleh.

Kalau drama Korea sendiri biasanya 1 episode berkisar 1 jam dan setiap drama ada 12 hingga 16 episode. Bisa dibayangkan harus duduk berapa lama depan layar kaca jika dilakukan maraton. Bayangkan jika dihabiskan sekaligus. Sungguh bukan pemandangan alias contoh yang baik buat anak.

Nonton Genre yang Disukai Saja

Jangan paksakan untuk menonton semua drama Korea yang disajikan pada platform. Buka atau nonton yang memang kita tidak akan mendapatkan trigger untuk bersikap buruk setelah menonton atau malah menjadi melow berlebihan. Ingat, IRT punya tugas mulia yang harus diutamakan dari sekadar duduk depan layar menikmati pesona aktor drama maupun jalan cerita dari drama tersebut.

Sesekali Ganti ke Film Korea

Hmm… sebenarnya bukan paksaan tetapi jika memang sedang tidak ada drama yang cocok dengan genre kita, bisa cari dalam bentuk film. Biasanya ada film yang ceritanya tidak kalah seru meski memang durasinya singkat. Setelah nonton bisa menambah insight baru juga.

Kalau tidak ada film Korea yang asik untuk ditonton, bisa cari referensi di artikel salah satu teman blogger film Bandung yang seringkali mengulas tentang film. Bahkan ada juga drama Korea meski tidak sebanyak film yang sudah dia tonton. Terkadang memang kita butuh switch supaya tidak burn out juga dengan cerita drama Korea.

***

Well, nonton drama Korea untuk IRT itu sah-sah saja asalkan tahu batasan. Bahkan jika dikelola dengan baik, ini bisa jadi hiburan termurah yang bisa menghemat bujet jalan-jalan keluar meski memang IRT juga butuh itu. Makanya, drama Korea dijadikan me time yang sehat dan terkontrol sehingga tanggung jawab kita akan rumah tangga, suami dan anak-anak tetap bisa berjalan dengan baik.

Facebook
Twitter

Related Posts

30 Responses

  1. Bener banget mbaa soalnya klo dh liat series itu pasti jadinya penasaran kan sama endingnya gak cuma drakor sie series2 lain juga gitu..
    Kalo aku liat2 sitkon sie nonton seperlunya inget waktu kalo saking penasarannya aku kadang lagsg jump ke episode terakhiir hehe dan nanti setelahnya baru deh diliat lagi dari awal yang penting dh gak penasaran sama endinya cuma ingin tau jalan cerita lengkapnya..dan pastikan liat yg emang bener2 kita ingin jangan karena ikut2an saja klo nurutin rekomendasi bisa2 kita kehabisan waktu yaa hihihi

  2. Saya kebetulan jarang banget bahkan bisa dibilang tidak pernah nonton drama Korea
    Kalo baca sih mungkin ada
    Entah itu cerita Korea yg dialih bahasa atau kisah drama yg dibuat novel (atau sebaliknya dari novel ke drama)
    Tapi setuju kalau sebagai ibu rumah tangga sebaiknya mengatur waktu nonton supaya tidak bentrok atau ganggu kewajiban seperti mengerjakan pekerjaan di rumah atau melayani keluarga
    Nah dengan adanya tips dari Kak Rahmah semoga buibu tetap bisa nonton tapi gak lagi sampai lupa waktu ya….

  3. Duh duh kensidir banget akuuu, suka lupa waktu kalau ngedrakor apalagi marathon uppsss. Eh tapi aku dah kerjain kerjaan rumah lho. Biasanya aku belain ngerjain lebih pagi, beres, kelar semua, aku nonton xixixi 😛
    Bener bener nonton drakor jadi hiburan emak2, lebih murah ketimbang ngemol yekaaann. Lebih nyaman di hati juga ketimbang scroll2 sosmed yang isinya kabar2 keabsurdan pemerentah mulu wkwk 😀
    Healing emak2 paling nyaman lha. Paling langganan OTT. Tapi harganya juga lebih murah dari ngopi di luar kaaan 😀

  4. Drama Korea memang secandu itu, ya. Pernah diminta istri untuk menemani nonton. Pas diajak udahan, katanya nanggung ceritanya, mau marathon aja. Jelas saya larang, dong. Bisa bahaya kalau sampai lupa waktu gitu. Saya sih sepakat dengan Mbah Rahmah, mending belajar sabar saja, ya sambil nunggu episode selanjutnya

  5. Kalau aku tipikal yang suka maraton mbak Amma. Karena emang jarang banget nonton, dan biasanya kalau lagi burn out aja.

    Biasanya aku ambil waktu pas udh selesai beberes. Misal kayak sore sampai malam. Sisanya besok. Dan betul banget membagi waktu itu penting meski buat nonton drakor, biar tetep sehat juga.. ❣️

  6. Kalau udah nonton drama kesukaan, bakalan membuat orang lupa diri ya. Semisal lagi di rumah, bisa dah tuh bablasnya ga ngapa-ngapain. Coba kalau lagi di transum, beuuh, bisa gawat bablasnya kelewat halte/stasiun tujuan hehe

  7. Wah terima kasih tipsnya, ini sangat bermanfaat untuk mahmud pecinta drakor. Jujur saya tidak telalu suka nonton drakor, kisahnya terlalu romantis he…he…lebih suka yang horor atau misteri. Tapi tips ini bisa juga ya diterapkan untuk aktivitas lain? seperti mendengarkan musik, menghabiskan WL buku pilihan.

  8. Iya juga yaa..
    Selama tau kebutuhan dan keinginan, sebenernya manusia maah aman.. tapi kadang memang ada drakor yang bikin gak bisa berenti. Wkwkwk..
    Kudu sadari kalo ada kwajiban yang menunggu dan gak bisa ditunda. Jadi inget materi awal IP “Bunda Sayang” yaa..

  9. Wah bener nih kak Rahmah. Nonton drakor tuh ga usah FOMO. Mending nonton genre yang disuka. Syukur kalo ada filmnya, bukan dramanya. Jd emg cmn bs nonton 1-2 jam. Dibanding ngedrakor yg butuh waktu lbh lama utk menonton.

    Apalagi sebagai ibu rumah tangga yang banyak bgt tugasnya. Jgn sampe urusan rumah tangga ketunda hanya gara2 nonton drakor. Entar dimarahin suami gara masakannya blm mateng. Wkwk.

  10. Semua kembali pada pengendalian diri emang ya. Harus tahu mana yang prioritas dan enggak. Buat aku nonron drakor itu hiburan di tengah kesibukan. Jadi ya makin sibuk, makin sedikit waktu nontonnya. Beda sama jaman masih single dulu yang bisa maraton berepisode-episode setiap hari.

    Tapi kadang emang ada drakor yang seru banget sampe rasanya susah berhenti hahaha…

  11. itulah alasannya kenapa sampai sekarang saya gak pernah nonton film drakor apapaun barang sebiji sekalipun. Bahkan yang viral-viral pun, sudah berkali-kali saya lewatkan. Bukan karena apa-apa, soalnya saya kalau sudah nonton satu episode.. suka kebablasan, penasaran pengen nonton terus semua episodenya, heuheu. Niatnya ngisi waktu luang, eh.. malah jadinya maratonton. Kan ga baik ya 🙁

  12. Umur saya bahaya drakor ini bisa bikin masakan hangus karena terlalu fokus nonton tapi nggak apa-apa namanya ibu rumah tangga juga Butuh hiburan kan dan drakor ini adalah salah satu hiburan yang menyenangkan. hati-hati bentar lagi ada ancaman lain itu drama China dan juga drama AI yang nggak kalah serunya loh

  13. Hihi… Ini saya banget nih. Walaupun bukan sedang nonton Drakor atau apapun yg berbau Korea, tapi bener suka kebablasan kalau misal lagi suka dengan alasan bentar, lagi tanggung nih…
    Padahal kalau ingat waktu dan bisa memprioritaskan apa yang harus didahulukan gak bakalan yang namanya keteteran bakalan terjadi ya….

  14. terkadang kalau sudah drakor yang disukai susah sekali untuk beranjak dari tempat duduk, hingga terasa ada sesal yang terjadi kemudian. maka perlu kiranya ada manajemen waktu yang bisa mengatur kapan harus berhenti dan kapan saatnya lanjut

  15. Shiapppp! memang drakor tuh mengandung ratjoen.
    apalagi perpindahan antar-episode sengaja dibikin cliff hanger alias nggantung, jd bikin pemirsa penasaraaannn dah💕
    aku dah jarang ngedrakor.
    sekarang ngikutin “Let Me Teach You” doang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *