“Kak, aku mau ke Shanghai Park. Kapan hari lihat di TikTok bagus sekali di sana buat foto-foto.” Ucap adik saat baru saja tiba di hotel.
Saya yang mendengarnya tuh langsung berpikir harus naik GrabCar atau GoCar ke sana itu lumayan juga biayanya. Soalnya saya tinggal di daerah Surabaya Pusat sementara lokasi yang akan dituju adik ini jauh sekali, Surabaya Timur. Untungnya adik yang tidak ikut jalan-jalan ke Surabaya menelepon dan memberikan ide supaya cari mobil rentalan saja. Tujuannya tidak lain menghemat bujet kesana kemari karena memang mama, tante (adiknya mama) dan adik bungsu ke Surabaya untuk jalan-jalan keliling area Surabaya.
Hmm… beruntung karena masih mendapatkan mobil rental dengan driver yang super duper sabar dan lebih banyak diam. Sebenarnya sih tidak begitu suka dengan supir yang demikian tetapi mengingat mama cuma sebentar saja di Surabaya, diterima saja apa adanya, hehe.
Makan Dulu di Bebek Palupi
Bukan adik saya kalau jalan-jalan tidak cari makan dulu. Bebek Palupi jadi pilihan daripada harus jauh-jauh menyeberang ke Madura. Saya yang belum pernah makan bebek satu ini jadi excited karena seempuk itu bebeknya. Kalau beli di penjual dengan gerobaknya yang selalu mangkal di spot tertentu, pasti alot dan minyaknya mostly tengik.
Puas dengan bebek empuk dan sambal yang oke, barulah jalan ke area Surabaya Timur, yaitu Pakuwon City Mall. Waktu itu masih jam 12 siang dan terik matahari Surabaya begitu menyengat panasnya, akhirnya masuk mall dulu sebelum eksplor Park Shanghai lebih lama.
Mama Senang Pakai Hanfu dan Berpose
Kalau kalian pernah kenal dengan Putri Huan Zhu, pasti tahu ciri khas pakaian yang dikenakan. Nah, di area Park Shanghai ini ada penyewaan baju untuk kemudian berfoto sebanyak mungkin dengan durasi 45 menit.
Nah, paling menariknya, mama kan KTP luar Surabaya maka dapat potongan 50%. Baju yang disewa harusnya 500K bisa jadi 250K saja. Untung saja tahu jadi bisa prepare kalau ke sana lagi. Apalagi anak-anak saya juga mau tetapi ukurannya yang tidak ada. Di satu sisi bahagia, di sisi lain juga sedih karena harusnya mama bisa berfoto dengan ketiga cucunya menggunakan baju Hanfu tersebut.

Saya sangat berguna di sana karena punya sedikit kemampuan fotografi jadi mama sangat mempercayakan foto-fotonya diambil oleh saya, haha. Lumayan juga ada berapa puluh itu karena namanya bukan foto model jadi yaa ada kaku-kakunya gitu, hehe.
Pulang dari Park Shanghai, Mama Minta Es Krim
Hmm… pasti capek keliling di area Park Shanghai. Saya pun sangat lelah sebenarnya tetapi tidak mengapa karena mama senang. Target jalan kaki tercapai dan mama juga bisa menikmati Surabaya seperti keinginannya yang sudah lama. Akhirnya mama minta es krim jadul yang terkenal di Surabaya. Kubawa ke Zangrandi pastinya. Hmm… nyam-nyam. Anak saya yang belum pernah ke spot ini jadi tambah pengen mengulang lagi, haha.
Lalu, sambil makan es krim iseng tanya mama mau jalan-jalan ke mana lagi?
“Saya belum pernah ke Sumatera. Medan kayaknya bagus ya dikunjungi?!”
Saat mama bilang itu langsung deh ingat Travel Blogger Medan dan teman-teman yang suka nulis lainnya di sana. Sepertinya saya mau minta bantuan supaya nanti bisa infokan spot bagus untuk dikunjungi mama.
***
Well, kalau bukan mama yang datang mungkin saya masih akan berpikir untuk datang ke spot satu ini. Mumpung sebentar lagi liburan sekolah, sudah saatnya balik lagi ke Park Shanghai yang bersebalahan dengan Pakuwon City Mall Surabaya. Keluarga bisa melakukan banyak outdoor activity karena memang di setiap sudutnya dimodifikasi sedemikian rupa agar aktivitas outdoor jadi lebih nyaman.
Hmm… naik Bus Suroboyo ke area ini bisa banget lho. Mau? Ayo ayo… hehe.




