Surabaya memang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Keluarga saya yang berada di Pulau Sulawesi jika membahas Surabaya tuh selalu dengan nada berbinar. Pasalnya, mereka menganggap barang-barang di Surabaya lebih murah daripada di Makassar. Memang ada sih beberapa yang demikian, tetapi tidak semua.
Surabaya itu tempat belanja. Setidaknya stigma keluarga saya demikian. Makanya ketika saya hijrah ke kota yang dijuluki kota Pahlawan ini mereka bahagia dan sumringah. Pasalnya dianggap bisa setiap kali mereka butuh apa, aku bisa belikan dan kirim. Padahal ya ongkos kirim juga mahal, haha.
Saya selalu menjawab seperti ini, “Kalian datang aja ke sini sekalian jalan-jalan. Bawa oleh-oleh banyak sekalian kalau dianggap murah. Namanya oleh-oleh tentu harganya juga sudah dinaikkan pedagang karena orang-orang pasti beli, bukan?” Namun, bukan keluarga saya kalau tidak percaya karena memang jika dibandingkan dengan Makassar yaa memang lebih murah sih.
Ngomongin Surabaya, saya tuh selalu ajak keluarga ke Tunjungan kalau ada yang berkunjung. Bukan hanya dekat dari kontrakan tetapi juga sudah mencakup semua kebutuhan. Tempat bersejarah ada, cafe kekinian banyak bahkan tempat belanja oleh-oleh pun banyak tinggal pilih yang mana.
Banyak Heritage di Tunjungan
Jalan sepanjang Tunjungan tuh sudah terlihat kalau bangunannya banyak bangunan tua yang masih kokoh. Meski ada yang sudah dicat ulang tetapi semuanya juga masih dijaga keasliannya.
***
Well, aku senang sekali bisa tinggal di kontrakan yang dekat kalau mau ke daerah Tunjungan. Selain bisa menghibur diri ketika me time, juga bisa sambil melihat kembali jejak-jejak sejarah yang ada di sana. Hmm… seharian sepertinya belum cukup tuh. Coba deh yang pernah ke Tunjungan ada kenangan apa di sana?


