“Subhanallah, terik matahari di Surabaya jauh lebih panas dari Makassar ternyata.” Celotehku pada suami. Di awal-awal pernikahan ucapan itu selalu terdengar dari mulut saya.
Pasalnya, saya berpikir setelah merantau di Pulau Jawa alias Surabaya, bisa terhindar dari panasnya hidup di tanah kelahiran. Ternyata sama saja, bahkan rasanya jauh lebih panas, haha.
“Kalau saya yang ke Makassar malah lebih cepat gerah lho, Bun. Makanya selalu nyalain kipas angin di rumah mamamu.” Jawab suami pada saat itu.
Ya, begitulah memang kalau masih beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru memang akan ada saja celotehan yang muncul. Namun, karena harus ikut suami ke Surabaya, maka saya harus terbiasa dengan panasnya juga.
Makanya saat pindah, kebutuhan inilah paling utama yang kami beli karena kapasitas listrik belum cukup untuk pasang AC untuk dingin maksimal serumah. Benda satu ini tak sekadar untuk mendinginkan ruangan tetapi juga membantu sirkulasi udara berputar lebih baik sehingga kondisi ruangan jadi lebih adem.
Jadi, cara kerjanya tidak seperti AC yang bisa menurunkan suhu ruangan melainkan membuat sirkulasi udara cepat berganti sehingga perlu kejelian sebelum memilih dan membeli kipas.
Namun, kadang berpikir dengan kipas angin yang terkadang hanya sekadar berputar tanpa menjalankan fungsinya. Manfaat yang diharapkan memang sebaiknya membuat ruangan dan sekitarnya menjadi lebih adem sehingga yang berada di dalamnya juga lebih tenang dan nyaman. Apalagi cuaca sedang berada di musim kemarau.
Pilih yang Tak Sekadar Bisa Berputar
Terlihat sepele tetapi sangat menentukan kenyamanan sepanjang hari. Saya sendiri bisa merasakan memiliki tiga anak yang kulitnya sensitif dengan cuaca panas, ketika Surabaya sedang berada di kondisi suhu tinggi, mereka akan rewel sepanjang hari karena kulitnya menjadi kemerahan dan gatal.
Kalau digaruk akan makin menjadi sehingga memang perlu menghadirkan benda yang menghasilkan angin yang menjalankan fungsinya nyaris setiap hari. Sudah kapok asal beli karena ketahanannya pun perlu jadi acuan, tidak sekadar bisa berputar.
Punya Kipas Angin = Punya Kesadaran untuk Merawat
Beli bukan berarti pasang dan biarkan berputar sebagaimana kita mengharapkan kecepatan yang diinginkan. Bagi saya, membeli artinya membeli sebuah tanggung jawab untuk merawat benda tersebut agar tetap bisa bertahan sebagaimana garansi yang diberikan dari produsennya.
Jangan sampai cuma dipakai tetapi tidak dirawat. Tidak ada alasan tidak ada waktu. Makanya kalau sudah mulai tampak ada debu, anginnya sudah mulai tidak sekencang di awal pembelian, itu artinya harus segera dibersihkan. Jangan tunggu debu mengepul sampai menutup kawat-kawat jaring yang menjadi pengaman baling-baling kipas.

Selain itu, tidak menyalakan kipas dan mengarahkannya hanya ke satu arah saja. Perlu mengaktifkan mode osilasi sehingga seluruh ruangan yang anginnya mampu menjangkau titik-titik di rumah bisa sama rata. Sirkulasi udara juga semakin cepat berputar sehingga makin nyaman.
Apalagi kalau punya anak balita, pastikan saat menyalakan kipas, ventilasi udara juga berfungsi dengan baik. Jangan menyalakan kipas di ruangan tertutup tanpa ventilasi.
Berkenalan dan Setia dengan Kipas Angin Miyako
Excited banget saat tahu kalau artis idola emak-emak parenting menjadikan Miyako sebagai produk kesayangannya. Ya, Nikita Willy si ibu soft spoken ternyata punya kebutuhan yang sama akan kipas angin. Di rumah Nikita juga masih pakai kipas kok untuk menambahkan kesejukan di dalam rumah menemani aktivitasnya.

Miyako yang menjadi brand produk kesayangan Nikita Willy juga punya alasan di antaranya kualitasnya yang tahan lama karena terbukti awet, seperti almarhum kakek saya juga selalu mempercayakan brand Miyako yang terpasang di kamarnya. Selain itu, harganya juga tidak menguras banyak isi saldo rekening sehingga pemakaiannya juga irit karena tidak mudah rusak meski dipakai terus-menerus.
Makanya senang sekali bisa menghadirkan produk unggulan Miyako dan merasakan pengalaman menggunakan kipas di saat cuaca Surabaya lagi panas-panasnya.
***
Well, benda satu ini memang terlihat seperti benda yang mampu memberikan angin adem saat difungsikan sebagaimana prosedur kerjanya, tetapi percayalah rasa adem yang dihasilkan akan memberikan semangat bagi seorang ibu rumah tangga seperti saya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di rumah bersama keriuhan tiga orang anak, hehe.





6 Responses
Wahh embyuurrr, klo di Surabaya kipas angin nyala non stop!!
butuh produk yg paripurna.
supaya bisa menghalau hawa sumuk Suroboyo
Saya lebih milih pake Kipas Angin karena jelas yang pertama irit di masalah listriknya, dengan daya yang segitu2nya solusi mendinginkan ruangan cuma kipas angin pilihannya.
nah untuk kipas angin juga pilih yang merknya bener mbak, soalnya banyak kipas angin sekarang yang merknya abal – abal kayak di reumah mertua pake kipas yang asal murah, baru pake beberapa bulan udah copot besi ram pelindungnya.
miyako bagus mbak, awet kipas yang di kantor saya miyako, mantep
Surabaya hot hot sedap ya mbak, aku pun sama hampir tiap ruangan ada kipasnya kecuali kamar mandi dan dapur dan percaya ga masih ada kipas angin miyako lho, emang seawet itu sih mbak, sudah lama menemani kami melalui panasnya Surabaya
Beberapa kali ke Surabaya dan memang puanaaaas. Gak siang gak malam sumuk and kemringet. Memang kudu pakai kipas angin yaa. Jadi pengen beli kipas angin Miyako juga karena terbukti bikin rumah jadi sejuk.
Aku jadi malu nih, aku jarang merawat kias anginku di rumah, hihihi. Tapi emang bener sih, kipas angin itu harus dirawat agar lebih awet dan tahan lama. kalau kipas angin Miyako emang udh teruji tahan lama sih. Aku pake kipas angin Miyako udh lebih 5 tahun dan Masih awet aja.
Kipas angin di Surabaya sudah kayak kewajiban. Bahkan anak kos sekalipun wajib punya. Miyako ini kipas angin pertamaku sejak ngekos. Dan jadi andalan banget sampe sekarang, mau kipas angin, rice cooker, males pilah-pilih udahlah miyako aja. Jelas awetnya.