Keluarga, Ruang yang Selalu Punya Cerita

Keluarga, Ruang yang Selalu Punya Cerita – Duh, saya benar-benar baper saat memulai postingan ini. Entah kebetulan atau sudah rencana Tuhan, beberapa hari terakhir ini saya pun sedang rindu-serindunya dengan keluarga. Apalagi saya harus terbang ke kampung halaman (Makassar dan sekitarnya) pertengahan April demi ponakan yang melangsungkan hari bahagia.

Keluarga, Ruang yang Selalu Punya Cerita

Keluarga saya memang kini jauh terpisahkan laut dan daratan. Bahkan saya bukan tipe orang yang bisa bertemu keluarga sesuai keinginan. Banyak hal yang harus dipikirkan. Namun, saya sangat bangga bisa merasakan rindu pada mereka. Sosok istimewa yang biar bagaimanapun tidak akan pernah bisa dihapuskan pertaliannya. Sekalipun darah ini dicuci dengan sabun noda. Tetap saja mereka adalah orang-orang yang akan selalu bahagia menyambut kehadiran saya.

Memang, sebagian besar anggota keluarga lainnya sudah terpencar di mana-mana. Bahkan ada yang sedang mengadu nasib di ujung Indonesia Timur untuk masa depan yang penuh suka di dunia. Selalu mengingat bertemu meskipun hanya berjumpa singkat.

Kalau ditanya manfaat menjaga hubungan baik (silaturahim) dengan keluarga bagi saya:

  • Pertalian darah tidak akan sanggup menyakiti perasaan saudaranya sendiri
  • Argumen keluarga tentu menjadi kesepakatan bersama, sehingga jika kelak ada kesalahan, semuanya ditanggung bersama.
  • Selalu ada solusi di balik kesulitan pribadi, meskipun tak sepenuhnya diterima semua. Cukup yang sesuai dengan kondisi pribadi.
  • Semakin mempererat hubungan sehingga saling menyanyangi satu sama lain
  • Tempat berbagi dan memupuk pahala sebab keluarga lah orang terdekat yang lebih wajib dibantu.
  • Dan tentunya masih banyak yang lain

Kalau saya sendiri dengan kondisi saat bapak dan kakek saya meninggal 2010 lalu, anggota keluarga memang tidak lagi bisa kompak dengan kehadiran. Pasti ada yang absen. Memang sih rasanya sudah tidak seceria dulu. Saya pun masih sering melamun kata tante. Padahal saya hanya memikirkan seandainya anak saya bisa dilihat kakeknya.

Sangat terasa dari lebaran tahun 2010 hingga tahun sekarang. Pasti ada saja momen yang bagi saya ingin kembali seperti dulu.

Hey kamu, bagaimana cerita keluargamu?

Facebook
Twitter

Related Posts

2 Responses

  1. keluarga memang tidak ada gantinya di dunia ini, bahkan sangat dibutuhkan oleh siapapun dalam mengarungi lika-liku hidup ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *