Tentang Kisah Liburan bersama Anak

Tentang Kisah Liburan bersama Anak – Setiap keluarga di dunia ini membutuhkan liburan sebagai bentuk refreshing setelah menjalankan rutinitas harian. Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah perusahaan perjalanan pun menjamur dengan segala jenis promo yang menggiurkan. Bahkan ada yang memberi keringanan untuk bayar belakangan alias gesek credit card. Namun, apakah itu sebagai jaminan liburan yang menyenangkan? Kalau saya pribadi, belum tentu.

Tentang Kisah Liburan dan Proses Stimulasi

Belum lagi jika liburan tersebut harus membawa anggota keluarga yang usianya masih sangat muda. Yap, liburan bersama anak memang seringkali dibutuhkan oleh setiap orang tua, khususnya ibu. Bukan hanya untuk sekadar bersenang-senang tetapi lebih kepada mempererat hubungan antara ibu dan anak pada lingkungan di luar rumah plus dalam rangka melakukan stimulasi.

Apa bisa seperti itu? Tentu saja bisa dong!

Tetapi, seringkali kemudian kita, saya khususnya, terjebak dalam bingkai liburan yang identik dengan kemewahan bahkan destinasi liburan yang membuat orang ternganga. Kalau liburan masih di Indonesia saja ternyata ada yang menganggapnya “liburan kekunoan”. Karena “liburan kekinian” menurut sejumlah kepala yang sedikit berbeda dengan saya adalah liburan ke luar negeri. Bahkan sekarang anak-anak sudah lebih pintar melihat hal-hal yang menarik dengan melakukan perbandingan sendiri.

Well, memang itu kembali lagi pada kondisi masing-masing keluarga sih. Kalau memang ada dana, why not liburan ke Negara yang seringkali menarik perhatian dan tak terlupakan. Tetapi, bukan berarti kemudian melupakan lingkungan sekitar (baca: Indonesia) yang di dalam alamnya masih mengandung spot yang tidak kalah menarik dan menggiurkan daripada di luar negeri.

Nah, kalau saya ditanya soal spot liburan, maka jawaban saya sederhana. Saya senang mengajak Salfa, anak saya yang saat ini berusia 2 tahun 3 bulan, liburan ke spot yang belum pernah kami kunjungi. Tidak perlu jauh-jauh karena semuanya disesuaikan juga dengan budget yang ada. Spot dengan pemandangan atau sentuhan alamnya bagus, akan selalu menjadi pilihan untuk saya.

Mungkin ada yang bergumam kalau saya nggak bakalan mampu liburan ke luar negeri atau wilayah yang jauh dari Surabaya karena alasan budget. Hmm… argumen itu bisa jadi yes bisa juga no. Karena rezeki Tuhan selalu menjadi rahasia bagi keluarga kami. Salah satu contohnya adalah liburan saya bersama anak plus suami ke Bali contohnya. Bulan Juli 2016 lalu, saya akhirnya ke Bali tanpa planning sama sekali. Memutuskan sehari sebelum berangkat karena ternyata rezeki datang tiba-tiba. Betapa Tuhan memberi surprise rezeki untuk keluarga kami, bukan? Jadi, bisa saja besok saya berangkat ke Korea atau Jepang tanpa planning lagi. Who knows?!

Dan di antara semua liburan, maka kota Makassar dan Malang tahun 2015 lalu adalah spot liburan ceria bersama anak yang tak terlupakan. Yap, Makassar adalah tempat kembali alias kampung halaman yang tidak akan pernah tergantikan di hati. Seindah apapun kota Surabaya sebagai domisili saya saat ini, Makassar memiliki cerita tersendiri. Liburan ke kota Makassar selalu menyisakan cerita. Sedangkan Malang selalu menarik dengan wisata alamnya yang bejibun. Bahkan cuacanya sangat nyaman untuk menciptakan liburan ceria bersama anak.

Mengapa Makassar Menjadi Destinasi Liburan Menarik?

Hmm… inilah alasannya mengapa Makassar menjadi salah satu destinasi liburan menarik:

  • Surga Kuliner; saya bisa memperkenalkan beragam kuliner khas kota Daeng kepada Salfa, mulai dari jajanan sampai pada masakan khas yang sulit menemukannya di Surabaya. Apalagi Salfa terlihat sebagai anak yang picky eater, maka dengan memperlihatkan keragaman kuliner bisa memberikan rasa penasaran untuk mencoba.
  • Keluarga Besar; bertemu dengan sanak saudara dari segala penjuru garis keturunan memang bisa menjadi salah satu liburan ceria bersama anak. Mereka akan sangat senang menyambut apalagi jika baru bertemu setelah berbulan-bulan lamanya.
  • Banjir Tempat Wisata Alam; seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa liburan yang menarik bagi saya. Dan mengajak Salfa untuk melihat alam adalah salah satu bentuk usaha saya memberikan stimulasi di usia tumbuh kembangnya. Salfa bisa berlari, melihat hewan, bermain air, dan pastinya merasakan aroma alam

Bagaimana dengan Malang?

Kalau untuk kota satu ini, alasannya hanya satu. Temperatur di Kota Malang, tepatnya di Kota Batu tidak akan membuat gerah selama liburan. Apalagi Salfa paling nggak betah dengan cuaca panas. Pasti rewel maksimal deh kalau harus terjadi seperti itu.

Liburan ke Selecta

Sebagai ibu, memutuskan untuk liburan bersama anak benar-benar harus siap dengan segala printilan si Salfa, khususnya obat-obatan. Apalagi jika liburan yang sukai itu adalah destinasi alam. Saya harus benar-benar memastikan kalau Salfa bisa enjoy juga dengan kondisi yang baru dilihatnya. Meskipun pernah dalam perjalanan kami untuk liburan ke Malang, tubuh Salfa berada di angka 37.5 derajat Celsius. Dan saat itu saya sangat ceroboh karena benar-benar tidak memasukkan obat penurun demam di kotak obat yang selalu sedia di dalam tas. Sejak saat itu juga saya menyesal dan benar-benar berjanji untuk tidak melakukan kesalahan kedua kali.

Liburan ke Coban Rondo

Untungnya kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah Salfa memakai jaket dan saya berikan ASI hingga tertidur. Saat itu ASI memang menjadi penolong untuk usia Salfa yang masih di bawah 2 tahun. Namun, bukan berarti bahwa saya harus berhenti untuk berjaga-jaga untuk kondisi serupa di kemudian hari. Setidaknya menyiapkan obat penurun demam setiap saat, meskipun sedang berlibur. Bukan berarti bahwa saya berharap Salfa sakit saat liburan. Ish… nggak mau dong!

Air Terjun Coban Rondo

Ngomong-ngomong soal obat penurun demam, saya mendapatkan rekomendasi dari beberapa teman yang sudah lebih berpengalaman. Mereka lebih dahulu memiliki anak dengan segala kisahnya masing-masing. Dan soal obat penurun demam, Tempra menjadi jawaban kompak mereka.

Tempra Cepat Menurunkan Demam

Pastinya saya mencari tahu alasan Tempra Cepat Menurunkan Demam agar tidak ikut-ikutan, apalagi ini menyangkut soal kesehatan anak. Ternyata, adik ipar saya yang bekerja di BPOM Gorontalo pun mengakui bahwa Tempra memang pilihan tepat saat anak demam.

Adik saya pun menjelaskan bahwa Tempra direkomendasi sebagai obat penurun demam yang cepat dan bekerja langsung di pusat. Kandungan paracetamol yang ada di dalam Tempra sangat aman dikonsumsi oleh anak atau bayi sekalipun karena tidak menimbulkan iritasi lambung, sehingga dipercaya oleh ibu-ibu sebagai partner yang tepat. Wajar jika menjadi pilihan hingga turun-temurun karena kelebihan Tempra Cepat Menurunkan Demam.

Jika ada yang bertanya Tempra untuk anak usia berapa, maka ini saya berikan rincian produk Tempra:

Teliti Tempra Sebelum Mengkonsumsi

  • Kemasan Tempra; ada yang 30mL, 60 mL dan 100mL
  • Kandungan Paracetamol; setiap kemasan berisi 160 mg/5 mL Tempra sirup atau 80 mg/0.8 mL Tempra drop
  • Usia Anak; bisa dikonsumsi oleh bayi (0-1 tahun) dengan Tempra Drops; anak (2-8 tahun) dengan Tempra Sirup dan anak (8-12 tahun) dengan Tempra Forte.
  • Varian Tempra; usia 0-6 tahun tersedia dengan rasa anggur, sedangkan untuk usia 6-12 tahun tersedia dengan rasa jeruk

Jika liburan ceria bersama anak adalah sesuatu yang menjadi harapan, maka proses stimulasi pun akan bisa berjalan. Memastikan anak tidak terserang demam, cukup menyediakan Tempra yang dibuat oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia, Tbk. Dibawah pengawasan Taisho Pharmaceutical Co., Ltd, Jepang.  Dan dengan langkah ini, tidak aka nada kisah mengkhawatirkan saat liburan karena anak demam.

Yuk, bulan depan kita liburan lagi! Mau?

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.”

33 Responses to “Tentang Kisah Liburan bersama Anak”
  1. Opan says:
  2. Noe says:
  3. Siti Hairul says:
  4. Hasbi says:
  5. Ade Anita says:
  6. Inayah says:
  7. Sri rahayu says:
  8. Ria Rochma says:
  9. retno says:
  10. Vety Fakhrudin says:
  11. Hastira says:
  12. Nining says:
  13. Tatit says:
  14. Mbak Avy says:
  15. Beby says:
    • Widi Utami says:
  16. Susindra says:
  17. rinasusanti says:
  18. helni says:
  19. Alfa Kurnia says:
  20. Sri rahayu says:
  21. Lia says:
  22. cputriarty says:
  23. Istiadzah says:
  24. Purwasuka says:
  25. Rahmi says:
  26. Idah Ceris says:
  27. Wadiyo says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *