Hujan Penantian

Rintik tetap tak berhenti
Akupun seolah tak mengerti
Padahal ku selalu sadar diri
Hujanku tak pernah berlari
Walau hanya berlari-lari
Tetap saja ku tak memahami

 

Kucinta hujan
Layaknya ku ingin pegangan
Biarkan aku menangis sedu sedan
Hingga air mata tak terkenan
Rintikmu berganti kederasan
Semakin tak menentukan perasaan

 

Hujan…
Biarkan ku menangis dibalik titikmu
Agar tak akan pernah ada yang tahu
Tahu akan sakitku
Meskipun terkadang menjadi gagu
Bercampur menjadi ragu
Karena sungguh mencinta terlalu

 

Dibalik gemuruh dentingan titik hujan
Selalu ada harapan
Sampai semua enggan
Menyapa dengan senyuman

 

Jangan pernah tanya dimana hujan
Hanya mata angin yang akan menjawab
Kemana arah hati terjerembab
Oleh sebuah kepalsuan

 

Ketika hujan telah pergi
Kulambaikan sebuah puisi
Dimana semua kan tertuang misi
Aku tak pernah pergi
Selalu ada disini
Menanti dan terus menanti

 

hujan

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Facebook
Twitter

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *