Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar konsentrasi KOH sehingga diperoleh kitin yang maksimal dan untuk mengetahui rendemen kitin hasil isolasi dari limbah kepiting rajungan (Portunus pelagicus L) dengan variasi konsentrasi pelarut KOH 0,5 M, 1,0 M dan 1,5 M pada suhu pemanasan 75 0C dalam tahap deproteinasi selama 1 jam. Selanjutnya, dilakukan uji terhadap sifat fisika dan sifat kimia dari kitin hasil isolasi. Isolasi kitin dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap deproteinasi, demineralisasi dan dekolorisasi yang kemudian dilakukan uji kualitas kitin antara lain: kelarutan kitin, uji warna Van Wisselingh dan spektrum infra merah. Selanjutnya menghitung kadar air dan kadar abu kitin hasil isolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi KOH 0,5 M, 1,0 M dan 1,5 M diperoleh rendemen kitin masing-masing sebesar 21,99%, 21,78% dan 18,64%. Pada konsentrasi KOH 1,5 M diperoleh kitin yang maksimal terbukti pada uji sifat fisika dan sifat kimia dari kitin hasil isolasi antara lain; hasil uji warna Van Wisselingh positif kitin, Kelarutannya tidal larut dalam air, asam asetat glassial 33%, metanol dan alkohol 70%. Serbuk kitin hasil isolasi berwarna putih dan spekrum IRnya mirip dengan kitin standar.
Pengaruh Konsentrasi KOH Terhadap Rendemen Kitin Hasil Isolasi Dari Limbah Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus L)
Related Posts

Tips IRT Nonton Drama Korea agar Tidak Kebablasan
June 14, 2026

Sepenggal Cerita di Park Shanghai Surabaya
June 6, 2026

Bisnis Salad Sayur, Peluang Cuan IRT dari Rumah
May 27, 2026

Resiliensi Mental: Strategi Bertahan di Dunia Usaha
May 22, 2026

2 Responses
cowwry bkn coment…
mo tanya
bagaimana pengaruh fisika dan pengaruh kimia terhadap isolasi..???
maaf mbak mau tnya ada g jurnal2 at situs skripsi yang membahas KOH atau pengeruh KOH dalam perendaman. trimakasih sebelumnya