Meet Up Nasional KPI 2023 Surabaya, Iso Rek!

Meet Up Nasional Komunitas Postcrossing Indonesia Surabaya

Kemeriahaan Meet Up Nasional Komunitas Postcrossing Indonesia, selanjutnya KPI, di Solo tahun 2022 tidak kalah seru dengan tahun ini. Meski bukan lagi di kota Solo, sukses dan lancarnya kegiatan memberikan kesan tersendiri bagi siapa saja yang hadir.

Ya, Surabaya menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah 2018 pun sukses menggelar Meet Up Nasional KPI dengan peserta yang hadir dari Sabang sampai Merauke. Sejak saat itu saya makin ingin menjadi anggota dan kenal lebih banyak teman di KPI Surabaya.

Tahun ini meski peserta terjauh dari Kalimantan tetapi kebetulan ada studi di Surabaya, keseruannya masih membekas dan seolah ingin cepat segera tahun depan agar bisa meet up lagi meski bukan Surabaya pastinya.

Acara Lancar, Bawa Banyak Hadiah, Alhamdulillah 

Acara berlangsung tertib dan lancar. Kesigapan panitia memang terkendala karena hanya 4 orang yang benar-benar terjun, padahal sebenarnya anggotanya banyak. Pun di WAG Panitia ada 10 orang yang dianggap bisa bantu setidaknya bantu sebisanya. Harapan tinggallah harapan. Tidak sesuai dengan ekspektasi dan harus menerima dengan lapang dada.

Beruntung para jajaran admin KPI yang jauh-jauh datang ke Surabaya mau ikut membantu. Bahkan paling speechless, mereka mau ikut membuang sampah sesuai dengan lokasi yang ditunjukkan pihak venue. Ah, rasanya senyum dan bahagia kalian sudah cukup membasuh kekhawatiran kami.

Peserta pulang dengan kondisi pastinya kenyang karena ada makanan khas Jawa Timuran pun tetap ada air mineral karena sempat heran ada yang menyarankan tidak perlu air mineral, sudah ada Sinom. Kebayang acara dari pagi, makan snack sampai makan siang minumnya Sinom aja? Kalau yang bersangkutan sih mungkin bisa. Bagaimana dengan tamu lain yang baru pertama kali coba? Kan belum tentu bisa semua.

Meet Up Nasional Komunitas Postcrossing Indonesia Surabaya

Doorprize, Parcel Swap dan kemeriahan lainnya sangat menggambarkan acara ini sukses. Peserta dari Bali pun merasa bahwa akan mengusahakan ikut meet up tahun depan lagi karena ini adalah meet up-nya yang pertama. Untung saja acaranya berjalan baik dan banyak hadiah.

Pun ada tamu undangan yang membuat acara ini makin menambah sakralnya. Terima kasih bapak dan ibu yang sudah hadir. Saya jadi sangat terhormat sekali bisa membantu sebagai panitia sehingga bapak dan ibu hadir dan pulang tetap dalam kondisi bahagia.

Mbak Rizky Lestari (Kiki), Mbak Diah Purwitasari (Witha) dan Mbak Siti Suryani Latifah (Ifah), terima kasih sudah mau menerima saya sebagai tim meski dengan keunikan yang mungkin membuat kalian akhirnya tertawa bahkan bisa jadi mbatin dewe, haha. Apa pun tanggapan kalian tentang saya, bersyukur bisa bekerja sama kalian dengan bahagia meski yaa dunanges realitanya ‘kan? Haha.

Di Balik Acara Meriah, Ada Drama Pastinya 

Masuk sebagai anggota KPI Regional Surabaya itu memang nano-nano. Belajar memahami karakter orang-orang di dalamnya butuh jiwa yang besar meski terkadang pertahanan runtuh sehingga jari bisa tak tahan untuk mengetik tegas bahkan menangis karena tak mampu lagi berkata-kata karena saking memuncaknya keheranan.

Di antara sekian banyak anggota KPI Surabaya, cuma 4 yang benar-benar mengerahkan seluruh waktu dan tenagannya untuk memikirkan bagaimana acara sukses. Debat sana-sini pun terjadi. Bahkan Sie yang paling urgent di sebuah event ternyata pun angkat tangan dengan urusannya. Jadilah Sie Administrasi yang merangkap sana sini, Sie Acara yang memikirkan perlengkapan bahkan Ketua Panitia pun turun tangan langsung memikirkan semuanya dan tidak sedikit yang di-handle sendiri.

Saya yang paling merasakan drama itu ketika prosedur kedatangan peserta harus melalui isian form lalu diberi invoice dan setelah bayar, mereka akan menunggu informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan di hari H. Namun, kalimat-kalimat yang membuat heran sampai mengelus dada seperti:  Santai saja, tidak perlu kaku hingga saya diminta hormat kepada senior karena dianggap tidak memberikan izin ikut ke acara, benar-benar heran. Apakah karena senior sehingga bisa seenaknya datang tanpa konfirmasi? Bukankah harusnya senior yang memberi contoh ke juniornya harus bersikap seperti apa jika ada event besar seperti ini?

Ya, setiap komunitas di mana saya menjadi anggota, sesantai apa pun komunitasnya, tetap ada yang namanya prosedur. Masa iya sih kita punya hajatan lalu ada orang tidak diundang datang tetapi karena dia sudah berumur kemudian dibiarkan masuk menikmati acara tanpa konfirmasi kehadirannya terlebih dahulu?

Masih segelintir hal kecil yang menjadi drama sehingga Meet Up Nasional KPI Surabaya 2023 kemarin berjalan lancar dan sukses. Bahkan semua puas, belum lagi mereka merasa makanan berlimpah sehingga pulang dengan tangan bawa banyak hadiah dan perut juga kenyang. Namun, sayangnya yang memikirkan semua itu bukan Sie yang seharusnya.

Empati yang hilang entah kemana. Alasan sibuk kerja, ya ibu rumah tangga punya anak pun sibuk sebenarnya tetapi selalu dipandang tidak bekerja. Padahal setiap hari pun bekerja dari rumah tanpa meninggalkan anak-anak. Namun, lagi-lagi empati itu entah kemana. Padahal jumlah anggotanya tidak sedikit. Ah, benar-benar jika flashback ke belakang, semoga air mata dan keringat yang tumpah sebelum acara dijadikan Allah pahala karena membuat orang yang datang bahagia meski semua sangat sederhana. Itu saja.

Namun, memaksa orang bekerja tanpa upah memang sulit. Bahkan yang berupah sekali pun tidak mudah mengerahkan orang mau bekerja maksimal. Akhirnya pasrah dan berusaha mengakomodir apa yang bisa. Kurang tidur, anak-anak yang harusnya bermain dan belajar harus sedikit berbagi dengan kesibukan bunda mereka yang mengurus administrasi, venue bahkan konsumsi pun dilakoni karena tenaga yang mampu bekerja sudah tidak ada lagi.

***

Well, semoga tahun depan masih ada umur sehingga bisa ikut meet up dan bersenang-senang di kota selain Surabaya. Semoga next jadi pelajaran juga buat kota lainnya bahwa perlu menyatukan rasa, asa dan juga misi dalam mensukseskan event tahunan ini. Cukup drama terjadi pada saya, kota lain tidak perlu ikut merasakan hal yang sama.

Facebook
Twitter

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *