Warna-Warni Provider Internetku

Warna-Warni Provider Internetku – Wow, sudah masuk pekan ke-8 untuk Liga Blogger Indonesia rupanya. Sudah lewat dari setengah perjalanan. Saya sendiri sudah melihat kesempatan untuk masuk ke 10 besar sudah pupus sepertinya. Tetapi, saya tidak akan patah semangat untuk terus menjalankan kewajiban saya sebagai peserta.

Warna-Warni Provider Internetku

Nah, pekan ini diberi tema “internetku”. Tentu saja sudah banyak kata yang melayang-layang di alam pikiran. Apalagi hidup saya sejak 2008 memang tidak bisa dilepaskan dari internet. Meskipun pada awalnya internet hanya saya gunakan untuk ber-hahahihi dengan teman-teman baru di media sosial. Dan semakin berkembangnya teknologi serta dunia informasi serta tuntutan kehidupan, maka internet pun sudah menjadi kebutuhan primer.

Kalau ditanya provider yang saya gunakan, maka jawaban saya tidak akan satu. Memang sih dulu selalu setia dengan si putih-biru (sekarang sudah hijau-kuning), apalagi tahun 2011 saya mendapatkan modem gratis dengan logo si hijau-kuning tersebut karena menang lomba. Namun, perkembangan memang sangat pesat. Setiap provider berlomba-lomba untuk mengeluarkan senjata promosi agar masyarakat terpikat. Dan memang saya pun mengakui ada yang lebih hemat dibanding si putih-biru, yaitu si merah dengan maskot dan slogan “pintar”. Apalagi provider satu ini sangat mumpuni digunakan di desa tempat suami saya berasal (Kertosono).

Apakah saya sudah berhenti dan terus setia dengan provider satu itu? Jawaban jujur saya, tidak! Lagi-lagi saya harus mengalami kesulitan untuk online. Bahkan saya harus rela menunggu waktu tengah malam untuk sekedar mem-posting artikel saya di blog. Masih mending kalau si kecil sudah bobo anteng, kalau belum? Terpaksa deh nggak posting dalam sehari. Kalau sudah begitu, siap-siap galau visitor bakalan turun atau alexa makin gendut.

Lalu, provider apa yang bagus di Kertosono? Sementara jawaban saya adalah si kuning yang sudah berganti nama baru-baru ini. Bahkan warnanya pun sudah menjadi kuning-merah. Hanya saja di waktu siang-sore (dari jam 10 pagi sampai jam 4 sore) harus pasrah dengan lambatnya. Kalau sudah mengalami hal seperti itu, saya biasanya menghibur diri dengan bermain bersama anak atau menunggu mas pedagang bakso keliling lewat di depan rumah. Pengalihan yang sudah otomatis membuat berat badan jadi bertambah terus, haha…

Bagaimana jika saya ke warnet? Kalau yang satu ini sudah saya tinggalkan sejak sudah mempercayakan online dengan modem dan sejenisnya. Padahal ada banyak cerita soal warnet ketika saya masih kuliah di Makassar. Saat ini, saya hanya akan terpaksa ke warnet, ketika ada file penting yang harus segera dikirim sementara koneksi di rumah tidak berfungsi dengan baik. Dan itu pun jarang sekali terjadi, Alhamdulillah… Betapa tidak, warnet di lingkungan desa lumayan jauh. Tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki. Belum lagi saya harus membawa anak juga. Duh, mudah-mudahan kondisi seperti itu tidak menjadi cerita dalam hidup saya.

Kalau ditanya kuota internet yang saya pakai, inipun akan beragam. Tergantung dalam sebulan saya melakukan apa saja. Jika sedang sibuk karena menjalin kerjasama dengan agensi atau mendapat rezeki job di blog, biasanya 3 GB itu sangat tidak cukup. Makanya saya selalu ingin segera menetap di Surabaya bersama suami memasang provider telekomunikasi unlimited yang dibawahi oleh Telkom. Bahkan saya menyempatkan diri menonton film via youtube.

Bagaimana dengan kamu? Setia dengan provider apa?

25 Responses to “Warna-Warni Provider Internetku”
  1. tyas says:
  2. Jery says:
  3. Dini Febia says:
  4. Dini Febia says:
  5. Yoekaa says:
  6. Lidya says:
  7. rahmiaziza says:
  8. @Leon_Sps says:
  9. Mukhsin Pro says:
  10. Ahliah Citra says:
  11. Ria M Fasha says:
  12. rizalar says:
  13. adibriza.com says:
  14. Elisa says:
  15. Ririe Khayan says:
  16. Hamacaan says:
  17. wizam says:
  18. Ilmy says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *