Ulang Tahun dari Masa ke Masa

November. Bulan dalam penanggalan Masehi yang selalu kunantikan setiap waktu. Bulan dimana saya dilahirkan ke bumi ini. Tepatnya 18 November 1984 di sebuah kota yang tak jauh dari ibukota Sulawesi Selatan, Maros.

Menanti November tidak selalu menunggu sebuah perayaan pesta yang meriah dan menghabiskan jutaan rupiah. Bukan. Bukan itu sama sekali yang saya tunggu. Justru di bulan November, saya kembali belajar bagaimana menyikapi usia saya yang sudah berlalu dari detik ke detik berikutnya hingga sampai saat ini, saat nafas masih ada dan raga masih bisa beraktivitas dan berkarya.

Namun, tetap saja ada yang berbeda ketika memasuki November dari tahun ke tahun. Ada yang terasa biasa saja ada juga yang mengharuskan air mata mengalir karena merasa terharu dengan kebahagiaan yang bisa diraih saat itu.

Waktu Masih SMP Kelas III

Saya masih ingat saat itu, Mama dan beberapa guru yang mengajar di kelas saya ternyata merencanakan perayaan ulang tahun tanpa sepengetahuan saya. Teman-teman pun begitu. Mereka kompak mengerjai saya hingga akhirnya saya merasa sendiri tanpa teman. Paling jengkelnya, guru-guru yang biasanya ramah, berubah menjadi galak. Maka saya masuk duduk ke kelas menangis sendiri. Lebih kurang 2 jam seperti itu, saya kaget karena Mama datang dengan kue tart besar berukuran balok dengan namaku di atasnya. Teman-teman tepuk tangan mengikuti Mama dari belakang dan kemudian guru-guru yang tadinya galak datang memeluk saya satu persatu. Well, hari itu adalah pertama dan terakhir Mama merayakan ulang tahunku di sekolah.

Waktu Kerja di Sebuah Bimbingan Belajar

Kalau yang ini tidak kalah serunya. Waktu itu akan diadakan sebuah kompetisi dengan berbagai bidang pelajaran. Mulai dari bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Cerpen dan juga kompetisi lainnya. Sebagai tuan rumah penyelenggara, tentu harus mempersiapkan atraksi menarik. Nah, saat itu saya mendapat tugas melatih paduan suara dan drama musikal. Melatih bukan pekerjaan mudah, butuh ekstra sabar karena masih banyak yang tidak selaras, baik nada maupun gaya. Otomatis saat itu rasanya berat dan emosi sudah memuncak. Dalam latihan biasanya mereka mau mengikuti apa yang saya sampaikan agar penampilan mereka bagus. Bukannya didengar tetapi malah diterima dengan acuh tak acuh. Ada yang sambil ngobrol bahkan beberapa teman yang ditugaskan untuk membuat soal entah kenapa ikut mengganggu mereka. Bahkan ada yang sengaja mengajak mereka ngobrol sana-sini. Panas hati saya waktu itu. Mana lagi capek plus lapar, tetap saja harus melatih karena waktu pertunjukan sudah dekat. Karena sudah tidak tahan, saya pun marah dan mengatakan sudah capek melatih mereka dan berhenti sampai di situ. Saya pun ke lantai dua untuk menyendiri dan mencoba melampiaskan amarah dengan menangis. Eh, tidak tahunya, mereka kompak bernyanyi “Happy Birthday” dari bawah dan satu per satu naik ke lantai dua sambil mengucapkan selamat. Ada yang membawa kue dengan lilin dan ada juga yang membawa kado. Huaaahhhh… ternyata mereka cuma menunggu saya marah dan sengaja berbuat seperti itu karena moment ulang tahun saya. Setelah mak a wish dan meniup lilin, inginnya memakan kue ulang tahun tersebut. Tetapi, semua itu cuma keinginan semata, sebab tangan-tangan jahil sudah mulai memainkan krim mentega dari kue tersebut. Saling menorehkan ke wajah satu sama lain sambil lari-larian. Ah, rasanya seru saat itu. Ruangan latihan menjadi penuh mentega dan tidak terlepas di lantai dua yang memang menjadi tempat awal mereka melakukan hal tersebut. Sandiwara mereka berhasil membuat saya menangis di hari ulang tahun. Dendam? Oh, tentu tidak! Itulah bentuk sayang mereka pada saya 😀

Setelah Menikah

Menanti hari ulang tahun di saat kondisi sudah bersuami memang sedikit berbeda. Pasti mengharapkan orang terkasih memberikan hadiah spesial. Bahkan berharap diberikan barang berharga yang belum dimiliki. Namanya berharap dan ingin tentu saja ingin semuanya, bukan? Begitupun di hari ulang tahun. Tetapi, setelah menikah, saya jadi mengerti arti sebuah hari ulang tahun dari suami.

Hari itu, hari dimana sehari sebelum saya berulang tahun, tahun 2012 lalu. Gelagak suami masih saja seperti biasa. Saya malah bergumam dalam hati, “Hmmm, pasti ntar malam dikasih kejutan.” Saya pun santai menjalani detik demi detik di hari itu menanti jam 12 malam. Saya pun tidak menunjukkan kalau saya menanti kado. Berlagak biasa saja padahal dalam hati ngarep 😀

Walhasil, sampai jam 23.55 WIB masih tidak ada tanda-tanda. Saya pun dengan sedikit kecewa beranjak ke kasur dimana suami sudah tidur lebih dulu. Merebahkan tubuh berharap keesokan harinya mendapatkan hadiah dari suami. Saat mata sudah hendak dipejamkan, tiba-tiba suami langsung berbalik dan mengucapkan “Happy Birthday, sayang.” Ucapan disertai dengan kecupan seolah meruntuhkan segala keinginan saya. Ternyata suami memaknai hari jadi bukan untuk memberi ini dan itu. Membiasakan saya untuk senantiasa introspeksi diri di hari ulang tahun dan banyak-banyak istighfar.

Setelah kejadian romantis malam itu, hari ulang tahun saya kembali dikejutkan dengan hadirnya Grup Band Armada di salah satu counter KFC yang ada di Surabaya. Karena saya berulang tahun, personil Armada tidak keberatan diajak foto dan memberikan CD Albumnya yang sudah ditandatangani. Suami cuma bisa tersenyum melihat kegirangan saya. Maklum, Armada salah satu grup band yang saya sukai karena lirik lagunya “ngena banget” dengan kehidupan saya 😀

Ulang Tahun dari Masa ke Masa

Bersama Personil Armada

So, itu cerita ulang tahun saya. Biasa saja tetapi selalu menganggapnya tidak biasa agar tetap bersyukur.

Blog Empieee.net

Mengenai blog mbak Aryani Noviana Sari alias mbak eMpiiiie ini, berikut ada beberapa informasi yang bisa saya sampaikan. Mengenai tulisan, tentu semua orang memiliki selera dan style menulis masing-masing, bukan? Untuk itu, saya hanya menyorot pada beberapa hal berikut:

  • PageRank memang masih 0 tetapi tingkat kepopulerannya sudah cukup baik dengan bukti sebagai berikut:

Ulang Tahun dari Masa ke Masa

  • Selain itu, SEO Scroe yang sudah mencapai 38% menjadikan blog ini sudah bisa ikut bersaing dengan blog lainnya. Meskipun masih harus terus mengoptimalkan di serach engine.
  • Dari segi desain sangat memberikan informasi secara tidak langsung bahwa pemilik blog menyukai dolphin dan hal-hal yang berbau biru dan pink. Template yang girly memang cocok dengan karakter pemilik blog-nya.
  • Untuk masukan, sebaiknya wdiget-widget tidak terlalu penting yang berada di sidebar dihilangkan saja agar tidak membuat loading terlalu lama saat membuka blog empieee.net ini.
  • Overall, I just wanna say, keep blogging and happy birthday.

Ulang Tahun dari Masa ke Masa

“Artikel ini diikut sertakan dalam Giveaway My November

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
6 Responses to “Ulang Tahun dari Masa ke Masa”
  1. RedCarra says:
  2. Lidya says:
  3. empie says:
  4. gina says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *