Bedah Buku

Grand Launching Buku PULIH: Upaya Meraih Kesehatan Mental

Jantung berdegup kencang ketika telinga mendengar mental illness. Wajah seketika sembap karena air mata yang tak diundang tetapi terus mengalir deras. Kepala akhirnya sakit karena harus menampung potret masa lalu yang sudah lama berusaha untuk dihapus. Namun, semuanya bisa seketika terjadi tanpa diijinkan terlebih dahulu.

Seperti itulah yang terjadi saat mengikuti grand launching buku PULIH. Kalau kata suami saya, sejatinya saya belum benar-benar pulih. Ya, kondisi mental saya dirasakan suami sedikit ada yang berbeda karena beberapa kali didapatinya bantal basah karena istrinya habis menangis. Kalau dia tanya, jawaban saya selalu “I’m fine. It’s OK.”

Kesehatan Mental itu Apa?

Saat saya masih kurang wawasan, orang yang bermasalah dengan kesehatan mentalnya selalu diidentikkan dengan “gila”. Setidaknya seperti itu yang saya ingat dan didengungkan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat yang juga kurang wawasannya. Padahal, mental yang tidak sehat tidak selamanya itu “sakit jiwa” dan kemudian berperilaku tak menggunakan akalnya.

Kesehatan mental itu adalah ketika batin bearada dalam kondisi tenang dan tenteram, sehingga kita menjalani keseharian dengan baik dan menghormati orang lain. – Promkes Kemkes RI

Nah, dari pengertian di atas sudah bisa dipahami bahwa kesehatan mental ketika dalam kondisi sedang tidak baik, ujug-ujug bukan disebut dengan gila. Karena ada beberapa jenis kondisi kesehatan mental yang terganggu yaitu:

  • Stress
  • Gangguan Kecemasan
  • Depresi

Ketiga masalah kesehatan mental di atas pastinya juga memberikan efek, gejala dan cara penanganan yang berbeda. Untuk itu memang perlu diperhatikan kondisi mental kita saat ini. Trauma masa lalu bisa menjadi penyebab yang paling sering dijumpai. Masa lalu ini pun beragam, ada yang berasal dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dimana kita berdomisili.

Nah, beruntung karena selalu berada pada kondisi yang tepat untuk mengetahui lebih dalam mengenai kesehatan mental. Ibu-Ibu Doyan Nulis atau IIDN bekerja sama dengan Ruang Pulih mendampingi 25 penulis sehingga saya bisa ikut menikmati grand launching buku PULIH yang sukses membuat saya tersentuh sekaligus penasaran.

Pentingnya Meraih Kesehatan Mental

Kita pasti sering mendengar berita seseorang yang mengalami depresi lalu berakhir pada bunuh diri. Angka yang mengakhiri hidupnya dengan berbagai gaya bunuh diri pun semakin meningkat menurut informasi. Ada sekitar 1.800 kasus bunuh diri di Indonesia setiap tahunnya. Angka yang tidak sedikit dan bagaimanapun harus diputus rantainya.

Ya, salah satunya dengan memastikan kesehatan mental benar-benar terwujud. Selain itu, perlu sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental, khususnya bagi perempuan, karena makhluk Tuhan yang paling indah ini, rentan mengalami yang namanya gangguan kecemasan, stress dan juga depresi.

Bagi yang merasakan ada masalah dalam diri, sudah waktunya untuk berbenah dan mencari solusi. Sebab, permasalahan mental akibat trauma masa lalu bisa berdampak pada kehidupan masa kini dan masa depan. Sadar atau tidak, trauma masa lalu bisa menjadi “warisan” untuk generasi dan bisa bayangkan apa yang akan terjadi di masa depan dengan kondisi anak-anak yang tumbuh pada keluarga yang kesehatan mentalnya terganggu?

Mari kita bayangkan dan mencari solusi sesegera mungkin… 

Mandala Self-Love

Sebelum acara grand launching, seluruh peserta yang akan mengikutinya diperkenalkan dengan “Mandala Self-Love” di grup WhatsApp. Sebuah gambar yang berisikan pola bentuk hati yang kemudian kita diminta untuk mewarnainya dan ditampilkan pada saat grand launching via Zoom.

Bu Intan Maria Halim pun memberikan komando dan beberapa di antaranya menunjukkan hasil gambarnya dan menanti komentar Bu Intan. Saya yang masih bingung ketika itu mencoba menyelesaikan via digital karena di rumah belum bisa mencetak lembaran Mandala Self-Love tersebut.

mandala self love yang memberikan keseimbangan pada buku pulih

Makna apa yang bisa diambil dari Mandala Self-Love? Keep reading sampai akhir ya!

Meriahnya Grand Launching Buku PULIH

buku pulih sebuah buku dalam rangka kesehatan mental

Bisa dibayangkan nyaris 100 orang yang hadir di ruang Zoom untuk menyaksikan peluncuran buku PULIH yang dibuat oleh 25 penulis tergabung dalam komunitas IIDN, Ibu-Ibu Doyan Nulis. Bahkan founder IIDN yang sudah lama sekali saya tidak lihat, akhirnya hadir juga di acara ini dengan suaranya begitu khas plus semangatnya yang luar biasa.

Ya, teteh Indari Mastuti memang sosok perempuan inspiratif yang bagi IIDN adalah sebuah anugerah. Saya yang awalnya terjun dalam komunitas IIDN sejak di Makassar tahun 2011 ini pun terkena imbas semangat sehingga menulis menjadi aktivitas sehari-hari meskipun di rumah.

Dipandu oleh Host yang juga tak kalah semangat, Mba Lita Widi, acara pun mulai terasa semangatnya. Diawali speech dari Bu Ketua IIDN atau akrab disapa BuKetu, Widyanti Yuliandari, yang menceritakan bagaimana buku PULIH kemudian bisa sampai di tangan pembacanya. Tentu bukan hal mudah bahkan beliau harus berperang juga dengan pikirannya karena PULIH tidak lain adalah kumpulan kisah upaya bangkit meraih kesehatan mental dari masing-masing penulisnya.

narasumber grand launching buku pulih yang sangat mengesankan

Tidak hanya saya yang mengalami hal serupa, Mba Wid pun mengaku bahwa membaca tulisan para penulis buku PULIH seolah mentransfer energi juga kepada beliau. Bahkan Mba Wid mengaku harus bolak-balik meditasi sebagai upaya tetap stay mental health karena memang kisah penulis sangat luar biasa menurut beliau.

Jantung saya semakin tak karuan rasanya ketika kesempatan diberikan kepada Bu dr. Maria Rini I, Sp.KJ untuk memberikan sambutannya dalam grand launching buku PULIH ini. Diungkapkan dengan lembut, kata-kata yang intonasinya pas dan juga begitu nyaman didengar, membuat air mata saya terus berjatuhan tanpa saya sadari. Apalagi saat beliau mengatakan “Setiap Orang Berhak atas Kesehatan Jiwa Raga” dengan kecepatan pengucapan yang mudah dipahami.

Mengapa saya menangis? Karena saya seringkali menemukan jalan buntu untuk pulih dari kondisi ini. Kondisi apa? Innerchild yang sampai sekarang belum juga tuntas karena semakin diupayakan untuk meraih kesehatan mental, maka semakin membuat tubuh seolah remuk karena kelelahan menanggung semua beban dalam diri.

Lalu Bu Intan Maria Halim hadir dengan membawa Ruang Pulih yang dikelolanya selama ini. Ya, beliau adalah founder Ruang Pulih yang menyediakan konselor, pelatih, terapis hingga psikiater sebaai upaya mengembalikan siapa saja yang mendaftarkan diri untuk pulih di tempat ini. Konsep mencintai diri sendiri itu penting sehingga salah satu art therapy yang diperkenalkan adalah Mewarnai Gambar Mandala Self-Love. Dan dalam acara grand launching buku PULIH ini dijabarkan bahwa konsep mewarnai adalah salah satu bentuk mindfullness dan menjadikan emosi tertuang dalam warna yang kita pakai pada lembar Mandala Self-Love.

Jika saja tak ada batasan waktu, berbicara tentang PULIH memang tidak akan pernah ada habisnya. Namun, semua akan tetap kembali bagaimana diri menjadikannya media untuk benar-benar pulih dari kondisi mental yang tidak seharusnya.

Tentang Buku PULIH

buku pulih dan triana dewi sebagai salah satu penulisnya

Melihat cover buku ini berseliweran di timeline Facebook dan WhatsApp, saya pun bertanya kepada salah satu teman mengenai buku PULIH ini. Ternyata beliau salah satu penulisnya yang berkisah tentang bagaimana kondisinya pasca ditinggal suami. Saya percaya bahwa itu bukan hal mudah dijalani. Namun, keseharian beliau masih tetap bisa terlihat karena telah berupaya untuk tetap berjalan di muka bumi ini. Anak-anaknya menjadi mood booster sehingga mampu kuat dan mandiri.

Ya, beliau adalah Mba Triana Dewi yang belakangan sudah dikenal dengan sebutan TD. Kesehariannya sebagai guru bahasa Inggris dan juga blogger memang tak selamanya bisa terus hidup dengan PD. Ada kalanya percaya diri itu hilang ketika sebelah sayap tidak lagi ada. Seperti itu juga yang dirasakan oleh nyaris semua penulisnya.

Selain mba TD, 24 penulis lainnya juga mengisahkan upaya meraih kesehatan mental. Ada yang kisah pribadi, ada juga yang menuliskan kisah perjuangan orang lain untuk benar-benar sehat tak hanya fisik, tetapi juga mental. Jadi makin penasaran sekali saya mau baca bukunya dari ujung sampai pangkal.

Adapun deskripsi lengkap mengenai buku PULIH yang saya dapatkan dari salah satu penulisnya adalah sebagai berikut:

Judul : PULIH

Penulis : Innaistantia, dkk

Tebal : 292 halaman

Penerbit : Wonderland Publisher

Terbit : Agustus 2020

ISBN : 978-623-7841-76-0

Harga Pre Order : Rp 95.000,-

***

Well, dari grand launching buku PULIH saya kemudian tersadar bahwa semua orang memiliki masalah dan masa lalu. Namun tidak banyak yang mau bangkit karena bisa saja ada sakit yang terlalu. Justru kita yang paling memahami diri kita sendiri. Sudah pasti kita juga yang harus mengakhiri apa yang dimulai. Selamat mencoba untuk bangkit meraih kesehatan mental yang hilang tanpa kita sadari. Jangan lupa untuk membawa bekal cinta, ya cinta pada diri sendiri.

Leave a Reply

Instagram