Blogging Chemist-Kimia Cookies Event Kuliner Pangan

Ciptakan Momen Berharga dalam Melatih Motorik Si Kecil

Ciptakan Momen Berharga dalam Melatih Motorik Si Kecil– Siapa sih orang tua yang tidak bahagia jika melihat perkembangan anaknya menjadi lebih baik? Bahkan mungkin di usianya yang saat ini, ada perkembangan kemampuan yang boleh dibilang seharusnya berada di tahapan usia selanjutnya.

Ada yang menganggap bahwa anak yang tumbuh terlalu cepat itu tidak baik. Padahal tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana anak itu berada. Misalnya saja, ada anak usia 3 tahun yang kemampuan bahasanya sudah bagus, hal ini bukan berarti bahwa ada yang salah dengan si anak. Melainkan peran orang tua, lingkungan dan teknologi yang  memberikan pengaruhnya.

Jujur saja, anak saya tipe yang tidak bisa diam. Segala sesuatu ingin diketahui, dipegang bahkan pastinya ditanyakan apa ini, apa itu. Bisa dibayangkan jika dia di rumah, jika tidak diberikan aktivitas, maka saya sendiri yang akan lelah mengejarnya kesana kemari. Kalau sudah begitu, pekerjaan saya pasti banyak yang tertunda sementara di rumah tak ada ART.

Maka jadilah saya harus selalu punya inisiatif untuk memberikan kegiatan agar si kecil tetap bisa bergerak namun tetap bisa dikontrol, bahkan bisa melatih tumbuh kembang motorik kasar dan halusnya. Bagaimana saya menciptakan momen berharga dengan melatih motorik si kecil? Just check it out!

Momen si Kecil dengan Perkembangan Motorik Kasar

Usia anak saya yang masih 4,5 tahun memang terbilang menantang diri ini sebaga orang tuanya. Ada banyak indikator yang menjadi pegangan untuk melihat si anak ini tumbuh sesuai dengan usianya ataukah ada kelainan tertentu.

Beruntung karena kekhawatiran yang aneh-aneh tidak terjadi. Saya pun tidak ingin membandingkan anak saya dengan anak orang lain seusianya. Sebab otomatis beda anak, beda daya tangkapnya tentang segala sesuatu.

Bermain Sepeda

Seperti aktivitas satu ini, karena di rumah kami sempit dan tidak ada tempat untuk bermain sepeda, maka jadilah kami tidak membeli sepeda untuk sementara waktu. Tetapi, bukan berarti kami tidak memperkenalkannya.

Naik Sepeda Saat Berkunjung ke Rumah Adek Yusuf (Anak Teman Saya)

Ketika kami berada di rumah teman atau keluarga yang anaknya punya sepeda dan ingin berbagi bersama Salfa, saya pun memberikan ijin kepada si Salfa untuk bereksplorasi dengan sepeda tersebut. Dan bahagianya saat si kecil sudah mampu mengayuh sepeda meski tampak dengan usaha yang sangat maksimal.

Naik Turun Tangga

Melatih motorik kasar si kecil juga bisa dengan mengajaknya untuk naik atau turun tangga. Biasanya si kecil suka dengan tantangan seperti ini. Jika berhasil, pertanda perkembangan motorik si kecil  semakin baik. Seperti halnya saat saya ajak si kecil jalan-jalan ke Kampung Warna-Warni di sebuah kota di Jawa Timur.

Turun Tangga Sendiri Saat Berada di Jodipan, Malang

Tampak sekali si kecil sangat excited dan yang membuat saya kagum, dia bisa naik dan turun tangga tanpa minta dibantu. Padahal boleh dibilang saya punya rasa takut naik tangga karena memang ada fobia ketinggian. Tetapi, bagi si kecil yang kini menanti masa sekolah di tahun 2019 mendatang, sungguh menikmati. Saya pun hanya sibuk mengabadikan momen yang ada saat itu.

Susun Balok Kayu

Tak menyia-nyiakan kesempatan bermain, si kecil pun dengan suka cita memanfaatkan permainan yang saat itu ada di rumah salah satu teman saya. Ya, waktu itu saya meet up dengan teman di luar kota dan beliau punya anak kecil juga. Ada jenis permainan balok kayu di sana.

Setelah ijin agar bisa menggunakan permainan tersebut, si kecil akhirnya berekperimen sesuka hatinya dengan balok-balok kayu tersebut. Dan jadilan castle versi si kecil.

Membuat istana memang salah satu impian si kecil. Jika ditanya alasannya maka imajinasinya pun akan muncul:

“Salfa mau buat castle karena saya yang jadi princess-nya.”

Sesederhana itu jawaban anak-anak dan tentunya orang tua tetap harus membimbing agar imajinasinya juga tidak kebablasan.

Momen Si Kecil dengan Perkembangan Motorik Halus

Kalau untuk yang satu ini, saya sering mengajak anak untuk melakukan aktivitas seperti melipat, menggunting dan juga menulis. Namun, saya tidak pernah memaksa. Ketika mood si kecil sedang menanggapi antusias, maka saya pun melayani dengan menyiapkan medianya.

Membuat Cokelat 

Buat Cokelat Praline

Kalau aktivitas ini saya ajak si kecil ketika ada event playdate di komunitas yang mengajak anak untuk membuat cokelat. Saya mengikutkan si kecil karena melihat antusiasnya. Dan benar, saat kegiatan berlangsung sudah terlihat kalau si kecil seolah tidak sabar untuk langsung mencoba. Membuat cokelat ini melatih motorik halusnya untuk fokus dalam menuang adonan cokelat ke dalam cetakan.

Melipat

Saya mengajaknya untuk membuat pesawat terbang dari kertas. Meskipun hasil lipatan masih belum sempurna, tetapi setidaknya sudah mampu mengikuti langkah-langkah membuat pesawat.

Menggunting

Biasanya saya mengajak si kecil menggunting kertas yang sudah digambar dengan ragam bentuk, seperti potongan yang akan disatukan menjadi es krim atau bentuk lainnya yang sedang ingin dibuat.

Menulis

Menulis Kalimat: “Selamat Hari Ibu”

Saya mengajaknya mengikuti penulisan huruf yang sudah saya tulis dalam kalimat. Meskipun belum sempurna diikuti, setidaknya si kecil antusias dan seringkali meminta lagi dan lagi

Monde Boromon Cookies, Camilan Sehat untuk si Kecil

Beruntungnya hidup di zaman yang serba modern. Banyak produk yang dibuat untuk manfaat pada masyarakat, khususnya yang punya balita seperti saya. Monde Boromon Cookies jadi contoh konkretnya. Cookies yang berbentuk bulat lucu dan bergambar kartun lucu seperti balita. Dibuat untuk jadi pelengkap tumbuh kembang anak sebagai camilan sehat.

Kok sehat?

Ya, karena Monde Boromon Cookies ini dibuat khusus untuk balita sebagai media bantu dalam mengoptimalkan kecerdasan motorik si kecil. Komposisi Monde Boromon Cookies aman dikonsumsi karena:

  • Dibuat dengan tepung kentang
  • Bebas Gluten
  • Mengandung madu
  • Mengandung minyak ikan

Selain itu, orang tua tidak perlu khawatir karena Monde Boromon Cookies ini sudah terdaftar di BPOM dan sudah mengantongi sertifikat halal juga dari MUI. Sehingga tidak perlu ragu.

Tekstur Monde Boromon Cookies ini pun nyaman di mulut karena tidak perlu effort besar dari gigi si kecil untuk mengunyah. Mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan pastinya si kecil bisa mengeksplorasi rasa, bentuk dan tekstur.

Karena anak saya belum 5 tahun, maka camilan Monde Boromon Cookies ini masih masuk dalam daftar untuk dibeli saat belanja bulanan. Dan sebenarnya si kecil bertanya mengapa rasa cookies-nya tidak ada yang cokelat atau stroberi, haha. Maklum lah, anak sesuai anak saya sudah mengenal aneka flavor  dalam makanan, jadinya bertanya seperti itu.

***

Well… menciptakan momen pertumbuhan motorik si kecil adalah sesuatu yang membahagiakan lho. Jadi, sudah seberapa banyak momen yang sudah tercipta bersama anak?

20 Comments

  1. Reni Dwi Astuti Desember 24, 2018
  2. Laily Desember 24, 2018
  3. Diah Woro Susanti Desember 24, 2018
  4. Dian Restu Agustina Desember 24, 2018
  5. Reyne Raea (Rey) Desember 24, 2018
  6. Syarifani Mulyana Desember 25, 2018
  7. Bunda Erysha (yenisovia.com) Desember 25, 2018
  8. Rach Alida Desember 25, 2018
  9. Antin Aprianti Desember 25, 2018
  10. Aswinda Utari Desember 25, 2018
  11. Fenni Bungsu Desember 25, 2018
  12. Siti Faridah Desember 25, 2018
  13. Leyla Desember 26, 2018
  14. adeuny Desember 26, 2018
  15. Irra Desember 26, 2018
  16. Tika Samosir Desember 27, 2018
  17. Faradila Putri Desember 27, 2018
  18. Inka Paramita Desember 27, 2018
  19. Antung apriana Desember 29, 2018

Leave a Reply

Instagram