Blogging

5 Manfaat Memahami Pepatah “Sedia Payung Sebelum Hujan”

Tidak ada yang pernah isa mengantisipasi apa yang akan terjadi pada diri. Sekalipun sudah merencanakan hal luar biasa atau sederhana, tetap saja yang ada yang Maha Memutuskan hingga terjadi. Seberapa kuat pun mencoba untuk mencari cara agar dampak yang terjadi tidak kemana-mana, sekali lagi itu bukan ranah kita sebagai manusia yang penuh kelemahan diri. Namun, sedia payung sebelum hujan itu ada manfaatnya yang bisa diikuti.

1. Mental Lebih Siap dan Kuat

Tidak percaya? Saya sudah membuktikannya. Selama ini mungkin orang melihat saya suka menangis bahkan selalu kepikiran jika diperhadapkan masalah, kecil atau besar. Ketika sudah berupaya menyiapkan segala sesuatunya ketika memutuskan sesuatu, maka kekuatan mental itu tersulam pelan-pelan.

Bahkan saya sendiri merasakan bahwa air mata ini jadi lebih teratur untuk tumpah. Bisa menahan agar semua berjalan baik-baik saja dulu tanpa harus emosi. Mungkin jika tidak menerapkan sedia payung sebelum hujan, bisa jadi pingsan dan berbuat sesuatu berdasar emosi semakin memperlihatkan kebodohan.

Mental tetap terkontrol ketika sesuatu terjadi, baik atau buruk sekalipun.

2. Siap dengan Alternatif Lain

Jika menghadapi sebuah perjalanan kehidupan yang boleh dibilang tidak sesuai dengan harapan, maka kita sudah mempersiapkan langkah alternatif untuk menghadapi realita yang terjadi. Jangan sampai agenda terhalang hanya karena masalah yang seharusnya bisa kita atasi dengan solusi lain.

Jadi sangat wajar jika setelah memikirkan plan A maka tidak ada salahnya juga sudah menentukan plan B untuk digunakan pada situasi dan kondisi yang seharusnya. Biasanya ini paling banyak dilakukan ketika akan memulai investasi.

sedia payung sebelum hujan

3. Mencegah Penyesalan di Akhir

Seringkali kita dengar kalimat seperti ini:

“Kalau penyesalan memang datang di belakang. Kalau di depan namanya pendaftaran.”

Namun, penyesalan tidak akan membuat kita sakit hati jika selalu sedia payung sebelum hujan. Artinya, penyesalan memang sesuatu yang lumrah tetapi efeknya tidak akan berlangsung lama karena kita sudah membuat berbagai macam planning. Bukankah memang kita sebagai manusia hanya ditugaskan untuk berusaha? Selebihnya Tuhan yang mengatur.

Nah, apapun yang dilakukan dengan perencanaan matang tidak akan membuat penyesalan sebagai penghalang untuk bangkit dan mencoba lagi.

4. Menyadarkan Diri Tak Ada yang Abadi

Sebagaimana yang sudah saya tuliskan panjang lebar di atas bahwa segala sesuatu yang dilakukan sebagai upaya sedia payung sebelum hujan, sejatinya adalah untuk memahamkan diri bahwa di dunia ini semuanya sementara. Tak ada yang benar-benar abadi.

Apapun yang dimiliki bisa saja pergi dan hilang bahkan dirampas dengan paksa. Nah, dengan berupaya maksimal dalam hidup, pastinya semakin percaya bahwa semuanya sementara dan kelak akan diminta pertanggungjawabannya.

5. Mengingatkan agar Lebih Waspada

Memasang CCTV di rumah adalah salah satu contoh upaya untuk waspada dan mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Membentuk benteng keamanan diri maupun keluarga adalah salah satu ikhtiar kita sebagai manusia di bumi ini. Waspada bukan berarti tidak percaya melainkan sikap hati-hati untuk meminimalkan hal kuran baik terjadi.

Nah, ketika hal buruk terjadi maka kembalikan pada sang penentu setiap keadaan. Jangan sampai kemudian marah berlebihan yang jatuhnya akan merusak mental sendiri apalagi jika sudah mengganggu kesehatan. Hidup ini terlalu berharga untuk dianggap sebagai waktu yang biasa saja.

***

Well, sesederhana apapun rencana hidup yang dibuat, tetap meyakini bahwa ada Tuhan yang menentukan segalanya. Jika tak sesuai keinginan, maka kembali lagi bahwa selalu akan ada yang terbaik di balik hal yang menurut kita tidak baik. Tuhan tidak akan pernah memberikan apa yang kita inginkan, tetapi yang kita butuhkan. Sekecil apapun itu. Maka, tetap semangat dan selalu waspada.

Leave a Reply