Surat Kecil untuk Papa di Syurga aku hadirkan sebagai rasa rinduku yang teramat sangat dengan mendiang Papa. Sejak ditinggal pergi selama-lamanya  (tanggal 13 Oktober 2010), kehidupanku semakin menantang sikap kedewasaanku tanpamu, Papa.

Dear Papa…

Pa…
Apa kabar, Pa?
Masihkah Papa mengenalku?
Masihkah Papa merinduiku?

Pa…
Tidak lama lagi Ramadhan 1433 H tiba
Sudah dua Ramadhan Papa tak ada
Sudah dua tahun aku menguntai asa
Kelak Papa datang dan memelukku penuh cinta

Papa…
Entah surat ini sampai atau tidak di tanganmu
Tetapi aku yakin rindu dan doaku selalu memelukmu
Mengharap disana dirimu bahagia selalu
Tak pernah kekurangan doa dari anak-anakmu

Papa…
Tahun ini aku tidak lagi sendiri
Meski nyatanya aku tinggal sendiri
Sudah ada pria yang selalu mencintai
Meski kami harus terpisah sementara hingga kini

Papa…
Pria itu sama dengan sosokmu
Mencintaiku dengan segenap raganya
Selalu tersenyum ketika ku manja
Selalu menegur ketika ku keliru

Papa…
Jika aku mengenang kembali masa kecilku
Air mataku selalu jatuh tak menentu
Maafkan aku jika harus begitu

Semua kenangan kita begitu menyesakkan jiwaku
Ingin bertemu denganmu dan memelukmu
Erat hingga Papa tak menjauh lagi dariku

Papa…
Ijinkan aku mengecup keningmu lagi
Ijinkan aku bercerita lagi
Ijinkan aku berbincang bahasa asing denganmu lagi

Papa…
Aku sangat rindu dekapan ditemani senyum khasmu
Senyum yang tak pernah hilang dari ingatanku
Suara yang tak pernah hilang dari telingaku
Didikan yang tak pernah terlupakan olehku

Papa…
Maafkan aku lahir bathin yah Papa
Aku sayang Papa

Facebook
Twitter

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *