Pengalaman Mengikuti WikiPandu: WikiSource Mentorship

Di awali Sabtu 6 Juni 2026, saya terbilang terlambat mengetahui informasi zoom. Tsunami notifikasi di ponsel membuat Zoom nyaris terlewat seluruhnya. Beruntungnya masih mendapatkan waktu, meski memang agak kurang sreg kalau tidak mulai dari Waiting Room dulu. Ya, kebiasaan on time jadi ada yang ngeganjel kalau masuknya tidak dari awal banget.

Namun, itulah takdir Tuhan saat itu dan saya harus legowo menerima kondisinya dan tetap berusaha mengumpulkan konsentrasi agar fokus menyimak.

Kesan Pertama, Banyak Kosakata Baru

Jujurly, saya seperti berada di dunia antah berantah. Banyak istilah baru. Teman baru dan pastinya suasananya berbeda dari Zoom-Zoom yang pernah saya ikuti.

Pematerinya menggunakan kalimat-kalimat yang menurut saya baku sehingga menambah wawasa baru lagi soal kosakata yang baik dan benar. Contohnya saja, di WikiPandu ini saya jadi terbiasa dengan kata “pranala” yang selama ini dengan santainya mengucapkan “link”. Padahal kata bakunya sungguhlah amat sangat cantik mendengarnya.

Selain itu, ada Salindia. Selama ini bahkan sejak sekolah SMA dulu selalu bilang “power point” ternyata kata “salindia” adalah bentuk kata bakunya dalam bahasa Indonesia.

“Kamu kemana saja? Sudah lama kali itu kosakata…”

Awalnya mangkel ya mendengar omongan seperti ini, tetapi saya tidak peduli. Namanya orang baru belajar tentang dunia Wiki, dalam hal ini Wikisource, wajar banget kalau semuanya baru serba tahu. Kalau pun misal di awal sudah tahu sih, gak bakalan juga ngeledekin orang yang membuat orang tersebut bisa saja sakit hati, hehe.

Makin banyak ilmu tuh harusnya makin malu karena makin banyak yang tidak diketahui. Ye nggak?!

Jam Tidur Berkurang Demi Challenge! 

Melihat peserta yang begitu antusias, baik di tahap latihan bahkan challenge, saya makin tertantang untuk melakukan hal yang sama. Hmm… akhirnya saya harus mengurangi jam tidur untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan. Saya paling suka dengan tantangan Uji Baca karena memang melatih ketelitian bahkan harus sabar karena ada kalimat atau kata yang perlu dicek ulang penulisannya.

Paling seru karena bisa uji baca sebuah buku yang bercerita tentang romansa. Sebut saja judul bukunya, Selina. Ah, ternyata zaman dahulu buku sejenis novel sudah sangat kaya dengan imajinasi dan tata bahasa yang harusnya diketahui lebih luas. Tidak hanya romansa, ada juga horor. Jadi, bisa dibayangkan kalau pas baca uji baca buku ini di tengah malam, sendirian dan cuma ditemani suara kipas angin yang harus terus bergerak karena Surabaya lagi panas-panasnya.

Jam tidur kurang, menjalani hari sempat oleng tetapi itu bukan halangan. Keesokan harinya tetap saja begadang untuk menyelesaikan uji baca tersebut, hehe.

Usaha Tidak Mengkhianati Hasil

Kalau sudah berupaya dengan sungguh-sungguh, saya percaya hasilnya pasti sesuai. Senangnya karena di akhir penentuan, nama akun Ammachemist jadi juara Uji Baca juga akhirnya. Padahal peserta lainnya tidak kalah ganasnya, haha. Namun, saya terus saja menyelesaikan apa yang sudah dimulai sampai DL tantangan berakhir.

Pemenang Uji Baca

Aaah… alhamdulillah!

Setelah ini saya makin menantikan tantangan berikutnya, hehe. Itupun kalau fisik saya bisa diajak kerja sama dengan baik lagi seperti saat ini.

***

Well, sungguh sebuah keajaiban bisa menaklukkan rasa penasaran, rasa ingin tahu dan juga menerobos jam tidur malam yang seharusnya tidak boleh dilanggar sama dokter, haha. Namun, demi dua pekan yang berjibaku dengan uji baca bahkan wikidata, membuat saya merasakan manfaatnya juga.

Hey… WikiPandu berikutnya kapan nih? Beneran ketagihan…

Facebook
Twitter

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *