Bisnis yang diawali dari dapur kecil di rumah memang tampak terlihat mudah. Terkadang tanpa disadari rasa makanan meski menggunakan resep yang sama setiap kali membuatnya. Bagi anggota keluarga mungkin menganggapnya biasa karena yang dibutuhkan adalah rasa kenyang dan tenang.
Namun, rasa yang tidak konsisten seperti ini tentu karena seringkali menggunakan takaran “secukupnya” atau kira-kira sesuai perasaan karena menganggap sudah sering melakukannya. Padahal konsistensi takaran dalam menjalankan usaha dari dapur yaitu kuliner sangatlah penting diperhatikan.
Daftar bahan di dalam resep bukan sekadar tulisan tetapi seperti rumus yang harus dihitung dengan tepat. Ketika berlebih atau kurang di bagian tertentu, mau tidak mau pasti akan terasa bedanya makanan yang dikonsumsi.
Pentingnya Konsistensi Takaran Resep dalam Bisnis Kuliner
Berikut beberapa alasan konsistensi takaran resep itu sangat penting dalam keberlanjutan bisnis kuliner:
Kepuasan Pelanggan
Setiap pelanggan ketika membeli makanan atau minuman pastinya mengharapkan rasa yang enak. Ketika rasa itu sudah diterima dengan baik dan cocok, maka hal tersebut menjadi harapan berulang ketika melakukan pembelian kembali.
Ketika pelanggan puas, maka kepercayaannya akan timbul dan tentu loyalitas akan hadir bahkan bisa menjadi corong pemasaran secara tidak langsung. Tanpa diminta, pelanggan tersebut akan merekomendasikan apa yang kita jual ke orang-orang yang dikenalnya. Jika sudah demikian maka trust sudah dalam genggaman.
Bagi Pelaku Bisnis
Ketika konsisten dilakukan sebagai habit maka tentunya tidak ada lagi yang namanya pemborosan bahan karena sudah tertakar dengan teliti. Biaya produksi juga bisa dikendalikan sehingga mau tidak mau bisa mencatat perkiraan laba yang diperoleh dengan lebih akurat. Jika takaran masih sesuai perasaan, maka bisa dipastikan ada pengeluaran yang awalnya tidak terasa karena kecil tetapi lama-kelamaan menjadi besar karena terlalu sering diabaikan
Takaran Resep = Rumus, Bukan Ilmu Kira-Kira
Sudah jadi rahasia umum kalau sering kita mendengar pelaku bisnis kuliner menggunakan takaran “secukupnya” untuk mengolah bahan yang digunakan. Bahkan tidak jarang ada pelaku bisnis cuma pakai perasaan karena dianggap sudah jago dalam mengolah bahan-bahan yang ada ketika memasak. Jangankan punya resep, mencatat apa saja bahan yang digunakan umumnya tidak ada catatannya.
Nah, hal inilah yang harus kemudian diubah dan menganggap bahwa takaran resep seperti rumus formula Matematika yang ketika keliru, maka keliru semua hasilnya. Sebab, setiap gram bahan yang digunakan sangat menentukan hasil akhir.
Contoh kecilnya penggunaan garam, berlebih sekian gram saja, pasti akan terasa bedanya.
Cara Menghitung Takaran Resep agar Terukur dengan Baik
Pastinya di dalam perhitungan bahan seperti ini memang dianjurkan menggunakan timbangan yang akurat dan dihitung dalam gram. Bukan menggunakan takaran sendok, gelas atau media lainnya yang kebolehjadian takarannya tidak akurat dan teliti.
Selain itu, pelaku bisnis harus paham cara menghitung takaran resep dengan mencatat seluruh bahan secara detail tanpa terlewat satu pun. Sekecil apa pun bahannya, tetap harus ikut dalam catatan resep.
Setelah itu, baru bisa menentukan hasil produksi (berapa porsi yang dihasilkan dan setiap porsi beratnya seberapa). Jika merasa kesulitan, bisa menggunakan aplikasi produksi makanan dari Labamu karena manajemen produksi mulai dari bahan baku, pesanan bahkan laporan sudah jadi lengkap dalam satu aplikasi.
Dari Resep Dapur Rumahan ke Bisnis yang Lebih Besar
Awalnya memang akan terlihat bahagia karena banyak yang pesan tetapi disinilah tantangannya karena terkadang kesalahan bisa saja terjadi dalam hal pengolahan, penghitungan bahan bahkan proses menjaga kualitas sehingga keuntungan tetap stabil. saat produksi meningkat.
Jangan sampai terlena kemudian cara menghitung takaran resep dilakukan secara asal-asalan bahkan dengan akal-akal dengan harapan keuntungan besar.
Percayalah, ketika jujur dengan segala perhitungan atau takaran resep yang digunakan, maka pelanggan akan percaya dengan sendirinya juga.
***
Well, menjalankan usaha makanan yang awalnya dari dapur rumahan dan sukses tidak semata-mata hanya karena mengandalkan keahlian memasak. Memahami cara menghitung takaran resep dan konsisten akan hal tersebut menjadi fondasi bisnis yang pasti akan terus bisa berkembang. Jangan puas dan terus berinovasi, khususnya dalam mengembangkan resep yang ada. Dari evaluasi pasti akan memancing semangat kita untuk terus berupaya dalam menemukan rumus yang lebih paten.




