Blogging

My Favourite Quotes about Life and Friendship

My Favourite Quotes about Life and Friendship – Ketika ditanya soal quote yang di-favourite-kan, maka saya teringat dengan pepatah Bugis yang seringkali menyumbang traffic di blog ini. Sebuah motivasi mengenai kehidupan agar tidak terlena dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh.

Namun, kali ini saya ingin sharing mengenai quote yang seringkali terjadi dan membuat kehidupan ini jadi lebih mudah dijalani. Ya, quote of life memang selalu saya butuhkan apalagi di tengah pandemi seperti ini, keberadaannya bisa sedikit memicu adrenalin untuk terus berpikir positif dan berusaha mencari jalan akan masalah yang tengah dihadapi.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan…

Sebuah kalimat sederhana dan tidak begitu panjang tetapi kekuatannya mampu membuat orang-orang yakin bahwa apa saja yang terjadi di dunia ini tidak lain atas kehendakNya. Semua sudah memiliki kadar batasnya masing-masing. Siapa saja yang menghadapi sebuah kesulitan, apa pun jenisnya, Allah tidak pernah melihat hambaNya begitu saja tanpa dihamparkan solusi kemudahan. 

Hanya saja manusia terkadang, tanpa terkecuali saya, lupa dan terhanyut dalam perasaan bahwa setiap ujian itu terlalu menyiksa. Bahkan selalu mempertanyakan

“Mengapa harus aku ya Allah?”

Padahal quote ini itu juga firmanNya yang bisa ditemukan di QS. Al Insyirah ayat 5 dan ditegaskan lagi pada ayat 6. Lantas apa yang kita ragukan? Hmm… ini sih nunjuk ke diri sendiri sebenarnya karena masih selalu galau dengan godaan dunia yang sudah pasti sifatnya cuma sementara saja.

Tips Menjadi Lebih Sabar dengan Ujian atau Kesulitan

Bukan ingin menggurui sebenarnya tetapi setidaknya selama menjalani kehidupan yang sudah hampir 40 tahun dan sejak usia 20 tahun sudah mendapatkan berbagai kesulitan bahkan masih sering diuji sampai saat ini, berikut adalah hal yang bisa menguatkan saya:

Hidup Cuma Sementara

Ya, saya selalu berpegang dengan ini sehingga hati cepat ditata untuk tidak bersedih ketika kehilangan. Semua cuma titipan juga. Kelak akan diambil sama yang mengatur, sekuat apa pun diakui tetap saja tidak akan berubah bahwa Allah sang pemilik sesungguhnya. Jadi, sudah mulai terbiasa ketika kehilangan karena memang diberi (baca: dipinjamkan) cuma sementara waktu.

Pasti Ada Solusi

Orang lapar solusinya ya makan. Sesederhana itu alur berpikir yang bisa membuat hidup jadi lebih tenang. Bahkan baru-baru ini merasakan kesulitan di tengah PPDB SD yang berlangsung daring di Surabaya. Di saat sulit masuk ke zona kelurahan, eh Allah mudahkan lulus di zona kecamatan. Solusinya memang mencari peluang sekolah yang lebih besar. Hasilnya? Alhamdulillah sesuai harapan yang sempat terancam di zona kelurahan.

Dikasih Kesulitan dan Ujian karena Kita Mampu

Saya pun merasakan ini. Tidak mungkin Allah memberi tanpa memikirkan kemampuan hambaNya. Semua sudah ditakar. Pandangan orang saja yang memang membuat argumen bahwa yang dijalani sedang berat. Coba deh pikirkan lagi, ujian apa yang sampai kini tak mampu kita jalani? Nyaris tidak ada, kan?

Contoh sederhananya saya saat ditinggal bapak. Rasanya tuh seperti enggak bisa hidup lagi. Tempat saya menceritakan segala jenis permasalahan kehidupan bahkan menimba ilmu kehidupan pun dengan beliau, kini sudah tidak ada lagi. Nyaris tidak sanggup menatap masa depan selama lebih kurang sebulan sampai pada akhirnya diingatkan teman bahwa rezeki, jodoh dan maut itu bukan urusan manusia.

Sejak saat itu saya berani melangkah lagi…

Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran positif yang saya benamkan dalam pikiran dan hati bahwa semuanya mudah. Sugesti diri sendiri dan dari teman bahwa “Saya ditunjuk karena BISA” itu memang bekerja dengan baik selama ini.

favourite quotes

Lalu bagaimana dengan quote of friendship yang saya favoritkan? Hmm, pastinya sih ada. Ada satu yang paling nyess rasanya ketika baca dan membuat saya harus banyak berbenah menjadi lebih baik.

Seorang teman tidak bisa dianggap teman sebelum ia diuji dalam 3 kesempatan. Pada waktu dibutuhkan, di belakang dan setelah kematian kita

Quote panjang di atas ini datang dari Ali bin Abi Thalib. Maknanya sangat dalam dan memang akan terlihat siapa yang sebenarnya teman dengan ujian kesempatan yang diberikan kepada kita. Namun, ini tidak berarti bahwa harus menguji dulu ketika ada orang yang ingin berteman. Biarkan mengalir seperti apa adanya saja.

Namun, memang akan terlihat kesejatian teman lewat 3 perkara di atas, yaitu:

  • Saat dibutuhkan selalu ada atau mungkin menhindar dengan berbagai alasan
  • Di belakang kita selalu mendukung atau malah sibuk mengumbar aib-aib yang sudah kita tutup rapat
  • Saat kematian kita, teman tentunya bersedih dan selalu mendoakan tanpa diminta, bukan malah merasa lega dan bahagia karena kita sudah tak berada di alam yang sama

Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya sudah menjadi teman dengan jenis ini? Hoho… pastinya saya masih berusaha karena sejauh ini ada teman yang sudah meninggal dunia tetapi tidak pernah meminta bantuan apa-apa, justru sebaliknya, tidak ada hal yang bisa saya ungkap di belakangnya dan kini hanya berusaha mendoakan agar beliau tetap tenang dan dijauhkan siksa kubur.

Jika kemudian setelah membaca ini ada yang ingin berteman dengan saya, monggo. Kalau pun ada yang ingin sebaliknya, saya ingin mengucapkan maaf sebesarnya karena masih jauh dari kesempurnaan sebagai teman.

***

Well, tidak banyak yang bisa saya jelaskan sebenarnya karena semua tergantung sejauh mana orang merasakan motivasi dari setiap quote. Pastinya saya banyak belajar dari setiap quote di atas. Kalau pun masih belum sempurna proses belajarnya, yaa namanya manusia, butuh waktu untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

11 Comments

  1. Nining June 20, 2021
    • Chemist Rahmah June 20, 2021
  2. Ade Delina Putri June 22, 2021
  3. Faridilla Ainun June 23, 2021
  4. Rani R Tyas June 24, 2021
  5. maya rumi June 25, 2021
  6. Hidayah Sulistyowati June 27, 2021
  7. antung apriana June 29, 2021
  8. Rini Novita Sari June 29, 2021
  9. Fajar Fathurrahman June 29, 2021
  10. Mutia Nurul Rahmah June 30, 2021

Leave a Reply