Blogging Event Indonesia Info Jawa Timur Surabaya Wisata

Layanan Storage Tank Pelindo III dan Masa Depan Terminal Nilam

­Layanan Storage Tank Pelindo III dan Masa Depan Terminal Nilam – Warga awam seperti saya tentunya tidak akan pernah memahami dunia maritim jika tidak berusaha untuk mencari tahu pada orang dan tempat yang tepat. Seperti halnya dengan adanya pembangunan dan pembaharuan di wilayah Terminal Nilam-Mirah, pastinya bisa saya ketahui ketika datang langsung meskipun sebenarnya bisa saja membaca dari media cetak maupun elektronik.

Namun, berkunjung dan berinteraksi langsung dengan orang yang memiliki capability untuk menjelaskan apa yang ingin saya ketahui, pastinya akan sangat menyenangkan plus menambah wawasan. Dan seperti inilah pengalaman saya setelah mendapatkan banyak insight baru dengan pengalaman tak terlupakan.

Sekilas tentang Terminal Nilam

Jika berjalan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, maka akan ditemukan beberapa terminal, salah satunya adalah Terminal Nilam. Dipimpin oleh General Manager bernama Amirul Koesni, kemajuan terminal ini semakin pesat setahun belakangan.

Arus penumpang dan barang mengalami peningkatan yang signifikan. Arus penumpang sendiri naik dikarenakan adanya layanan dari PT. Pelindo III berupa mudik gratis yang dilaksanakan saat jelang Idul Fitri tahun 2018 lalu. Dan untuk arus barang meningkat dikarenakan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak pun ikut meningkat.

Hadirnya Tangki Timbun (Storage Tank) sebagai Layanan Baru Pelindo III

Storage Tank Terminal Nilam

Doc. Pri: Storage Tank Pelindo III di Terminal Nilam

Awal mula menginjakkan kaki di sini, saya sendiri bertanya, isi dari beberapa tangki besar dan menjulang tinggi di kawasan ini namanya apa dan berfungsi sebagai apa. Beruntung karena bisa langsung bertemu dengan Bapak Amirul Koesni dan staff-nya, Bapak Luffiya Al Fajri sehingga penjelasan tentang kawasan ini bisa saya dapatkan.

Pelindo III menghadirkan Storage Tank ini tidak lain sebagai upaya efisiensi bongkar-muat barang curah cair. Karena selama ini yang terjadi di pelabuhan, bongkar-muat menjadi salah satu aktivitas yang menyita banyak waktu. Apalagi kalau menunggu truk-truk besar (tanker trucks) yang berfungsi sebagai pembawa sekaligus penadah barang curah cair.

Doc. Pri: Bapak Amirul Koesni

Ada 6 jumlah tangki timbun yang ada di Terminal Nilam ini. 3 (tiga) tangki berkapasitas masing-masing 5.600 ton dan selebihnya 3.600 ton. Semenjak adanya storage tank yang menghemat waktu bongkar-muat hingga satu shift.

“Selama ini sistem kerjanya manual. Sejak adanya storage tank kinerja Terminal Nilam menjadi lebih meningkat dan efisiensi sebagai tujuan utama pun tercapai. Dan saat ini tangki timbun sudah digunakan dan pergantian kapal semakin lebih cepat. Dengan percepatan seperti ini, tadinya hanya bisa menangani sekitar 20 kapal, maka dengan storage tank ini bisa menambah kapal yang akan bongkar-muat lagi hingga 25-26 kapal. Pastinya memberikan keuntungan ke pihak Terminal Nilam dan Pelindo III,” Jelas Pak Amirul Koesni saat bertemu di samping storage tank Terminal Nilam 23 Oktober 2018 lalu.   

Senada dengan yang dikatakan Pak Amiroel, selaku Sub Koordinator Lapangan Tank Curah Terminal Nilam, Luffiya Al Fajri pun mengatakan bahwa dengan beroperasinya tangki timbun ini Pelindo III bisa menghemat dan menaikkan pendapatan.

Untuk sistem sewa tangki timbun ini sendiri tidak ada batasan waktu. Namun pihak Terminal Nilam sebagai anak perusahaan Pelindo III mengharapkan kerjasama yang panjang pastinya, misalnya minimal 1 tahun. Dengan satu tangki satu perusahaan. Karena kualitas produk setiap perusahaan itu berbeda, jadi tidak mungkin dilakukan pencampuran.

Penjelasan tentang Storage Tank

Doc. Pri: Penjelasan tentang Storage Tank

Tarif sewa setiap tangki dikenakan tarif fixed cost (didasarkan pada kapasitas tangki) dan variable cost (didasarkan pada manifest kapal).

Sedangkan untuk menjaga kualitas produk curah cair yang berada di dalam tangki saat disimpan ke dalammya, Pelindo III sudah menggandeng partner kerjasama untuk mengurus bidang ini, yaitu Sucofindo. Jadi, selalu dilakukan pengecekan kualitas dan tidak perlu diragukan lagi.

Dan sekadar informasi, setiap storage tank yang sudah selesai melakukan aktivitasnya (sudah kosong kembali), maka pihak Pelindo III dalam hal ini Terminal Nilam, harus langsung melakukan proses tank cleaning. Tidak boleh melakukan penimbunan produk curah cair lain jika tangki timbun belum dibersihkan secara menyeluruh. Dan kondisi ini selalu akan dicek oleh quality control dari pihak Terminal Nilam sendiri dan juga dari tenant yang bekerja sama pada saat itu. Apalagi jika produk curah cair yang menyewa storage tank ini memperhatikan food grade.  

Doc. Pri: Tampak Petugas Melihat Progress Penggunaan Storage Tank

Untuk uji coba storage tank ini sendiri sudah berjalan sejak 27 April 2018 ini dan kontrak pertama berjalan di bulan Mei 2018. Otomasi storage tank sudah dilakukan pertengahan Agustus 2018 dan perkiraan awal November/Desember 2018 mendatang, Terminal Nilam akan full mengurusi arus barang curah cair. Seluruh staf yang saat ini sedang melakukan pelatihan akan siap-siap bekerja dengan efisiensi dan peningkatan pendapatan Terminal Nilam, Surabaya.

Efisiensi dengan Adanya Storage Tank di Dermaga Terminal Nilam

Doc. Pri: Tampak Karyawan Memastikan Kinerja Tangki Timbun

Sebagaimana tujuan Pelindo III yang membangun storage tank untuk efisiensi, maka memang terjadi perubahan yang signifikan terhadap kinerja dan pendapatan. Tadinya pihak Terminal Nilam sibuk mengatur arus bolak-balik trucks ke pabrik di Rungkut, Surabaya menuju dermaga Terminal Nilam. Namun, saat ini justru Terminal Nilam yang menanti datangnya truck untuk mengangkut barang curah cair dalam tangki timbun.

Tadinya di dermaga Terminal Nilam, ada 3 pilihan bagi kapal untuk menyalurkan barang bawaannya, yaitu:

  • Langsung terubung ke tangki perusahaan kapal itu sendiri
  • Terhubung dengan truck loosing
  • Terhubung langsung ke tangki Pelindo III Terminal Nilam

Nah, dengan storage tank, maka pilihan di dermaga ke nantinya hanya ada dua, dimana truck loosing sudah di-off­-kan. Ya, hal ini untuk menekan jumlah truck loosing yang berada di dermaga dan mengganggu kinerja pelabuhan.

Doc. Pri: Suasana di Dermaga Terminal Nilam

Bisa dibayangkan bagaimana harapan kinerja storage tank bisa mengurangi waktu sandar kapal di pelabuhan. Tadinya bisa mencapai 44 jam bisa turun hingga 25 jam. Karena kecepatan bongkar curah cair naik menjadi rata-rata 120 ton/jam dari yang sebelumnya hanya 72 ton/jam. Selain itu, tadinya hanya bisa estimasi sekitar 20 kapal yang bersandar untuk bongkar curah cair, dengan layanan baru Pelindo III di Terminal Nilam berupa storage tank ini, bisa mendatangkan kapal estimasi hingga 35 kapal.

Doc. Pri: Menyusuri Dermaga Terminal Nilam

Layanan prasarana baru berupa storage tank dari Pelindo III yang terdapat di Terminal Nilam ini, benar-benar diharapkan mampu mengalami peningkatan arus bongkar-muat peti kemas dan curah cair di atas 16% (yang terjadi pada triwulan 2018) di tahun 2019 mendatang. Dengan begitu, Pelindo III sebagai salah satu BUMN terkemuka di Indonesia, bisa membantu perekonomian negara dan masyarakat, khususnya dalam bidang penyedia fasilitas jasa kepelabuhan yang memiliki peran atas keberlangsungan dan kelancaran angkutan laut.

***

Dokumentasi Pribadi Hasil Kunjungan ke Terminal Nilam

Mungkin ada yang ingin melihat bagaimana kondisi Terminal Nilam yang sudah memiliki storage tank untuk efisiensi logistik peti kemas dan curah cair sesuai yang saya tuliskan di atas. Berikut adalah video singkat yang sempat terekam dalam kamera saya:

14 Comments

  1. Yuniari Nukti Oktober 31, 2018
  2. kanianingsih November 2, 2018
  3. Yoanna Fayza November 2, 2018
  4. Khairiah November 3, 2018
  5. Wenny kumala Tendean November 4, 2018
  6. lendyagasshi November 4, 2018
  7. April Hamsa November 4, 2018
  8. Rotun DF November 4, 2018
  9. ophiziadah November 5, 2018
  10. Tian Lustiana November 5, 2018
  11. Nia K. Haryanto November 5, 2018
  12. Jeanette Agatha November 6, 2018
  13. ima satrianto November 12, 2018

Leave a Reply

Instagram