Blogging Event Info Reportase

Karnaval dengan Beragam Aksi Meriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia

Karnaval dengan Beragam Aksi Meriahkan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia – Tak terasa ya usia Indonesia merdeka sudah memasuki angka 73. Terlepas dari banyaknya asumsi, interpretasi bahkan sekadar opini tentang Indonesia yang katanya masih belum sepenuhnya merdeka, kali ini saya tidak ingin berpolemik dengan masalah itu.

Karena jika saya ditanya apa makna sejati dari sebuah kemerdekaan adalah ketika pikiran kita terbuka lebar dan tidak terkungkung oleh pikiran negatif yang pada dasarnya menghalangi kita berkarya. Jika sampai saat ini kita masih picik, memandang sesuatu dari sisi yang sama terus-menerus sehingga tak ada perbandingan untuk olah pikir, saya sudah bisa pastikan, kita belum merdeka sepenuhnya.

Sebenarnya, artikel ini isinya akan ringan kok. Karena saya tidak memiliki kapabilitas untuk berkoar-koar mengenai negeri ini. Toh saya sadar diri belum bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini selain berusaha menjadi pendidik anak-anak saya di rumah.

Back to the point…

Tanggal 17 Agustus rasanya memang tidak lengkap tanpa adanya kemeriahan di sejumlah daerah. Berbagai aktivitas yang memotivasi semangat heroik dan cinta tanah air pun semarak diselenggarakan. Dan di tempat saya tinggal saat ini, selalu saja ada kegiatan seru dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia. Salah satunya adalah karnaval antar RW dan RT di Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Malam Tirakatan

Tanggal diadakannya karnaval selalu jatuh pada tanggal 17 Agustus, yakni hari dimana upacara peringatan detik-detik proklamasi dikumandangkan. Dan malam sebelumnya, atau malam tanggal 16 Agustus, warga di sekitar rumah saya mengadakan tirakatan.

Aktivitas ini sangat erat kaitannya dengan Malam Gang Buntu Nasional karena memang hampir semua RT/RW melaksanakan malam tirakatan yang ditandai dengan aktivitas doa bersama. Warga berkumpul sesuai dengan posko RT/RW masing-masing untuk mengenang jasa pahlawan dan diikuti dengan nasehat kebangsaan oleh apparat desa. Dan bisa dipastikan jalanan berupa gang kecil akan tertutup dan kendaraan tidak akan bisa melintas. Jika sudah seperti ini, berada di rumah sejak setelah shalat Ashar adalah pilihan terbaik.

NB: Sayangnya foto saat tirakatan lupa dijepret sama suami, duh!

Karnaval Antar RT/RW

Hampir setiap tahun karnaval diadakan di RT/RW saya. Seluruh warga beramai-ramai menampilkan kostum terbaik yang kemudian akan diikutkan kontes kostum terbaik. Pun seluruh warga yang ikut berkesempatan untuk memenangkan doorprize yang dananya sudah menjadi iuran wajib para warga setiap jelang Agustus.

Mengusung Tema Cinta Lingkungan: Peserta Memakai Pakaian dari Kresek Bekas

Banyak yang memakai kostum menarik, unik bahkan ada saja yang memakai kostum berlawanan dengan kodratnya (seperti laki-laki berpakaian wanita). Lucunya, mereka pun bertingkah dengan semaksimal mungkin sehingga warga yang hadir menonton pun tertawa bahkan bersorak ramai.

Ada yang Bisa Menebak Perempuan Ini Naik Apa?

Tentang Foto-Foto yang Ada di Artike Ini

Foto yang ada di sini asli dari Camera Canon 1000D yang diambil menggunakan Auto Focus dan ISO 400. Untuk shutter speed, exposure dan focal length bermacam-macam karena disesuaikan dengan posisi objek saat saya mengambil gambarnya.

Ssst… ternyata memotret a la human interest itu masih perlu perjuangan dari saya untuk mencapai hasil maksimal.

The last but not least…

Ketika melihat foto di atas, tentu beragam interpretasi yang ada di kepala masing-masing kita akan berbeda. Pesan saya, cobalah untuk membaca fotonya dari sudut pandang berbeda. Kelak hal-hal negatif mungkin sedikit tertutupi oleh kedewasaan kita dalam menentukan sikap.

Dirgahayu Negeriku…

Jayalah Selalu…

3 Comments

  1. Imersa Agustus 21, 2018
  2. Liana Agustus 21, 2018
  3. biaya operasi tkr Agustus 21, 2018

Leave a Reply

Instagram