Kesehatan

Isi Galon Mudah Dipalsukan! Bumil dan Busui Jangan Anggap Remeh

Badan Pusat Statistik 2020 memberikan informasi bahwa ada 10.23% rumah tangga yang menggunakan air kemasan bermerek. Bahkan ada 29.10% rumah tangga yang menggunakan air galon. Ini pertanda bahwa keseharian rumah tangga tidak lepas dengan aktivitas mengkonsumsi AMDK atau Air Minum Dalam Kemasan.

Namun, tidak semua air minum dalam kemasan apa pun aman dikonsumsi. Sebagai konsumen harus bisa memahami laik tidaknya air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan abai dengan isi galon mudah dipalsukan yang dampaknya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika di dalam rumah ada ibu hamil atau ibu menyusui, maka pemenuhan kebutuhan akan air minum benar-benar harus diperhatikan dengan baik.

Pengalaman dengan Air Galon Tidak Laik Minum

Bicara soal air galon yang tidak laik minum, saya jadi flashback peristiwa 10 tahun lalu. Ya, waktu itu masa-masa awal pernikahan. Hidup di kontrakan sederhana dan struggling untuk tetap survive bertahan di kota besar tentu tidak mudah.

“Mas, rasa airnya kok tidak enak ya?”
“Kok bisa? Padahal beli di tempat yang sama. Harganya pun tetap sama seperti biasa.”
“Ini bukan air galon isi ulang ‘kan, Mas?”
“Bukanlah, Dik. Tuh, tutupnya beda dengan air galon isi ulang.”

Penasaran akhirnya saya mengecek ulang galon tersebut. Baru pertama kali saya minum air galon yang rasanya seperti tanah. Kaget bukan main saat memiringkan galon tersebut, di dalamnya ada lumut. Jumlahnya pun tidak sedikit dan sebagian melayang-layang di dalam galon bagian bawah.

“Maaas! Ini ada lumutnya. Ya Allah…”

Saya pun sontak berteriak ke suami dan mulai memikirkan setengah gelas yang sudah terminum. Suami langsung membuang isi galon palsu tersebut.

“Kok tahu palsu?”

Ini pertanyaan salah satu teman saat menceritakan kejadian tersebut. Saya jawab:

“Ya sudah pasti palsu. Kemasan galon secara kasat mata terlihat baik-baik saja. Pun dibeli di tempat penjual galon resmi yang sudah paham kalau galon tidak bisa langsung kontak dengan sinar matahari. Tanggal kedaluwarsa pun masih jauh. Suami saya yakin tutup galon palsu yang digunakan karena kalau asli, tidak mungkin dengan mudah bisa berlumut.”

Benar-benar kaget karena ternyata kasus isi galon mudah dipalsukan kami alami sendiri. Alhamdulillah setelah kejadian tersebut tidak ada keluhan berarti. Kami tidak bisa membayangkan kalau yang mengonsumsinya adalah anak-anak kami. Untung saja waktu itu masih awal pernikahan sehingga drama anak sakit atau sejenis karena isi galon palsu tidak terjadi. Peristiwa tersebut juga sebagai reminder bahwa bukan perkara sepele dalam memilih air galon untuk kebutuhan air sehari-hari.

Makin Selektif Konsumsi Air Galon Sejak Hamil dan Menyusui

Mengonsumsi air kemasan galon bagi ibu hamil dan menyusui memang dibolehkan. Namun, perlu memperhatikan beberapa hal dan sebisa mungkin mencegah mengkonsumsi air dari isi galon mudah dipalsukan. Salah satunya dengan memastikan isi dalam air galon memang jernih, tidak ada partikel yang melayang-layang di dalam air dan pastinya rasa air tidak ada perubahan sama sekali.

Air galon yang tidak jernih dan rasa sudah mengalami perubahan biasanya sudah pasti air galon palsu dan ini jika dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui bisa mengakibatkan infeksi bakteri E.coli.

Bakteri ini akan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi selaput otak bahkan paling parah bisa menyebabkan keguguran. Saya sendiri sudah mengalami yang namanya infeksi saluran kemih saat hamil anak ketiga (April 2022) sehingga harus berada di IGD 4 hari 3 malam.

isi galon mudah dipalsukan harus waspada

Menurut dokter, kualitas air yang dikonsumsi setiap hari perlu diperhatikan betul. Apalagi di rumah memang mengonsumsi air minum dalam kemasan yang tak hanya air kemasan botol tetapi juga air galon.

Ibu hamil dan menyusui tidak boleh menganggap sepele akan air minum yang dikonsumsi. Perlu selektif melihat kejernihan air, rasa dan bau air yang tidak mengalami perubahan sebagaimana air minum sehat seharusnya, jika mendapati kondisi tersebut pastinya tidak dikonsumsi. Bila perlu segera menyampaikannya ke pihak seller atau distributor tempat membeli galon tersebut agar ditindak lanjuti. Hal ini sebagai upaya pencegahan dikonsumsi banyak warga.

Belajar dari pengalaman mendapati air isi galon palsu wajar saya masih sesekali dihubungi tenaga medis yang merawat waktu itu untuk mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan diri dan waspada dengan air yang dikonsumsi setiap hari karena menyusui pasti membutuhkan asupan air minum lebih banyak.

Bahaya Mengonsumsi Air dengan Tutup Galon Palsu

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas bahwa mengonsumsi air minum dalam kemasan memang tidak terlepas dari efek samping yang ditimbulkan. Apalagi jika tutup galon palsu sehingga air yang di dalam kemasan sangat patut dicurigai bisa berbahaya karena:

Bagi Ibu Hamil

  • Bisa menimbulkan infeksi karena kontaminasi air bereaksi dengan bakteri E.coli yang ada di dalam tubuh
  • Keguguran bisa terjadi jika kondisi tubuh sudah tidak mampu bertahan dengan infeksi yang terjadi

Bagi Ibu Menyusui

  • Mempengaruhi kualitas ASI. Sungguh sangat disayangkan jika bayi mengonsumsi ASI dari ibu yang tidak memperhatikan kualitas makanan dan minumannya, khususnya air yang digunakan untuk minum
  • Produksi ASI tidak optimal karena air yang terdapat di dalam kemasan dengan tutup galon palsu tidak memberikan fungsi utama air minum yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh

Bagi Bayi dan Anak-Anak

  • Air dari galon yang palsu tentu bisa menghambat tumbuh kembang karena mengganggu sistem pencernaan dan organ tubuh dalam lainnya
  • Memberikan dampak pada kecerdasan otak karena air adalah kebutuhan utama dalam tubuh dan otak menjadi pusat segala kinerja organ tubuh.

Dan masih banyak lagi dampak bagi kesehatan jika mengonsumsi air minum yang tak laik.

Perhatikan Ciri Air Minum yang Sehat Dikonsumsi

bahaya isi galon mudah dipalsukan

Nah, supaya terhindar dari bahaya air minum dalam kemasan yang tidak laik konsumsi, perlu perhatikan ciri-cirinya sebagai berikut:

Tidak Berwarna

Bening dan jernih adalah ciri utama untuk melihat kualitas air yang sehat diminum. Meski memang secara kasat mata partikel yang terkandung di dalam air bening dan jernih tersebut tidak bisa dilihat dengan jelas karena perlu peralatan khusus di laboratorium. Namun, kejernihan atau beningnya air menjadi tanda bahwa air tersebut tidak mengandung zat berbahaya.

Tak Berasa

Maksudnya di sini memiliki rasa yang tawar karena tidak mengandung bahan pemanis atau zat perasa minuman lainnya. Jadi, meski disimpan beberapa waktu, rasa air tidak berubah.

Tak Berbau

Pastikan air minum yang dikonsumsi tidak memiliki aroma apa pun.

pH-nya Netral

pH di sini maksudnya adalah tingkat keasaman. Air yang laik dikonsumsi memiliki pH antara 6.5 hingga 7.5.

Tidak Mengandung Mikroorganisme Berbahaya

Bakteri sebagai makhluk mikroorganisme sebaiknya tidak terkandung di dalam air minum. Hal ini untuk mencegah gangguan pencernaan seperti diare. Jika ini dialami oleh ibu hamil atau menyusui pastinya akan berdampak pada kondisi janin dan bayi.

Gimana kalau galonnya asli, tutupnya asli tapi isinya dipertanyakan?

Banyaknya kasus di lapangan bahwa galonnya asli, tutup galonnya asli, tetapi isi galonnya entah asli atau tidak. Mengapa bisa begitu? Karena ternyata ada alat untuk membuka dan menutup galon tanpa cacat. Hmm, perlu hati-hati memang apalagi jika dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Ya, kondisi tersebut mengakibatkan konsumen mengalami kesulitan untuk membedakan keaslian, mana galon yang asli atau palsu, karena secara kasat mata “terlihat asli” dan segel tidak rusak sama sekali.

Masalah tersebut kemudian diberikan solusi oleh salah satu produsen air galon yaitu pelanggan harus mengecek kode galon di web resmi sesuai yang tertera di tutup galon dan di galon. Namun, kode tersebut biasanya kecil dan susah terbaca karena warnanya memudar. Bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Di samping itu, terdapat alat yang bisa membuka dan menutup galon, sehingga meski kodenya sama tetap tidak menjadi jaminan isinya benar-benar asli.

Untuk itu, sebagai konsumen harus benar-benar memastikan membeli galon yang tutupnya tersegel dengan benar. Selain itu, pilih galon yang kemasannya sudah bisa terlihat isi galon dengan jelas. Dengan begitu, keruh tidaknya air galon tidak tertutupi dengan kemasan galon. Hal ini juga mampu meyakinkan diri bahwa air yang dikonsumsi berasal dari air galon yang asli.

***
Well, isi galon mudah dipalsukan memang masalah penting yang perlu dicegah demi mencegah dampak buruk jangka pendek maupun jangka panjang. Jangan sampai ibu hamil dan menyusui menjadi korban dan menyesal seumur hidup hanya karena abai dengan keaslian air minum yang dikonsumsi setiap hari.

55 Comments

  1. Nurul Rahma October 17, 2022
  2. Nurul Sufitri October 17, 2022
  3. Indah Nuria Savitri October 18, 2022
  4. Ade UFi October 18, 2022
  5. Dian Restu Agustina October 19, 2022
  6. Tanti Amelia October 19, 2022
  7. Uniek Kaswarganti October 19, 2022
  8. Ucig October 19, 2022
  9. Lina W. Sasmita October 19, 2022
  10. lendyagassi October 19, 2022
  11. Ida Raihan October 19, 2022
  12. Firsty ukhti molyndi October 19, 2022
  13. HM Zwan October 19, 2022
  14. mamaayuutami October 19, 2022
  15. Dian October 19, 2022
  16. April Hamsa | Mom Blogger October 19, 2022
  17. Lisdha www.daily-wife.com October 20, 2022
  18. Dedew October 20, 2022
  19. Idah Ceris October 20, 2022
  20. Andy Hardiyanti October 20, 2022
  21. Mei Daema October 21, 2022
  22. Sugianto . October 21, 2022
  23. Sari October 22, 2022
  24. kania October 22, 2022
  25. Yuni Handono October 23, 2022
  26. Gusti yeni October 23, 2022
  27. Hendra Suhendra October 23, 2022
  28. Tami October 23, 2022
  29. Fenni Bungsu October 23, 2022
  30. Avizena Zen October 23, 2022
  31. hallowulandari October 23, 2022
  32. Yulia Rahmawati October 23, 2022
  33. Ainun October 23, 2022
  34. Eni Martini October 23, 2022
  35. Leyla Imtichanah October 23, 2022
  36. Nunung October 23, 2022
  37. Nunung October 23, 2022
  38. Dian October 23, 2022
    • atiqoh October 23, 2022
  39. Hikmah Khaerunnisa October 23, 2022
  40. Okti Li October 23, 2022
  41. Okti Li October 23, 2022
  42. Arni October 23, 2022
  43. Lina W. Sasmita October 23, 2022
  44. Munasyaroh October 23, 2022
  45. Ria Nugros October 23, 2022
  46. Gemaulani October 23, 2022
  47. Monica Anggen October 24, 2022
  48. Sylviana October 24, 2022
  49. Hanifa October 24, 2022
  50. Apura October 24, 2022
  51. Witri October 24, 2022
  52. Laily M octavia October 25, 2022
  53. Diah Alsa October 25, 2022
  54. Nita Juwithafina October 27, 2022

Leave a Reply