Tips

5 Solusi Menghadapi Motor yang Terendam Banjir

5 Solusi Menghadapi Motor yang Terendam Banjir –  Siapa sih yang tidak galau dengan datangnya banjir? Saya sendiri pernah merasakan kondisi seperti ini yang sungguh membuat tidak nyaman. Meskipun tidak seperti dahsyatnya banjir yang sedang menerjang beberapa titik di ibu kota yang terjadi 1 Januari 2020 lalu, muncul air dalam jumlah banyak sudah sangat membuat saya tidak bisa tidur karena memang airnya masuk ke titik di tempat yang saya pakai untuk tidur.

Galaunya lagi karena ada anak kecil, waktu itu masih dengan anak pertama karena anak kedua belum lahir dan belum ada tanda-tanda juga kalau bakalan punya anak kedua. Jadinya semalaman si kecil harus duduk dan tertidur di kursi. Setelah air surut, baru bisa tidur itupun di ujung-ujung kasur karena kondisi lantai masih belum kering sempurna. Maklum, kami tidak pakai dipan di dalam kontrakan yang tidak luas.

Namun, apa yang saya alami tidak akan sama dengan orang-orang yang mengalami seluruh harta bendanya hancur diterjang banjir. Karena menyelematkan diri masih jauh lebih penting daripada sekadar menyelamatkan harta benda yang semua hanyalah titipan. Bahkan nyawa pun sejatinya adalah titipan sehingga berusaha survive harus lebih tinggi semangatnya. Dan saya pun melihat di layar kaca bahwa banyak kendaraan bermotor yang hanyut dibawa banjir.

Nah, di sini saya mencoba memberikan setidaknya 5 solusi menghadapi motor yang terendam banjir. Kebetulan juga karena ada teman sesama bloger yang mengalami motornya terendam banjir. Untuk itu, mungkin informasi ini sangat penting dilakukan agar motor tetap bisa terpakai dan tidak dibuang begitu saja.

Berikut adalah solusinya:

1. Jangan Panik!

Seperti yang sudah saya ceritakan kalau saya pun pernah mengalami banjir. Panik adalah reaksi yang akan mengacaukan diri sendiri, setidaknya mengacaukan langkah yang akan diambil secepatnya. Memang sih panik pasti datang, tetapi segera terus mengingat Tuhan untuk diberikan ketenangan karena mau mencegah sekuat apapun kalau kehendakNya ingin terjadi maka terjadilah (kun fa yakun).

Jika diri tetap tenang, proses menyelamatkan diri minimal bisa dengan mudah dijalani.

2. Bersihkan Lumpur yang Menempel

Banjir yang datang biasanya menyisakan lumpur. Pastikan motor yang terendam, dibersihkan terlebih dahulu. Setidaknya siram menggunakan air dari selang supaya mudah. Karena semprotan air dari selang biasanya bisa menembus celah-celah sulit di bagian motor.

3. Buka Komponen Mesin untuk Dibersihkan

Motor yang terkena banjir atau sempat terendam air banjir, apalagi yang sudah seluruh bagian motor, tentunya perlu perhatian untuk kondisi mesin. Jika memungkinkan, sebaiknya mesin dibuka untuk dibersihkan. Komponen mesin seperti bak kopling, karburator dan lain-lainnya yang sudah dibuka dari motor segera direndam dengan bensin untuk mencegah terjadinya proses korosi.

Bingung atau tidak tahu membuka mesin motor? Tenang! Panggil saudara, bapak, om atau siapa saja di rumah yang memahami soal motor.

4. Pastikan Sudah Sedia Oli Motor Terbaik

Untuk apa menyediakan oli? Pastinya untuk menggantinya dengan oli motor terbaik yang masih dalam keadaan baru atau fresh karena bisa jadi kondisi oli saat banjir, sudah tercampur dengan kotoran dan air kotor. Maka selalu sedia oli motor terbaik untuk mengembalikan performa motor setelah terendam dengan banjir. Soal harga oli motor, pastikan selalu beli di tempat yang legal ya.

5. Bawa ke Bengkel Resmi

Jika keempat langkah di atas masih saja membuat bingung, tenang dan jangan panik. Segera bawa saja motor ke bengkel resmi yang di sana akan ada ahli yang akan menanganinya. Paling bagus jika motor masih dalam garansi, sehingga biaya perawatan motor pasca terkena banjir bisa meringankan.

***

Well… pastinya banjir bukanlah keinginan kita semua tetapi tidak dapat dicegah jika memang Tuhan sudah berkehendak. Apalagi jika mau berpikir secara sehat, banjir datang karena lingkungan sudah tidak lagi ramah untuk air menemukan tempat-tempatnya. Bayangkan saja di kota besar, sudah berapa banyak pohon yang ditebang, lahan yang dibangun bangunan yang seringkali luput dari tipe ramah lingkungan. Sehingga air pun jika mampu mengucapkan kalimat pasti akan mengatakan: “Kalian semua manusia mengambil hak tempatku, maka jangan salahkan saya jika kemudian saya menjadi bencana yang tidak lain dari ulah kalian sendiri.”

Ah, ngomongin banjir memang sensitif akhir-akhir ini karena musim pun berubah-ubah dan tidak ada yang mampu memprediksi dengan tepat. Jadi, tetap jaga lingkungan supaya lingkungan juga menjaga kita semua.

25 Comments

  1. Farida Pane Januari 9, 2020
  2. Inna Riana Januari 9, 2020
  3. Rani R Tyas Januari 10, 2020
  4. Nanik Nara Januari 10, 2020
  5. Adhe Albian Januari 10, 2020
  6. Uniek Kaswarganti Januari 10, 2020
  7. Widyanti Yuliandari Januari 10, 2020
  8. Mugniar Januari 10, 2020
  9. Rachmanita Januari 11, 2020
  10. Dedew Januari 11, 2020
  11. Dedew Januari 11, 2020
  12. Lina W. Sasmita Januari 11, 2020
  13. Keke Naima Januari 11, 2020
  14. Nia Nastiti Januari 11, 2020
  15. Suciarti Wahyuningtyas Januari 11, 2020
  16. Lidya Januari 11, 2020
  17. Echaimutenan Januari 11, 2020
  18. diane Januari 11, 2020
  19. Utie adnu Januari 11, 2020
  20. Ade UFi Januari 12, 2020
  21. Liswanti Januari 12, 2020
  22. Hanifa Januari 12, 2020
  23. Sapti nurul hidayati Januari 13, 2020
  24. Alid Abdul Januari 15, 2020
  25. Afifah Nurul Haq Januari 16, 2020

Leave a Reply

Instagram