Sosok Kartini yang Sesungguhnya

Selamat Hari Kartini. Kalimat yang terdengar di pagi buta saat mata baru terjaga dari tidur yang tidak begitu nyenyak. Beberapa isi SMS, Broadcast BB serta status-status di Facebook juga ramai mengucapkan hal yang sama. Yah, tanggal 21 April 2012 kemarin adalah hari yang dirayakan oleh bangsa Indonesia untuk mengenang satu sosok pahlawan wanita yang bernama Kartini.

Kita semua tahu, bahkan anak yang duduk di Sekolah Dasar juga tahu sosok wanita ini. Raden Ajeng Kartini sebagai nama asli dari wanita ini juga diabadikan dalam sebuah lagu nasional. Semua hanyalah untuk mengenang betapa jasanya teramat besar untuk wanita-wanita Indonesia, dahulu dan kini.

Sosok Kartini yang Sesungguhnya

Jika kita mengingat jasa Kartini dalam membebaskan wanita dari keterbelengguan serta ketidaktahuan akan pendidikan, maka saat ini terlihat jelas bukti nyata dari pahlawan wanita ini. Wanita-wanita saat ini justru jauh lebih sukses dibandingkan pria. Meskipun terkadang pria sukses juga akan tetapi ada wanita hebat yang mendukungnya dari belakang.

Kartini tidak pernah mengajarkan kepada wanita untuk bersembunyi dibalik pria dan menggantungkan sepenuhnya kepada pria akan tetapi mengajarkan kepada wanita agar berdiri di samping pria untuk membantu pria dalam meraih kesuksesan. Sebab, kesuksesan pria tidak akan pernah jauh dari kehebatan seorang wanita yang membantunya, baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, Kartini juga menekankan kepada wanita-wanita Indonesia untuk tidak hanyut dalam kelemahan namun menjadikan kelemahan sebagai bentuk untuk memacu diri dalam berusaha. Baik itu berusaha meninggalkan kebodohan dengan terus belajar maupun berusaha agar menjadi panutan dalam kondisi apapun. Wanita memang lemah namun tidak menjadikan kelemahan tersebut sebagai alasan untuk bermanja-manja bahkan bermalas-malasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Betapa banyak wanita yang memiliki ketekunan yang tinggi serta kemauan yang keras untuk maju dan berhasil menjadikan mereka memiliki nama yang harum seharum nama Kartini.

Sosok Kartini yang sesungguhnya bukanlah Kartini yang kemudian mampu mengangkat senjata dan melawan seluruh penjajah negara. Sosok wanita yang memiliki rasa sayang kepada wanita-wanita Indonesia akibat kelemahan yang telah menjadi kodrat dariNya. Kelemahan itu dijadikannya justru sebagai senjata untuk menjadikan bangsa ini merdeka dari penjajahan dan penindasan akan hak kaum wanita.

Kartini sudah memberikan kebebasan kepada wanita untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin tidak lain hanyalah untuk menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang lahir dari rahim wanita-wanita cerdas bangsa ini. Kartini memberikan hukuman kepada kaum pria yang melakukan kekerasan terhadap istrinya di dalam sebuah rumah tangga karena wanita memiliki tulang rusuk yang bengkok dan harus diluruskan dengan jalan kelembutan dan kebaikan. Bahkan Kartini tidak pernah membatasi wanita dalam hal pekerjaan wanita itu sendiri asalkan masih berada dalam konteks kewajaran dan tidak melanggar kodrat wanita sebagai makhluk mulia dan lemah.

Namun sangat disayangkan, di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini, wanita-wanita Indonesia (sebagian besar) justru semakin kehilangan jati dirinya. Sosok anggun, ramah dan juga sopan santun yang dimiliki Kartini dahulu tidak melekat erat pada diri wanita-wanita Indonesia saat ini. Terlalu banyak wanita yang dengan mudahnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ambisi dan materi semata. Tidak sedikit yang menjual kehormatannya sendiri untuk kenikmatan sesaat yang secara akal semuanya akan sirna pada suatu ketika. Ambisi dunia menjadikan wanita semakin tertantang untuk mengikuti pola tingkah laku wanita-wanita yang tak bermoral. Bahkan dengan mudahnya menjadikan wanita-wanita tak bermoral tersebut sebagai panutan bahkan menjadi kiblat yang dicontoh tanpa adanya penyaringan baik atau salah.

Menurut saya, Kartini justru tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi. Kartini yang terkenal ramah dan lembut justru memiliki sifat pemalu yang menjadikannya anggun bahkan disegani siapapun kala itu. Bagaimana dengan kebanyakan wanita-wanita Indonesia sekarang? Apakah keanggunan dan dandanannya menjadikannya terhormat?

Dengan jasa Kartini yang sudah sedemikian hebatnya, apakah kita sebagai wanita Indonesia sudah menyadari diri kita sendiri? Apakah kita sudah pernah introspeksi, benarkah kita telah menghormati Kartini dengan menghargai diri kita sendiri?

Selamat Hari Kartini untuk Seluruh Wanita Indonesia-Ku

2 Responses to “Sosok Kartini yang Sesungguhnya”
  1. ulfadandaffa says:
  2. Kado Biru says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *