Berbicara Seputar Wisata Halal

Berbicara Seputar Wisata Halal – Baru-baru ini saya membaca sebuah buku tentang Wisata Halal. Tadinya saat membaca sampul, saya berpikir bahwa wisata yang dimaksud adalah jalan-jalan atau melancong ke Negara yang mayoritas penduduknya muslim. Apakah itu benar? Tentu saja tidak. Karena wisata halal di sini tidak sesempit yang saya pikirkan tersebut.

Apa itu Wisata Halal?

Lalu, jika bukan demikian yang dimaksud wisata halal di sini seperti apa? Wisata halal itu adalah wisata yang menjunjung tinggi aturan-aturan Islam. Contoh sederhanya, di sekitar lokasi wisata tersebut terdapat musholla atau masjid untuk pengunjung muslim. Sehingga meskipun beraktivitas wisata, tidak menghalangi untuk tetap melakukan ibadah. Begitupun dengan jenis transportasi yang digunakan. Pihak jasa transportasi harus dengan mudah memberikan pelayanan kepada penumpangnya ketika waktu shalat tiba. Dan yang terpenting adalah ketersediaan makanan dan minuman yang halal.

Nah, kalau dilihat dari pengertian dan gambaran di atas, wisata halal ini menjadi sesuatu yang “renyah” dalam dunia industri, khususnya industri pariwisata. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk muslim di dunia ini memang berada di urutan atas. Bahkan wisata halal ini disebut sebagai potensi wisata yang menjanjikan menurut World Travel Market di London pada tahun 2007.

Beruntungnya, Indonesia masuk sebagai salah satu dari 10 Negara di Dunia yang mendapatkan predikat Wisata Halal Terbaik 2015. Suatu kebanggaan luar biasa untuk seluruh masyarakat muslim di Indonesia yang tergabung dalam OIC (Organization of Islamic Cooperation) pastinya.

Prospek Perkembangan Industri Wisata Halal

Menurut yang saya baca di sebuah situs pariwisata, pertumbuhan industri wisata halal ini sangat menjanjikan. Hal ini diyakinkan dengan beberapa faktor berikut:

  • Prosentase percepatan pertumubuhan wisata halal mencapai 100%lebih cepat dibandingkan dengan industri lainnya
  • Nilai pemesanan perjalanan keluar negeri sampai tahun 2015 mencapai $135 miliar dan akan meningkat menjadi $200 miliar pada tahun 2020
  • Menjadi cikal-bakal bisnis jangka panjang dengan pendapatan yang maksimal

Faktor-faktor di atas pun sangat berkaitan dengan bertambah banyaknya bermunculan konten-konten blog tentang traveling. Karena hampir semua masyarakat Indonesia memang senang dengan jalan-jalan, termasuk saya. Apalagi jika sudah didukung dengan konsep wisata halal.

Potensi Wisata Halal di Surabaya

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki banyak destinasi wisata. Meskipun sejatinya seringkali menjadi kota persinggahan para pebisnis. Hal ini terlihat dengan banyaknya bangunan mall yang menjadi penghias kota Pahlawan. Meskipun belum bisa menjadi salah juara di kategori World Halal Tourism Awards, di Abu Dhabi, Oktober 2016, saya yakin dan percaya para jajaran pemerintahan, khusus yang bergerak di bidang Pariwisata terus membenahi diri untuk mencapai predikat wisata halal tersebut.

Kelak suatu saat ketika mengetikkan kata “wisata halal di Surabaya” pada search engine akan keluar deretan destinasi yang patut dikunjungi. Karena saat ini masih belum spesifik untuk kata kunci tersebut. Tetapi, pastinya di Surabaya selalu berusaha menyediakan makanan/minuman halal bagi para pengunjung, space untuk melaksanakan ibadah meskipun belum semua destinasi wisata memilikinya. Lambat laun akan terbenahi.

Tetapi… meskipun semua destinasi wisata sudah memenuhi kriteria sebagai wisata halal, kembali lagi pada kesadaran masing-masing pengunjungnya. Apakah ibadah masih menjadi kebutuhan yang signifikan meskipun sedang berwisata? Saya khawatirnya saranan dan prasaranan wisata halal hanya jadi bahan pajangan atau buah bibir belaka.

12 Responses to “Berbicara Seputar Wisata Halal”
  1. Ririe Khayan says:
    • hungerranger says:
    • Rahmah says:
  2. Iva Mairisti says:
  3. Jerri says:
  4. kiki says:
  5. kiki says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *