Baca Label pada Tiap Kemasan Makanan

Rasanya sudah hampir tak terhitung jumlah makanan kemasan yang masuk ke dalam tubuh. Mulai dari makanan berat sampai dengan makanan ringan. Dan makanan kemasan menjadi pilihan ketika benar-benar tak memiliki waktu untuk melakukan aktivitas memasak di rumah. Meskipun sebenarnya masih bisa memanfaatkan warung-warung makan yang tersebar dimana-mana.

Namun, makanan kemasan menjadi pilihan tersendiri. Entah ini sugesti atau apa, makanan kemasan selalu mencuri perhatian. Apalagi jika dikemas dengan ragam bentuk atau desain yang mempercantik kemasan makanan tersebut. Secara otomatis, ada ketertarikan tersendiri sehingga memilih dan membeli untuk kemudian dikonsumsi tentunya.

Menyikapi makanan kemasan tentu perlu cara-cara yang bijak agar tidak menimbulkan bahaya pada kesehatan. Sebab, semua yang dimakan tentu akan diproses dalam tubuh dengan organ-organ terlengkap yang diciptakan Tuhan. Tetapi, organ-organ tersebut bukan berarti tidak diberi perhatian dengan mengkonsumsi apa saja dan tanpa batas.

Salah satu hal penting dalam menyikapi makanan kemasan adalah memperhatikan label pada kemasan. Langkah ini sangat penting karena isi di dalam kemasan berupa makanan yang akan masuk ke dalam tubuh untuk dicerna. Ketika ada bahan atau zat-zat yang berbahaya ikut masuk ke dalam tubuh, tentu saja dampaknya akan ke seluruh tubuh.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan pada Label Kemasan Pangan?

Sumber gambar: duniafitnes.com

Sumber gambar: duniafitnes.com

Memperhatikan label kemasan bukan sekedar dibaca kemudian diambil, dibeli lalu dikonsumsi. Jangan sekali-kali hanya tertarik dengan keindahan desain label pada kemasan pangan, sehingga lupa membaca hal-hal penting dalam kemasan pangan tersebut, seperti:

  • Logo Halal; sebagai umat yang beragama, tentu makanan halal menjadi prioritas. Tidak semua produk kemasan mencantumkan logo halal dalam kemasannya. Jika menemukan pangan yang kemasannya tidak terdapat logo halal, segera dipertanyakan jika memang ingin mengkonsumsinya. Jangan berpegang pada kalimat: “Ya, nggak apa-apa dikonsumsi. Halal atau tidak itu urusan si produsen dengan Tuhan. Kita hanya konsumen yang tahunya hanya mengkonsumsinya.” Jika berprinsip seperti ini, seolah bermasa bodoh dan tidak mengandalkan teknologi dan informasi yang sudah maju seperti sekarang ini.
  • Nomor Pendaftaran Produk; biasanya yang berwenang untuk mengeluarkan nomor ini adalah BPOM. Setelah melalui berbagai macam uji, maka sebuah produk akan mendapatkan nomor , jika memang telah melewati uji dengan hasil baik.
  • Rentang Waktu Kadaluarsa; dimana-mana yang namanya makanan tentu memiliki ketahanan tertentu. Apalagi jika makanan tersebut dikemas. Tidak semua makanan yang dikemas memiliki ketahanan yang sama atau bahkan terlalu lama.
  • Komposisi atau Ingredients; untuk yang satu ini seringkali dipandang sebelah mata. kebanyakan konsumen jika sudah melihat keberadaan logo halal dan nomor dari BPOM, maka rasa ingin tahu akan produk kemasan tersebut juga terhenti. Padahal, setiap makanan kemasan memberikan informasi kadar nutrisi yang dikandung. Dan ini bisa menjadi informasi awal sebelum terlanjur membeli dan dikonsumsi. Apalagi jika yang memiliki riwayat alergi terhadap suatu bahan makanan, tentu informasi komposisi penting agar tidak menambah parah alergi yang diderita.
  • Produsen; setiap produsen pasti menuliskan nama perusahaan yang mengeluarkan makanan kemasan tersebut. Biasanya lengkap dengan alamat. Hal ini untuk mencegah timbulnya produk-produk berbahaya dari produsen yang berjalan tanpa izin resmi alias ilegal.
  • Cara Penyajian; hal ini juga perlu diperhatikan agar tidak salah mengolah dan mengkonsumi makanan kemasan. Jika di dalam cara penyajian diminta untuk direbus hingga mendidih selama ± 10 menit, maka lakukan sesuai petunjuk. Jangan ditambah atau malah dikurangi.

Makanan kemasan memang sangat nikmat. Nikmat karena mudah diperoleh dan mengkonsumsinya pun tidak perlu tenaga ekstra. Tetapi, dibalik kenikmatan tersebut sejatinya terdapat “peringatan” bahwa alangkah mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri akan jauh lebih baik. Bahkan biaya yang dikeluarkan pun tidak mahal. Asalkan rajin membaca label dan tidak mudah terprovokasi “bujuk rayu” tulisan pada label, maka tak akan ada lagi masalah kesehatan.

Betulll… betulll… betulll (*ala karakter kartun di televisi)

#10HariNonstopNgeblogGizi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3 Responses to “Baca Label pada Tiap Kemasan Makanan”
  1. Inda Chakim says:
  2. Dwi Puspita says:
  3. Riski Fitriasari says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *