5 Alasan Mengapa Harus Berkunjung ke Tana Toraja

Tana Toraja Tujuan Wisata yang Sangat Menyenangkan

Tana Toraja itu ngangenin. Setidaknya itu yang saya rasakan. Bahkan saya menyesal baru bisa ke Tana Toraja di usia jelang 40 tahun bahkan sudah punya anak tiga. Padahal saya orang Sulawesi Selatan, Maros. Harusnya ada upaya untuk berangkat ke sana untuk melihat negeri di atas awan, bukan?

Namun, masa muda saya ternyata habis untuk belajar. Ya, nyaris saya tidak putus sekolah hingga mendapatkan gelar Magister. Meski sekarang berkarya dari rumah karena harus resign sebagai dosen, tentu gelar tersebut jadi anugerah tersendiri. Tidak peduli orang di luar sana mencemooh karena pendidikan tinggi tapi cuma di rumah saja.

Tana Toraja Tujuan Wisata yang Sangat Menyenangkan

Yuk, Tana Toraja Sudah Menantimu! 

Jika semua sudah siap, segera berangkat pastinya karena Tana Toraja siap menanti pengunjung yang akan menikmati keindahan alam dan budayanya. Setidaknya ini alasan yang bisa jadi referensi untuk mau ke Tana Toraja:

Banyak Budaya yang Memiliki Nilai Adat Masing-Masing 

Di Tana Toraja, kita bisa lihat rumah Tongkonan. Rumah adat yang memiliki makna bagi setiap warga Tana Toraja atau biasa disingkat dengan Tator. Pakaian adat juga jelas berbeda, meski suku saya masih satu propinis, tetapi Tana Toraja punya daya khas tersendiri.

Setiap rumah Tongkonan yang berdiri di sekitar rumah warga bisa menunjukkan strata sosialnya. Makin banyak tanduk kerbau yang digantungkan pada rumah tersebut maka makin jelas kedudukannya di mata lingkungan sekitar.

Pemandangan yang Masih Sangat Asri 

Tana Toraja adalah wilayah gunung atau berada di sekitar pegunungan. Ada tempat wisata yang menguji kekuatan fisik karena harus berjalan kaki menaiki tangga untuk sampai ke patung yang menjadi Tuhan mereka di sana. Namun, saran saya jangan pergi jika musim hujan. Air tergenang sangat mengganggu kelancaran jalan kaki karena khawatir terimbas.

Ke'te Kesu Tana Toraja
Dok.Pri: Ke’te Kesu Tana Toraja

Mayoritas Sejuk karena Wilayah Pegunungan 

Mungkin karena pas ke sana sedang hujan jadinya cuma hawa sejuk saja yang terasa. Apalagi kalau naik ke wilayah Buntu Burake di mana patung Yesus yang besar dan tinggi ditempatkan. Banyak yang berhasil sampai di atas, khususnya anak-anakmuda. Kalau saya cukup menikmati pemandangan sekitar yang sejuk.

Bisa Beli Kopi Arabica, Kopi Toraja yang Melegenda 

Entah mengapa dengan lambung, rasanya kalau minum kopi sedikit saja seperti ketusuk-tusuk. Namun, waktu demi waktu ternyata sudah tahan pula sama kopi, termasuk kopi khusus Tana Toraja.

Jika ingin membeli bisa ke pusat oleh-oleh atau bertanya pada warga siapa yang menjual karena biasanya di lokasi akan diberikan harga yang paling murah.

Bisa Melihat Ragam Upacara Adat 

Salah satu upacara adat paling terkenal adalah Rambu Solo. Upacara uni dilakukan ketika ada kematian. Makin tinggi derajatmu maka makin besar pula acaranya.

Sayangnya pas ke sana tidak bisa menyaksikan karena khawatir bayi yang belum setahun waktu itu menjadi kaget atau istilah Jawa-nya sawanen. 

***

Wisata ke Tana Toraja

Well, saya menanti tahun 2025 agar bisa ke Toraja lagi. Memang bukan sebuah hal yang harus diwujudkan tetapi jika ada kesempatan dan kesehatan, pasti akan minta adik diantar ke sana lagi, ke wilayah yang belum sempat dikunjungi waktu itu.

Facebook
Twitter

Related Posts

23 Responses

  1. Wah Toraja memang jadi destinasi incaran jugaa nih. Tapi belum ke sana karena masih bingung, selain Toraja, kami bisa ke mana lagi yaa? Biar sekalian gitu.

    Tapi melihat budaya yang masih mengikat gini jadi sedikit tenang gitu, artinya masih dilestarikan dan semoga akan terus diturunkan ke generasi berikutnya. Terutama dalam membuat rumah adatnya. Soalnya rumah itulah yang iconic banget dan jadi ciri khas Toraja.

    Oiya, berhubung tempatnya di dataran tinggi, berarti kalau bukan musim hujan juga lumayan sejuk ya. Dan mendingan bukan musim hujan kah supaya gak becek jalannya?

  2. Tanah Sulawesi adalah daerah yang belum pernah saya jejaki. Inhiiin rasanya main ke daerah Sulawesi ini,,,,apalagi ke Tana Toraja…pasti banyak budaya dan adat istiada yang bisa kita lihat disana. Seru yaa mbaa bisa main ke Toraja

  3. Tana Toraja ini tergolong sering kukunjungi saat SD karena Mama punya kakak yang tinggal di Makale dan kami sering ke sana dan pergi ke tempat wisatanya bahkan melihat acara adatnya seperti Rambu Solo.. jadi baca artikel ini rasanya kangen dan nostalgia pada Tator yang indah..

  4. Tana Toraja ini tergolong sering kukunjungi saat SD karena Mama punya kakak yang tinggal di Makale dan kami sering ke sana dan pergi ke tempat wisatanya bahkan melihat acara adatnya seperti Rambu Solo.. jadi baca artikel ini rasanya kangen dan nostalgia pada Tator yang indah..semoga nanti bisa ke sana lagi..

  5. Asli sih Mba Ammaah, aku dari dulu penasaran banget sama Toraja..
    Yang paling bikin aku penasaran tuh soal upacara adat dan ritualnya.. Kalau di tulisan Mba ini aku kepo tuh samaa Rambu Solo atau Ma’nene yang ternyata walau terlihat agak serem tapi punya simbol kuat tentang bagaimana orang Toraja melihat hidup dan kematian sebagai rangkaian yang saling terhubung.
    Dan kopiiii… kan kopi Toraja tuh terkenal banget yaaa

  6. Senangnya membaca artikel mbak, serasa berkunjung ke Tana Toraja juga, secara saya belum pernah kesana. Lingkungan nya asri ya, pemandangan nyapun menyejukkan mata, indahnya. Semoga saya pun bisa berkunjung kesana, menikmati udaranya yang sejuk dan pemandangan nya yang indah, menyeruput kopi Toraja yang melegenda

  7. wah itu ada Safaraz … masih bayik banget ya. Btw, kalau dari Makassar ke Tana Toraja jauh ga mbak ? Aku pernah denger juga kalau kopi Toraja itu enak banget dan memang sudah mendunia ya. Senangnya bisa jalan-jalan ke Tana Toraja sekalian mengenal adat istiadat setempat ya. Btw aku belum pernah ke Sulawesi padahal di Sulawesi, destinasi wisata banyak banget. Semoga ada rezeki ke Sulawesi

  8. Apaaaa saya baru tau kalau Tana Toraja itu dingin?? So sexy and exotic banget emang yaa budaya Toraja ini. Mimpi kesana pun nggak sanggup saya, mbak Amma, huhu. Tapi andai punya kesempatan mau bgt lihat keindahan yg selama ini cuma lihat di kalender 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *