Ulang Tahun-Ku itu… “kejutan”. Tak pernah terbesit di pikiran bahkan keinginan untuk merayakan ulang tahun. Jika mau flashback sejenak, saya masih ingat sekali ulang tahun pertama dirayakan ketika duduk di bangku kelas V SD. Saat itu, ada paman baik hati yang mempersiapkan segala sesuatunya. Namun, tak ada kue ulang tahun yang begitu indah dengan hiasan dan rasa yang manis. Sederhana.

Selanjutnya adalah ulang tahun untuk kali kedua dirayakan saat saya duduk dibangku SMP Kelas III. Sebenarnya saat itu sama sekali sebuah surprise dari Ayah dan Ibu. Tiba-tiba saja datang membawa Kue Ulang Tahun ke kelas dimana posisi kelas sudah dimodifikasi sedemikian rupa tanpa sepengetahuanku. Yup, otomatis speechless saat disuruh oleh Wali Kelas menyampaikan sedikit pidato singkat. Banyak hadiah, yaa pasti. Sebab semua direncanakan dengan baik oleh Ibu-Wali Kelas dan teman-temanku. Namun, sayang sekali saat itu kue ulang tahun yang lumayan besar, hiasan berwarna biru, putih dan bertuliskan namaku harus jadi senjata perang. Yah, perang kue saat berada di luar kelas. Sudah jelas sasaran empuk mereka adalah saya. Asli wajah dan tubuh belepotan kue. Noted: tidak untuk dicontoh yah lempar-lempar kuenya.

Waktu demi waktu, banyak yang berubah. Tak ada ulang tahun lagi hingga menginjakkan usia di angka 26 tahun. Saat itu sebuah konspirasi dijalankan oleh teman-teman pengajar di LPK-RB Macca, Maros-Sulawesi Selatan. Kejadian tak terlupakan tersebut dijalankan saat saya melatih siswa (i) untuk acara Macca EXPO 2010. Namun, semua mengusik kesabaranku karena mereka berlatih tidak serius. Bahkan beberapa tentor lainnya memasang musik keras di ruang depan serta yang lainnya sibuk mengganggu siswa yang sedang latihan. Tentor-tentor hebat seperti Ulfa, Muche’, Opan, Chandra, dan lainnya sudah merencanakan semuanya ditambah lagi bekerja sama dengan Nuni. Lengkap sudah amarah memuncak hingga saya harus melarikan diri ke lantai dua untuk menenangkan perasaan yang sudah tidak tahan ingin teriak saking marahnya. Daan disitulah mereka membawa kejutan kue ulang tahun plus hadiah istimewa dari Muche’, sosok yang memberikan warna selama 2 tahun mengenalnya. Hmmm… tak tahu dimana foto-fotonya…  🙁

Tetapi… keseruan ulang tahun-ku itu ternyata tidak berhenti sampai disitu. Usia 28 tahun masa dimana saya sudah tidak sendiri. Ada suami, mas Adi, yang memberikan kejutan “indah” saat tepat 00.00 WIB (2012 lalu). Tak hanya itu. Penulis novel 9 Autumn dan 10 Summer, mas Iwan, juga memberikan kejutan pesta berupa es krim di tengah acara NulisBuku bersama PlotPoin di Surabaya. Apakah kejutan ulang tahun 28 tahun berhenti disitu? Tidak!!! Kejutan kembali terjadi saat ke KFC depan Sutos Surabaya. KFC menghadiahkan album Armada + foto langsung dengan personil band Armada. Hahaha… suami saya langsung heran karena narsisku kambuh seketika. Bersamaan dengan itu, ucapan demi ucapan terus berdatangan baik di twitter, facebook dan SMS.

Tetapi… di balik semua kejutan dan keseruan tersebut, saya sepenuhnya sadar bahwa usia bertambah menjadi bukti bahwa tinggal beberapa waktu lagi menjadi penghuni bumi. Berharap usia yang sudah dilewati diberkahi dan diampunkan segala dosa. Terus berharap menjadi manusia yang lebih baik lagi di setiap ulang tahun…

Nah, buat Samara, ini ada digiscrap dari Tante sebagai hadiah Ulang Tahun yang ke-3. Semoga senang yah…

Ulang Tahun-Ku itu...
Created by Amma O’Chem from JSS

“Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara”

Facebook
Twitter

Related Posts

8 Responses

  1. Mba Amma, terima kasih sudah berbagi cerita di hajatan kami.
    Menyenangkan sekali ya ulang tahun ketemu personel Armada 🙂

    Amin…Terima juga atas ucapan dan doa2nya untuk Samara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *