Tips Meminimalkan Risiko Nyasar Ketika Berlibur

Tips Meminimalkan Risiko Nyasar Ketika Berlibur – Nyasar ketika berlibur memang sangat menyebalkan. Selain membuat kepanikan, hal ini juga akan membuang waktu, sehingga seyogyanya bisa digunakan untuk berwisata jadi habis begitu saja tanpa kepuasan menikmati maa liburan. Namun, jangan buru-buru menjadikan kesal mendominasi emosi saat itu. Keep Calm dan baca terus artikel ini sampai selesai.

Tips Meminimalkan Risiko Nyasar Ketika Berlibur

Pengalaman nyasar sejatinya mampu memberikan pelajaran berharga untuk kita kedepannya untuk lebih mempersiapkan diri. Jauh-jauh hari sebelum liburan harus memperhatikan apa saja kebutuhan yang diperlukaan saat berlibur. Salah satunya adalah menghindari nyasar yang disebabkan oleh ketidaktahuan akan medan liburan.

Nah, untuk meminimalkan risiko nyasar bisa mencoba beberapa tips berikut ini :

Menyusun Rute Perjalanan Sebelum Berangkat

Hari dan tanggal liburan biasanya lebih sering ada dalam ingatan, bukan? Terkadang bisa terbawa mimpi juga. Lebay? Nggak tuh. Soalnya sayapun seperti itu. Ketika akan liburan yang di kepala hanya bayangan bakalan akan bagaimana nantinya di lokasi. Sampai suami saya kadang selalu mengingatkan untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi. Khawatir akan kecewa. Dan salah satu yang sering saya lakukan adalah menyusun rute perjalanan.

Bila kita sudah menyusun rute perjalanan yang rinci sebelum berangkat, maka kemungkinan nyasar semakin kecil. Sebab, kita sudah menentukan tempat-tempat dan jalan yang akan dilalui selama berlibur. Hanya mengikuti rencana perjalanan agar bisa sampai ke tempat tujuan tepat waktu tanpa kekurangan apapun.

Jangan Malu Bertanya

Terkadang, kita dibuat bingung dengan arah saat perjalanan. Yang tadinya kita ketahui bahwa jalur akan seperti ini, tiba-tiba kondisi real malah sebaliknya. Saat mulai kehilangan arah dalam perjalanan, jangan pernah malu untuk bertanya dengan orang-orang sekitar. Saya biasanya akan bertanya di salah satu rumah warga, warung atau bahkan orang-orang yang sekiranya adalah penduduk setempat. Harapannya, jawaban mereka lebih valid. Kenapa nggak memakai BPJS? Hmm… alasannya sederhana, belum semua area terjangkau internet yang kuat. Signal lemah bahkan tidak ada sama sekali, rasanya akan sangat lumrah ditemui. Dengan bertanya, petunjuk fix bisa tersampaikan.

Menggunakan Peta Digital

Seperti yang sudah saya singgung pada poin sebelumnya, bahwa bantuan digital map sangatlah diperlukan. Peta digital memang terkadang keliru mengarahkan jalan. Tetapi tidak ada salahnya jika mengandalkan peta tersebut untuk memandu perjalanan. Nyalakan peta digital di smartphone kemudian masukkan tempat tujuan yang ingin dituju. Amati setiap petunjuk pada peta digital dengan benar sembari memulai perjalanan.

Mengingat Patokan Jalan yang Ada

Setiap tempat yang dikunjungi pasti memiliki patokan jalan khusus. Misalnya ada monumen, masjid besar atau pusat perbelanjaan dan bangunan lain yang bisa menjadi tanda. Kalau mengingat patokan jalan itu dengan baik, niscaya risiko nyasar dapat diminimalkan. Bahkan tak ada salahnya jika memotret patokan jalan tersebut saat kita melewatinya.

Memiliki Tour Guide untuk Memandu Perjalanan

Tour guide tak harus berasal dari agent khusus yang menangani perjalanan liburan. Kita juga bisa mengandalkan sahabat atau saudara yang lebih familiar dengan tempat berlibur. Hal yang satu ini akan membuat perjalanan lebih menyenangkan dan bebas risiko nyasar.

Di samping memperhatikan rencana perjalanan, jangan lupa pula melindungi diri dengan asuransi perjalanan. Agar tidak mengkhawatirkan keselamatan diri sendiri dan barang bawaan. Sejak ada supermarket asuransi bernama Futuready, berlibur jadi lebih menyenangkan karena kita bisa memilih produk asuransi secara praktis dan cepat. Temukan merek asuransi perjalanan di Futuready dan bersiaplah untuk menikmati perjalanan liburan yang aman serta menyenangkan.

Selamat liburan, teman-teman semuanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *