Reuni via Grup Whatsapp

Reuni via Grup Whatsapp – Tidak terasa kalau sudah begitu lama meninggalkan seragam putih abu-abu. Waktu terus berjalan dan berharap selalu ada kebaikan yang terukir. Angka 12 tahun memang bukan angka sedikit. Dua belas tahun mencari jati diri dan menjalani kehidupan masing-masing memang menyisakan banyak suka dan duka. Sayang jika tidak dibagi, khususnya yang mengandung motivasi dan inspirasi.

Awalnya hanya sebuah status seorang teman lama (namanya Pia) yang mencari keberadaan teman yang lain (namanya Dispan). Namaku akhirnya “ditandai” pada status tersebut untuk mencari tahu apakah saya pernah menghubungi teman yang dicari tersebut. Saya pun ikut nimbrung dalam kolom komentar status tersebut. Ealah… ternyata jadi panjang karena sahut-menyahut hingga akhirnya kami digiring ke sebuah grup whatsapp.

Reuni via Grup Whatsapp
SMANSA MAROS Angkatan 2003

Reuni online saya menyebutya. Dan reuni ini akhirnya menghebohkan gadget masing-masing. Ditinggal berkedip saja, notifikasi sudah begitu banyaknya. Atmosfer kehebohan sudah terasa karena ada yang menulis seperti mewakilkannya yang sedang berteriak. Padahal baru ada sekitar 37 member yang bergabung. Hanya sekian persen dari total keseluruhan alumni angkatan 2003. Ya, saya terdata sebagai alumni SMA Negeri 1 Maros (kini berubah menjadi SMAN 1 SSN Maros), angkatan 2003. Waktu itu kebetulan mengambil bidang IPA dan ditempatkan di kelas III IPA-1.

Karena menyematkan aplikasi whatsapp di tablet, maka jadilah saya memandangi layar 8.9 dengan wajah yang sesekali tersenyum bahkan tertawa. Betapa tidak, teman-teman yang dulu dikenal “kacau” dan “gokil” ternyata tidak bisa menghilangkan karakter itu, malah ada yang semakin parah… *tepok jidat* Kadang juga langsung diam merenung ketika ada teman yang menyampaikan informasi duka atau prihatin

Saya pun didaulat menjadi admin juga agar bisa menambahkan teman-teman lainnya yang sekiranya saya ketahui contact person mereka. Hari pertama reuni online tersebut dimulai, tidak pernah berhenti nada sebagai tanda notifikasi dari grup berbunyi. Ada teman yang bilang kalau ponselnya sampai kehabisan baterai dengan waktu yang sangat cepat. Ada juga yang harus left dulu karena ponselnya tetiba terganggu.

Memang sih, bertemu dengan teman-teman masa lalu akan menambah warna dan menyambung silaturahim. Apalagi jika ada yang saling mengingat romansa masa SMA. Aduh, rasanya gimana geto… haha… Mau nggak mau pastilah ada yang “baper”, cieee… tetapi apa mau dikata, namanya masa lalu ya masa lalu. Kalaupun diomongkan sekarang juga hanya untuk sekedar mengenang. Kalau ada yang hatinya jadi berbunga yaa itu urusan masing-masing hati.

Paling membuat gelak tawa tak terbendung itu jika ada yang dengan sengaja meng-upload foto-foto jadul. Aduh, berasa mati gaya kalau lihat penampilan SMA yang sama sekali belum mengikuti trend fashion, eh padahal sekarang juga masih sama sih, haha… Soalnya, bagi saya pribadi pakaian itu yang terpenting sudah memenuhi standar syar’i sesuai pemahaman yang didapat dari belajar ilmu agama, khususnya dalam hal berpakaian.

Ah, masa SMA memang begitu indah untuk dilupakan. Walaupun reuni online, tetapi rasanya seperti berbicara langsung. Bahasa atau dialek yang keluar sudah bercampur baur karena beberapa sudah lama hidup jauh dari Maros, tetap saja membuat seru pembicaraan. Bahasannya pun beragam dan yang paling hot bahkan seperti debat itu saat membahas soal poligami. Ya, memang topik yang berat tetapi terasa ringan karena dicampur dengan canda dari beberapa teman yang ikut menyumbang argumen.

Kalau kamu, pernah reuni online juga?

Facebook
Twitter

Related Posts

7 Responses

  1. huahahaahha foto jadul ini mb yg bikin keki, ketauan banget dulunya aku tu kuruuuus buanget…nget hihihi kok curcol
    tp seneng ya kalo pas ketemu tmn2 reuni trus rame gt 🙂

  2. Tulisan yang bagus, saluut. Tiap tulisan mewakili lisan jadi akan dipertanggung jawabkan. terus berkarya dan perhatikan batasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *