First Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret Chapter Surabaya

First Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret Chapter Surabaya – Hmm… sepertinya ini artikel yang terlalu lama nongkrong di kolom draft blog. Maju mundur mau publish karena khawatir banyak omongan ini itu. Tetapi, karena support teman-teman di BAJ (singkatan @bukan_asaljepret) maka saya pun kemudian berani menuliskan ini.

Melakukan aktivitas fotografi memang sangat menyenangkan. Bisa mengabadikan momen itu sungguh salah satu cara untuk me time. Jika melihat beberapa akun pepotoan di media sosial seperti instagram, maka banyak sekali akun yang mengajak instagramer yang suka dengan dunia fotografi untuk ikut andil mengasah skill dan daya seni dalam mengambil foto.

First Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret Chapter Surabaya

Ya, menaklukkan kamera menjadi tantangan tersendiri. Beruntung yang menggunakan kamera pro karena hasilnya tentu akan lebih jernih dibandingkan dengan kamera. Ini kalimat saya yang selalu tertanam sebagai mindset. Tetapi, setelah bertemu teman-teman di BAJ, khususnya Bu Kepsuk (Kepala Suku) Surabaya, Mbak Usie, maka saya pun kembali percaya diri bahwa kamera smartphone pun hasilnya tidak akan kalah dengan kamera pro. Karena meskipun menggunakan kamera pro tetapi tidak punya skill dan sense of photography, hasilnya akan biasa saja. Dan tidak hanya itu, kreativitas juga menjadi nilai tambah suatu hasil foto menjadi lebih menarik, eye catching dan pastinya bisa menunjukkan karakter dari pemotretnya sendiri.

Nah beruntung sekali bisa tergabung dalam komunitas perpotoan di BAJ ini. Saya pun menyempatkan hadir pada first meetu komunitas @bukan_asaljepret chapter Surabaya di Sutos Mall, tepatnya di outlet My Kopi’O! pada tanggal 11 Maret 2017 lalu. Ya, sudah sebulan lalu namun euphoria semua yang hadir masih terasa sampai sekarang. Apalagi saat meet up ada Om @dedy_lapalani yang merupakan KepSuk BAJ chapter Jogja menyempatkan hadir untuk sharing soal fotografi.

Siapa yang lebih gokil? Hehe (Pict By: Mba @usiedila)

Meet Up ini memang dibuat santai. Intinya adalah menyambung silaturahim awal terlebih dahulu. Saya pun hadir bersama si kriwul, Salfa yang ternyata di acara ini dia sangat senang mendapatkan banyak teman karena beberapa yang hadir juga bawa anak seusia Salfa. Hmm… Bunda jadi bisa fokus cari info soal fotografi bersama teman-teman yang hadir. Saling bertukar pengalaman saat menaklukan tema demi tema yang setiap hari menghiasi akun perpotoan di Instagram.

with Om Dela

Intinya  bahwa First Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret chapter Surabaya ini bertujuan untuk:

  • Saling membangun silaturahim sesama pecinta fotografi
  • Saling support keahlian masing-masing
  • Saling memberikan masukan tentang hasil foto
  • Saling mengajarkan angle yang bagus untuk sebuah objek foto (salah satunya makanan dan minuman yang sedang disantap saat itu)

Dan masih banyak lagi manfaat yang tersirat dari terlaksananya meet up ini. Pastinya senantiasa menjaga agar tidak asal jepret.

Oiya, hampir lupa. Di akhir acara ada sesi tukar kado lho. Tema tukar kado kali ini adalah props foto yang bisa dijadikan penghias fotografi sesuai dengan tema yang akan diikuti. Saya senang karena dapat sepasang sendok-garpu (made from kayu) plus keranjang dari anyaman bambu. Makin semangat mengasah diri untuk menghasilkan foto yang bagus.

Meet Up BAJ Surabaya

Hmm… bagaimana keseruan @bukan_asaljepret chapter Surabaya berikutnya? Saya pun menantikan meet up kedua yang pastinya akan lebih seru karena anggotanya makin jago dalam fotografi. Yuk kita jepret lagi… jangan lupa hastag #bukan_asaljepret #sobbaj_surabaya kalau kamu dari Surabaya dan sekitarnya ya. Untuk hastag tema, silakan dilihat sendiri tiap harinya di akun IG @bukan_asaljepret.

9 Responses to “First Meet Up Komunitas @bukan_asaljepret Chapter Surabaya”
  1. Usiedila says:
  2. Puce says:
  3. Lita says:
  4. Bunda AthaRayya says:
  5. infoana says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *