Blogger vs Blogger

Bloger vs BloggerSaat ini profesi menulis di blog sedang banyak dicari oleh sejumlah brand. Melalui beberapa agensi, orang-orang seperti ini pun semakin bermunculan. Tentunya ada yang sudah melakukan kegiatan menulis di blog sejak lama dan masih bertahan sampai sekarang. Ada juga yang baru saja menyentuh dunia blog dimana saat ini seringkali disenggol masalah sensitif (baca: fee).

Blogger vs Blogger

Lalu, bagaimana dengan sebutan orang-orang yang berkecimpun dalam dunia menulis blog ini? Baru-baru ini kata “bloger” sudah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kok bukan blogger, sebagaimana yang sejak awal sering ditulis seperti itu?

Kalau saya ditanya soal pemakaian kata “bloger” atau “blogger”, maka saya akan menjawab seperti ini:

  • Bloger adalah bahasa Indonesia dari blogger yang merupakan bahasa Inggris. Itulah mengapa sering di setiap tulisan saya menggunakan kata blogger pasti akan dibuat dengan italic atau ditulis miring.
  • Blogger sendiri adalah salah satu platform untuk menulis blog. Bisa cek di www(dot)blogger(dot)com, maka kata blogger boleh jadi diambil dari situ. Dan sebagaimana yang diketahui semua orang bahwa platform ini sudah menjadi milik Google alias salah satu produk Google.
  • I am blogger. Setidaknya saya tetap akan memakai blogger dengan konsekuensi penulisannya tetap dimiringkan karena penekanan saya bahwa itu adalah tetap bahasa asing.
  • Saya adalah bloger. Meskipun masih canggung dengan kata BLOGER dengan satu huruf “G”, tetapi ketika akan menulisnya dalam bahasa Indonesia, pastinya saya akan memilih dengan satu huruf G.

Nah, kalau “dipaksa” harus memilih mana “bloger” atau “blogger” maka pastinya saya akan memilih sesuai konteks dimana saya berada. Tetapi, just info sih kalau kartu nama saya tetap memakai blogger sebagai profesi saya saat ini. Bagaimana dengan kamu?

Facebook
Twitter

Related Posts

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *