Blogging Event Suara Hati Tips

5 Tips Tidak Baper Saat Reuni Sekolah

5 Tips Tidak Baper Saat Reuni Sekolah – Bertemu dengan teman lama, memang sesuatu yang sangat mengasyikkan. Bisa mengenang masa lalu bahkan bisa bercerita tentang hal lucu dan tak terlupakaan di masa lalu. Namun, tidak sedikit yang akhirnya harus menelan rasa kecewa, tersinggung bahkan mungkin emosi saat menghadiri reuni sekolah.

Kok kecewa? Kenapa tersinggung? Kok bisa emosi? Ya, pertemuan semacam reuni bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit-penyakit hati. Contoh sederhananya dikarenakan boleh jadi teman si A sudah sukses dan tampak sedikit berwibawa hingga akhirnya memiliki sikap yang berbeda dari biasanya. Kita jadi merasa tidak diperhatikan oleh teman si A tersebut. Kecewalah akhirnya… alias baper.

Belum lagi jika misalnya di masa lalu ada hati dengan salah satu teman, kemudian setelah lama tidak bertemu, teman tersebut datang ke reuni bersama anaknya yang lucu dan suaminya yang tampan, atau sebaliknya (mantan gebetan datang bersama isterinya yang cantik). Ada rasa gimana gitu yang akan menjadikan pikiran kemudian mudah dirasuki godaan setan, seperti: “Andai aku bersama dia pasti aku bahagia tidak seperti sekarang.” Atau mungkin “Suaminya cakep ya. Pengusaha sukses lagi. Saya masih begini-begini saja.” Dan beragam argument di dalam pikiran yang dipermainkan oleh setan. Jika sudah seperti ini, reuni sejatinya hanya menjadi sumber munculnya penyakit hati.

Nah, agar tidak seperti kisah di atas, berikut ada 5 tips tidak baper saat reuni sekolah dihadiri:

Move On

Binatang saja ketika “ditinggal kawin” maka pasangannya tidak akan baper. Malah move on dengan berusaha menyambung kehidupan. Soal bagaimana perjalanannya ke depan, itu diserahkan pada Allah. Pastinya harus move on dengan tidak sedih, dendam, kecewa atau perasaan lainnya berkepanjangan. Kalau bukan jodoh, ingin berusaha didekatkan pun tidak akan bisa menikah karena itu hak preogratif Allah. Begitupun juga soal bisnis lancara atau tidak. Karena sukses seseorang pasti ada karena kerja kerasnya juga.

Tak Perlu Datang Jika Khawatir

Tidak semua dari kita kemudian memiliki ketahanan mental yang sama, bukan? Maka, jika sejak awal sudah merasa tidak sanggup untuk hadir, lebih baik tidak usah. Karena kalau hanya “separuh nyawa”, kebolehjadian untuk baper semakin besar. Daripada menyiksa batin, sekali lagi lebih baik stay calm at home.

Datang bersama Pasangan

Tips satu ini bisa menjadi alternatif juga. Karena biasanya jika ada hal yang membuat bete di acara reuni, setidaknya ada pasangan yang selalu berada di samping kita. Komunikasikan dengan pasangan bahwa di acara reuni harus terus berada di samping kita untuk support setiap kata dan gerakan kita. Jangan sampai kita salah bicara dan membuat orang tersinggung, tetapi kita tidak memahami. Pasangan bisa jadi rem untuk kita.

Datang dengan Tampilan Be Yourself

Jangan karena ingin merasa dianggap “wow” padahal keseharian biasa saja, maka kita melakukan usaha yang sia-sia. Membeli baju mahal, dandan berlebihan bahkan berlagak angkuh agar tidak dipandang sebelah mata. Be yourself saja. Jika datang sebagai ibu rumah tangga, yaa bersikaplah sewajarnya ibu rumah tangga. Soal penampilan, tetap tidak memaksakan diri, apalagi kalau harus ke salon dulu. Wedew… ribet amat sih yang mau ke reuni, haha…

Tinggalkan Kartu Nama

Meskipun kita datang ke reuni bukan sebagai pejabat atau orang yang sukses di dunia karir (baca: bekerja di luar rumah), tetap perlu kartu nama sebagai identitas. Apalagi kalau ibu rumah tangga tetapi sebenarnya menjalankan bisnis dari dalam rumah. Tidak mengapa disampaikan. Soalnya teman akan lebih percaya dengan teman sendiri ketika tahu ada yang memiliki bisnis. Kartu nama penting untuk memudahkan dihubungi setelah reuni berlangsung. Dengan begini, kita tidak akan baper lagi karena fokus pada ending action sebelum meninggalkan reuni.

***

Well.. itu 5 tips tidak baper saat reuni sekolah a la saya. Dan sebenarnya reuni itu bisa dijadikan sebagai ajang untuk menyambung silaturahim. Hanya saja yang terkadang mengganggu adalah terserangnya virus rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Padahal Allah sudah menentukan rezeki masing-masing dari kita. Siapa sangka kemudian saya memilih jadi full mommy padahal saat sekolah, semua orang tahu kalau cita-cita saya adalah dokter, haha.

3 Comments

  1. Hairi Yanti February 6, 2018
  2. Gratia February 7, 2018
  3. Astin Astanti February 7, 2018

Leave a Reply

Instagram