Blogging

5 Kenangan Masa Kecil Tak Terlupakan Bersama Bapak

5 Kenangan Masa Kecil Tak Terlupakan Bersama Bapak – Menjadi anak pertama dari 4 bersaudara memang bukan sesuatu yang mudah. Harus menjadi contoh baik untuk adik-adik adalah salah satunya. Begitulah cara bapak saya mendidik hingga kemudian di usia saya yang ke-26 tahun, beliau pergi untuk selamanya. Cukup singkat hanya 26 tahun dan bagi saya masih seperti hanya sehari saja, hiks.

Namun begitu, banyak kenangan masa kecil tak terlupakan bersama bapak. Bahkan saya nyaris lupa kalau saya pun juga punya kenangan dengan mama. Memang kedekatan saya dengan bapak pernah menjadi salah satu hal yang memicu kecemburuan mama. Kata bapak, sifat mama yang selalu bertolak-belakang dengan karakter saya yang membuatnya seperti itu. Hmm… tak usahlah saya cerita soal mama, cukup Tuhan dan saya saja yang tahu.

Berikut adalah 5 kenangan masa kecil tak terlupakan bersama Bapak:

#1. Ke Toko Buku

Sejak sekolah, bapak jarang mengajak saya ke destinasi wisata. Kalaupun ada agenda makan-makan bersama keluarga besar atau ke kota untuk mengunjungi sanak-saudara, toko buku tidak pernah terlupakan. Apalagi sejak booming-nya salah satu brand toko buku yang hingga kini masih saja meningkat pesat keberadaannya. Pasti tahu lah ya.

#2. Merekam Suara

Karena bapak adalah supervisor mata pelajaran Bahasa Inggris di Sulawesi Selatan, maka wajar sejak saya bisa membaca, bapak sudah memberikan sedikit demi sedikit informasi seputar Bahasa Inggris. Bahkan saat saya duduk di bangku kelas 5 SD, saya sudah bisa menjawab soal Bahasa Inggris untuk tingkatan SMP.

Begitu kerasnya bapak mendidik saya. Hasilnya? Alhamdulillah saya sudah beberapa kali merasakan juara saat duduk di bangku sekolah SMP dan SMA. Dan yang paling membanggakan, anak saya usia balita 4 tahun pun sudah bisa berkomunikasi dan berbicara dengan Bahasa Inggris. I wish my beloved daddy will be proud more and more.

Dan saya akan menjadikan ilmu Bahasa Inggris ini sebagai jalan amal jariyah bapak. Manfaatnya sangat luar biasa.

#3. Tidak Diberi Makan

Haha, kalau ini sih salah saya sendiri karena menunda mengerjakan tugas dari bapak. Saat itu memang hukumannya sudah saya tahu bahwa jika tidak selesai, maka malam itu saya tidak boleh makan. Dan benar saja terjadi. Saya tidur dalam keadaan perut lapar. Namun, tidak sampai sakit kok, sebab keesokan harinya, bapak menyuruh sarapan.

Hukuman itu jadi membekas dan tidak lagi mau menunda pekerjaan. Memang keras tetapi bagi saya itu manjur untuk memecut semangat dalam mengatur waktu.

#4. Bapak Menangis

Saat itu, adalah pengalaman pertama melihat bapak menangis. Kakak satu-satunya yang menjadi saudara kandung bapak, meninggal dunia. Shock dan seolah bingung menerima kenyataan tersebut. Hingga saya sempat mendapati beliau duduk termenug dan berbicara seolah alm. om saya ada di depannya.

Bapak memang sangat sayang dengan kakaknya. Karena kerja kerasnya kakaknya inilah yang membuat bapak bisa menjadi supervisor dan mendapatkan kesuksesan dalam karir.

#5. Kedapatan Main Sepulang Sekolah

Saya lahir dari keluarga yang ketat dan kaku. Apalagi kalau urusan anak perempuan. Saya masih ingat waktu SD, nenek mencubit paha saya mulai dari tempat permainan hingga sampai ke rumah. Bisa dibayangkan bagaimana paha saya membiru.

Kejadiannya karena jam sekolah saya selesai lebih cepat. Pikir saya, bisa bermain-main sejenak di playground TK dekat sekolah dan akan pulang sesuai jam seperti biasanya. Namun, nenek lewat naik becak dan melihat saya ada di tempat permainan itu. Nenek langsung memanggil dengan nada marah dan mulai mencubit sampai tiba di rumah.

Dan beruntung bapak menolong saya dengan menjelaskan kepada nenek bahwa yang dilakukan kepada saya itu berlebihan. Sebab, sudah sewajarnya saya menikmati waktu sejenak bermain dengan teman-teman karena selama ini rutinitas saya hanya sekolah-rumah-sekolah.

***

Well… itulah 5 kenangan masa kecil tak terlupakan bersama bapak. Masih banyak yang lain tetapi inilah yang paling berkesan.

Leave a Reply

Instagram