Via Maya

Sibuk. Itulah akhir-akhir ini julukan yang pantas untukku. Menulis dan terus menulis saja yang kukerjakan bahkan jarang meluangkan waktu untuk diri sendiri. Kejar dateline satu demi satu kemudian menjadi santapan setiap hari. Bahkan selalu saja ada info lomba yang mengusik tidur malamku. Begadang dan begadang.

Dunia Maya memang sebagian orang dimanfaatkan di jalan yang salah. Tidak jarang banyak yang mengatasnamakan dunia maya dengan menipu. Seperti halnya saya hampir kena tipu sebesar tiga juta rupiah hanya karena ingin membeli kamera DSLR, kamera yang menjadi incaranku sebagai pelengkap tulisanku. Tidak hanya itu, saya juga kemudian sampai detik ini masih terus dibohongi oleh seseorang via maya yang menyatakan dirinya bahwa ia sangat menyayangiku dan ingin segera menjemputku untuk menikah. Yah, indah tetapi kosong.

Kesenangan melakukan sejumlah aktivitas via maya mejadikan aku mengasah wawasan tentang sejumlah fitur dan segala hal yang berhubungan dengan dunia maya. Istilah-istilah maya kemudian menjadi akrab di telinga dan semuanya dijadikan sebagai suatu tambahan wawasan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Via maya, aku bisa melihat betapa tidak sedikitnya orang berusaha untuk menampilkan sesuatu yang tidak biasa. Mulai dari mengubah profil bahkan sekalipun nama juga bisa diutak-atik dalam dunia maya. Contoh kecilnya saja facebook atau kerennya disebut FB.

FB juga yang telah membuatku sadar bahwa betapa banyaknya manusia yang ada di bumi ini. Saling menukar sapa bahkan saling bertukar gambar. Begitupun dengan diriku, via maya membuatku percaya bahwa tidak semua manusia sama.

Dibohongi dan juga dibuat panik pernah terjadi dalam diriku karena via maya. Aku menyangka orang itu benar-benar sakit bahkan dirawat di rumah sakit, tetapi ternyata justru orang itu berada di luar negeri dan sedang asyik-asyiknya bersama dengan seorang wanita bule. Tak pernah terbesit dalam hati dan fikirku kalau orang itu ingin mempermainkan perasaanku. Orang itu memang tahu kalau aku sedang sedih dan butuh sosok yang bisa membuatku bahagia. Dan tidak tanggung-tanggung, sejumlah bait-bait indah semakin membuatku melayang. Sama ketika perasaan pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta. Diangkat melayang tinggi kemudian dihempaskan dengan kabar bahwa semua hanya pemanis belaka. Terkadang hal inilah yang membuat tertawa kecilku sering merekah. Mengingat masa bodoh itu. Mempercayai orang yang dikenalpun ternyata tidak semudah itu. Orang terdekat bisa jadi penipu, ucapku dalam hati.

Bermain-main di dunia maya memberikan hal positif dan negatif. Namun, hal positif kemudian menjadikan hal negatif tertutupi dengan sendirinya. Menjadikan dunia maya sebagai hal positif dan membangun potensi diri itu jauh lebih baik.

Menjadi penulis meski via maya adalah salah satu tantangan tersendiri. Banyak halangan dan tantangan membuat diri semakin terasah bahkan memiliki bannyak ilmu dan juga wawasan. Tidak hanya itu, semakin banyak teman dan semakin banyak link justru membuatku semakin kaya. Meskipun tidak semuanya memberikan nilai positif.

Via maya, semua akan menjadi luar biasa. Kendalikan diri dengan etika dan norma adalah bentuk aplikasi nyata yang mampu membahagiakan.

Tulisan ini kemudian terinspirasi oleh lomba menulis yang diadakan oleh Mbak Aulia Zahro, selanjtnya klik saja http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150190287595982.

 

One Response to “Via Maya”
  1. wawan says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *