Variasi Makanan Pokok, Why Not?

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dari ujung barat hingga ujung timur, masyarakat yang hidup di dalamnya pun memiliki keberagaman akan jenis makanan. Meskipun sebenarnya, Indonesia terkenal dengan bahan makanan pokok beras yang kemudian diolah menjadi nasi.

Namun, bukan berarti bahwa setiap hari β€œharus” ada nasi. Sebab tidak semua daerah di wilayah Indonesia mudah mendapatkan bahan makanan berupa beras. Untuk itu betapa bersyukurnya kita yang hidup di Indonesia karena masih banyak bahan makanan pengganti nasi/beras yang juga termasuk dalam bahan makanan pokok. Jika memungkinkan, membuat variasi makanan pokok sebagai asupan tubuh juga tidak salah untuk dicoba.

Variasi Makanan Pokok

Sumber gambar: pancuran-air.blogspot.com

Yang dimaksud bahan makanan pokok itu sendiri adalah makanan yang menjadi sumber energi utama. Mayoritas makanan pokok menjadi sumber karbohidrat terbesar. Oleh karena itu, beras/nasi bisa digantikan dengan sumber makanan lain yang juga mengandung karbohidrat tinggi. Dan hampir seluruh dunia menjadi makanan dengan sumber karbohidrat terbanyak sebagai bahan makanan pokok.

Jenis-Jenis Bahan Makanan Pokok

Karena kita hidup di Indonesia, pengganti makanan pokok beras bisa berupa:

  • Sagu; terdapat sekitar 84,6 gram karbohidrat per 100 gram sagu. Wilayah di Indonesia yang mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok (bukan beras) adalah Papua dan Maluku. Namun, bukan berarti kita yang hidup di luar wilayah tersebut tidak bisa mengkonsumsinya. Justru bisa mencoba resep masakan mereka yang menggunakan bahan sagu.
  • Singkong; di dalam singkong terdapat 34 gram karbohidrat per 100 gram berat. Singkong juga merupakan bahan makanan yang mudah diperoleh dimana saja. Beragam jenis panganan yang bisa tersaji di atas meja dengan bahan dasar singkong. Singkong ini juga sering disebut dengan ubi kayu. Jika bosan makan nasi, tak ada salahnya membuat masakan dengan bahan dasar singkong.
  • Jagung; sebenarnya bahan makanan satu ini lebih cenderung dikategorikan dalam sayur-mayur. Namun, jika dilihat dari kandungan karbohidratnya, jagung juga tidak kalah dengan singkong. Dalam 100 gram jagung terdapat 73,7 gram karbohidrat. Jadi tak salah jika sering mendengar di daerah Jawa dengan sebutan sego jagung atau nasi jagung. Karena memang sangat enak dikonsumsi sebagai pengganti nasi.

Bahan makanan pokok pengganti beras di atas jika diolah dengan baik, tentu rasanya akan nikmat. Meskipun menurut orang-orang dulu, makan apapun setiap hari tetapi kalau tidak dengan nasi, rasanya akan tetap lapar. Yaa, itu tergantung individu masing-masing.

Membiasakan diri mengkonsumsi makanan pokok yang bervariasi sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Sebab, tak hanya karbohidrat saja yang dikandung oleh makanan pokok (selain beras) yang disebutkan di atas. Protein dan kalsium juga menjadi nutrisi yang bisa diperoleh dari makanan pokok tersebut. Hanya saja jumlahnya tentu tidak sebanyak dengan makanan yang memang merupakan sumber protein utama.

Variasi makanan pokok juga membantu terciptanya gizi seimbang. Sebab, asupan gula yang terbentuk dari karbohidrat bisa seimbang jumlahnya di dalam tubuh. Sehingga tubuh mengolah asupan gula sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses metabolisme. Dengan begitu, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gula atau berlebihan mengkonsumsi karbohidrat, bisa dicegah sejak dini. Cara yang dilakukan pun cukup mudah, hanya dengan variasi makanan pokok selain beras untuk dikonsumsi setiap hari.

Terkadang soal makan nasi adalah hal sepele. Tetapi jika ditelusuri lebih dalam lagi, kompleksitas-nya akan kita temui. Jika sudah demikian, masihkah ragu dengan variasi makanan pokok selain beras?

#10HariNonstopNgeblogGizi

Referensi:

1. http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2013/10/22/inilah-alasannya-kenapa-kita-perlu-mengurangi-konsumsi-nasi-601312.html

2. http://nutrisiuntukbangsa.org/mengenal-aneka-makanan-pokok-indonesia/

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7 Responses to “Variasi Makanan Pokok, Why Not?”
  1. Ryan says:
  2. Lidya says:
  3. Dwi Puspita Nurmalinda says:
  4. nh18 says:
  5. nh18 says:
  6. Beby says:
  7. leny says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *