Untuk Mama Disana

Hai Mama…

Bagaimana kabar Mama di sana?

Kuharap selalu baik meski kini disampingmu tak lagi ada Papa

Mama…

Hari ini seharusnya aku ada di dekatmu. Menemanimu melewati hari yang kuyakin cukup berat untukmu semenjak kepergian Papa. Tetapi aku sangat yakin Mama wanita yang kuat. Kuat menghadapi semuanya meskipun seringkali aku melihat bulir air mata itu jatuh di atas bantal saat dirimu terbaring.

Lagipula, aku juga saat ini sedang mengemban amanah yang berat juga di tanah Jawa. Membina rumah tangga seperti halnya dulu saat Mama dan Papa masih bersama. Aku tidak mungkin meninggalkan imam keluargaku tetapi bukan berarti aku sama sekali tidak memperdulikan Mama.

Mama…

Aku selalu membuka potret-potret masa lalu Mama dengan Papa. Begitu juga aku di saat masih kecil. Betapa senangnya Mama memiliki kami. Dan aku sangat percaya bahwa sampai kapanpun Mama akan selalu bangga dengan kami.

Mama…

Belum banyak yang bisa aku berikan padamu saat ini. Aku masih terus berusaha membuatmu bahagia dengan caraku sendiri. Meskipun terkadang Mama menganggap itu aneh. Tetapi inilah aku Ma… anak yang mencoba membuatmu bangga dan tersenyum. Tak hanya di dunia tetapi kelak juga di akhirat. Sebab aku tak hanya ingin Mama bisa tertawa bahagia dan bangga di dunia saja karena akhirat adalah tempat yang kekal nantinya.

Mama…

Papa selalu tersenyum ketika datang ke mimpiku. Tampaknya Papa bahagia di sana. Dan semoga kelak kita semua bisa berkumpul bersama lagi.

Mama…

Masih ingat foto-foto ini? Semoga Mama tersenyum melihat ini semua. Aku berusaha terus menjaga kenangan ini di hatiku.

Untuk Mama Disana

Foto Diambil tahun 1984-1988

I love you, Mama…

You are my everything!

 

Untuk Mama Disana

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
10 Responses to “Untuk Mama Disana”
  1. mubarika says:
  2. Lusi says:
    • Chemist Rahmah says:
  3. cputriarty says:
  4. Titis Ayuningsih says:
  5. kang haris says:
  6. Lidya says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *