Tegar itu Senyum

“Kak, kenapa senyum?”, tanya seorang mahasiswi setelah pelajaran Anorganik I hari ini.

“Karena aku ditinggal nikah”, jawabku datar dan makin tersenyum.

“Lho, mestinya khan nangis???”, tanya mahasiswi lagi.

“Karena senyum itu KETEGARAN”

 

Kami berdua kemudian diam dan menuju ke arah parkiran mengambil kendaraan masing-masing.

2 Responses to “Tegar itu Senyum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *