::Tak Terpilih itu Takdirku::

Jatuh air mata setelah melihat komentarnya. Komentar seorang gadis yang akan menjadi istrimu kelak. Sosok wanita sederhana yang sangat ayu. Tak menyangka firasat buruk ini akhirnya terbukti hari ini. Pilihan hatimu jatuh pada dia. Dia yang sebenarnya sudah kuanggap sebagai adik sendiri.

Menangis mungkin adalah salah satu jalanku meraih bahagia dan ketenangan. Menikmati sejuta halangan yang masih saja suka hinggap di kehidupanku. Aku hanya semakin tersadar bahwa setiap yang aku inginkan jarang sekali terjadi. Bahkan hal yang tak pernah kusangka selalu terjadi. Termasuk sakit ditinggalkan sosok yang kukagumi selama ini.

Aku ini tahu apa dengan takdir? Semuanya terjadi begitu saja. Tanpa kusadari dan kubayangkan sebelumnya. Tetapi satu hal yang selalu kulupakan adalah kebahagiaan selalu berteman dengan kekecewaan. Dan aku seringkali menafikan bahwa semua demikian. Diciptakan berpasangan.

Hari ini telah terbukti bahwa aku bukan yang terpilih dan harus sadar bahwa itulah takdirku. Takdir yang harus menerima dan merelakanmu bahagia bersama pilihan hatimu.

::Bait 32::
Melepaskanmu mencari bahagiamu adalah hal terberat…
Namun akan sangat berat jika membiarkanmu memilih untuk tidak bahagia…
Siapapun dia, yang pasti itu adalah pilihanmu…
Sekuat apapun hati dan jiwa untuk membuatmu yakin pada semuanya, tetap saja tak akan pernah bisa…
Semoga aku tak menyaksikanmu bahagia dengan mataku, cukup dengan hatiku saja…
*chemist18*

 

7 Responses to “::Tak Terpilih itu Takdirku::”
    • Rahmah says:
  1. Batavusqu says:
  2. dhe says:
    • Rahmah says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *