Susindra dalam Kacamata Saya

Susindra dalam Kacamata Saya – Saya masih ingat sebuah perhelatan akbar yang mengumpulkan banyak blogger dari seluruh kota di Indonesia. Saat itu tahun 2013 bertempat di kota Gudeg, Yogyakarta. Dari situ saya melihat sosok Susindra yang asli tanpa ada tirai layar laptop dan sejenisnya. Ya, saya berjabatan tangan meskipun saya yakin beliau tak mengenali saya. (*memang saya tidak dikenal banyak manusia)

Susindra dalam Kacamata Saya

Waktu itu, saya mengidentikkan beliau dengan Warung Blogger, sebuah grup di facebook yang di dalamnya bergabung banyak blogger, baik yang aktif, setengah aktif bahkan yang tidak pernah muncul sekalipun hanya mengatakan hello. Ingin sekali berbincang lama namun apa daya di event tersebut saya pun sedang mengemban misi bersama suami. Apalagi di dalam rahim saya terdapat karunia Tuhan yang amat sangat besar, sehingga saya pun tidak bisa hiperaktif untuk sementara waktu. Yap, saya memang tidak bisa diam jika berada di lingkungan baru. Selalu ada hal yang menarik untuk saya lihat, sentuh dan ketahui lebih jauh.

Tetapi, hal itu tetap tidak mengubah pandangan saya bahwa Susindra is the one of popular bloggers. Hanya saja saya selalu menikmati tulisan beliau dalam diam. Silent reader memang menjadi senjata bagi saya dalam menimba ilmu dari banyak orang. Tak meninggalkan jejak sama sekali bukan karena alasan malas atau pelit backlink di kolom komentar. Karena prinsip berkata baik atau diam selalu jadi pegangan sampai saat ini. Dan saya berusaha menerapkannya selalu dalam setiap tulisan blog saya. Mbak Susi (nama asli dari Susindra) pasti setuju soal ini, hehe.

Sebenarnya bingung mau bicara apa soal Mbak Susi. Kalau diminta nge-review blog yang dikelolanya, rasanya saya seperti segan. Orang femes mau dikomentarin, duh kalau ada salah-salah kata ujungnya bisa jadi masalah. Niatnya menyambung silaturahim malah tidak tersampaikan nantinya. Blog dengan nilai alexa yang sudah berada di angka 408K rasanya bukan blog biasa. Pasti usaha “menguruskan” sampai di angka itu tentu tidak mudah.

Namun, kalau saya ditanya apakah yang ada di benak saya tentang Susindra, maka ini 5 (lima) kata yang terlintas saat mendengar nama Mbak Susi disebut adalah sebagai berikut:

  • Semangat; di balik kesibukannya yang seabrek (bisa baca di SINI), beliau selalu bersemangat dalam melakukan hal lain. Baginya berbagi adalah cara bahagia menjalani hidup.
  • Ramah; mau menjawab whatsapp di tengah malam hingga memberikan masukan terhadap hal yang ingin saya diskusikan
  • Jepara; kalau ini memang sangat terkenal karena kota kelahiran beliau di Jepara
  • Craft; belum pernah saya membeli produk-produk crafting yang beliau buat. Alasannya dulu cukup sederhana, ongkirnya lebih mahal dibanding harga produk yang akan saya beli, hehe. *digetok server sama Mbak Susi
  • Perancis; khususnya bahasa. Ternyata beliau sangat mahir bahasa Perancis. Aduh, suara saya mah nggak cocok untuk ngomong bahasa ini. Karena bahasa Perancis lebih membutuhkan suara sengau, sementara suara saya cempreng (*ini kata salah satu dosen terbaik saya di UNHAS, almarhum Prof. Rauf Patong yang merupakan alumni program doktor di Perancis)

Kalau mau tahu lebih banyak, blogwalking saja ya guys. Pasti kalian akan menemukan “kejutan demi kejutan” di blog Mbak Susi. Nggak percoyo? Yow is terserah panjenengan kabeh wae…

10 Responses to “Susindra dalam Kacamata Saya”
  1. Rani R Tyas says:
  2. Inuel says:
  3. Susindra says:
  4. Lia says:
  5. retno says:
  6. Boss Genset says:
  7. dWi (nining) says:
  8. anis says:
  9. ade anita says:
  10. Yoekaa says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *