Saya dan BLOGDetik

Saya dan BLOGDetik – Terjun dan hanyut dalam dunia blogging memang sangat mengasyikkan. Jika di kepala saya begitu penat dengan beban dari keluarga besar untuk menjadi pegawai PNS, maka semua itu seolah hilang tatkala sudah bercengkerama dengan blog. Bahkan harus saya akui kalau blog yang mampu mengembalikan semangat menjalani hidup. Pekerjaan yang hanya duduk di depan leppy dan memainkan jemari di atas keyboard tak harus menyandang status PNS, bukan? *duh kalau mama baca tulisan ini, pasti deh saya sudah ditelepon dan diceramahi. Plisss, jangan bilang-bilang ya!

Nge-BLOG pun kini sudah makin bervariasi platform-nya. Ada yang gratisan dan ada juga yang berbayar. Kalau urusan blog berbayar, saat ini saya lega bin nyaman karena sudah ada master blog pribadi yang siap membayarkannya. Inilah salah satu enaknya bersuamikan blogger, meskipun kini lebih ke internet marketer.

Bicara soal platform blog, tentu tidak asing mendengar kata blogspot dan wordpress. Dua platform ini memang banyak dimiliki orang, tak hanya di Indonesia tetapi juga di Negara lain. Namun, ada juga platform yang populer di tengah dunia blogging Indonesia yang pembuatannya tidak memungut biaya sama sekali. Dan pastinya sebuah platform blog lokal asli buatan Indonesia, yaitu BLOGDetik.

Saya dan BLOGDetik

Saya pun tidak mau tinggal diam. Saya membuat akun di BLOGDetik ini. Banyak hal yang sudah saya dapatkan setelah bergabung dengan BLOGDetik. Mulai dari diundang Blusukan ke Hotel. Meskipun kemudian catatan blusukan tersebut saya tuliskan di blog ini.

Baca Di Sini: #ngaBLOGburit Blusukan di Shangri-La Hotel Surabaya

ngaBLOGburit sendiri adalah program dimana BLOGDetik melemparkan tema setiap pukul 15.00 WIB untuk kemudian diperlombakan via blogpost. Saya pernah menang sebanyak 2x dalam event tersebut. Lumayan buat THR Lebaran. Apakah tahun 2016 akan ada lagi? Let we wait for the next announcement. Saya sih berharap ada lagi. Selain ibadah, bisa juga beramal dengan berbagi tulisan bermanfaat.

Hanya saja, saya sering mengalami kendala saat ingin berpartisipasi. Pertama, jam 3 sore itu adalah waktu tersibuknya para perempuan (khususnya sebagai istri dan ibu) mempersiapkan menu buka puasa. Jadi, kadang nggak bisa lama-lama berpikir. Harus segera ditulis. Hasilnya, artikel seadanya dan tentunya nggak bakalan dilirik oleh juri. Kedua, saat akan mempublish tulisan, ada-ada saja gangguan saat akan membuak dasbor. Bahkan kadang nggak bisa dibuka. Hasilnya, jantung berdebar-debar dan seringkali kebelet pipis karena saking khawatirnya nggak bisa submit tulisan. Pernah juga akhirnya menyerah dan benar-benar nggak jadi ikutan karena sudah kalah dengan gangguan tersebut. Ketiga, bingung dengan penilaian juri.

Nah, soal penilaian juri ini saya pernah menanyakan langsung dengan salah satu seleb BLOGDetik, yaitu Mbak Melly Feyadin. Saya bertanya tips agar bisa keluar sebagai pemenang dalam event ngaBLOGburit. Soalnya, perempuan yang sehari-harinya menggunakan kacamata ini selalu keluar sebagai pemenang. Mau tahu jawaban Mbak Melly? Sederhana. Yap, menulis dengan sederhana, apa adanya dan tentunya natural. Jika sudah melakukan hal tersebut, maka pasrah dan tawakkal, sebab penilaian pun kadang unpredictable.

By the way, Mell adalah sapaan akrab kami untuknya di Grup Em(b)ak Ceria. Alangkah senangnya karena di antara anggota yang ada, saya sudah pernah bertemu beberapa, salah satunya Mell ini. Waktu itu ada acara untuk blogger se-Nusantara (baca: Blogger Nusantara 2013) di Yogyakarta. Saya memang sudah penasaran ingin bertemu. Dan kebetulan sekali @blogdetik membuat kuis untuk mengumpulkan tanda tangan orang-orang yang menjadi pilihan dari BLOGDetik. Melly yang saat itu saya anggap seleb BLOGDetik, dengan berani saya mention di twitter agar mau dengan mudah memberikan tanda tangannya. Soalnya saat itu saya hamil 2 bulan dan tidak bisa banyak bergerak.

Dan mau tahu apa reaksi Melly? Dengan senang hati dia mention saya untuk memberitahukan keberadaannya. Sehingga saya tidak perlu keliling mencari sosoknya plus tanda tangan. Momen berharga itu tidak lupa saya abadikan dengan kamera. Namun, sayang sekali saya tidak akan meng-upload dalam artikel ini. Why? Karena beliau sudah hijrah dengan menutup aurat. Sementara waktu berfoto tahun 2013 lalu, beliau masih dengan tampilan non hijab.

Ada pelajaran dari kisah hidup Melly yang pernah terlontar dari chatting kami di grup. Di antara semuanya, saya paling kagum dengan gigihnya bekerja demi menopang keluarganya. Lampung menjadi kampung tempatnya pulang. Hmm… kalau dengar kata Lampung, saya jadi ingat Pahawang. Objek wisata yang sedang ramai dibicarakan. Mupeng kalau lihat foto-foto Pahawang. Entah kapan bisa kesana.

Back to the BLOGDetik…

Akun saya di BLOGDetik sepertinya sudah penuh jamur. Lama tidak menengoknya. Sejak ada Salfa, anak pertama yang usianya hampir 2 tahun, waktu 24 jam seperti sangat kurang. Semoga setelah Salfa sudah berada di usia 3 atau 4 tahun, akun BLOGDetik saya pun kembali tertata rapi dengan artikel bermanfaat lagi.

Eits… kalau ngaBLOGburit 2016 ini ada, kemungkinan besar diusahakan untuk di-update. Hihi… ketahuan kalau lagi ngejar THR. Memangnya ada orang yang nggak mau THR? Tetapi jujur saja, saya tipe orang yang senang diberi tantangan. Sebisa mungkin dan sekuat kemampuan akan menjawab tantangan tersebut.

Nah, itu kisah saya dan BLOGDetik, platform yang selalu familiar dengan sosok bernama @karelanderson, sang comic yang benar-benar gokil to the max. Kalau kamu?

4 Responses to “Saya dan BLOGDetik”
  1. soepolenk says:
  2. rahmiaziza says:
  3. Santi Dewi says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *