Resort World Manila Trip (Part 3): Intramuros Fort Santiago

Kunjungan berikutnya dari program Resort World Manila Trip – It is more fun in the Philippines pada tanggal 22 Februari 2012 adalah Intramuros Fort Santiago  atau dengan nama lainnya Fuerza de Santiago (bahasa Sapnyol) yang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di wilayah sepanjang sungai Pasig, Filipina.

Bangunan Bersejarah Intramuros Fort Santiago

Intramuros Fort SantiagoTepat pada pukul 15:38 Waktu Filipina, saya dan rombongan tiba di lokasi Intramuros Fort Santiago.  Tempat ini adalah bangunan berupa benteng pertahanan atau pelindung yang berbentuk Bastion. Nama Santiago itu sendiri diberikan karena merupakan makna museum ini. Santiago diartikan sebagai pelindung dari perang dunia kedua yang dibangun oleh Spanyol. Memasuki area ini, terlebih dahulu harus melewati sebuah gerbang yang dijaga oleh 2 orang satpam.  Satpam berdiri tepat di samping pos yang merupakan tempat pembayaran karcis masuk.

Adapun daftar harga karcis masuk ke dalam Fort Santiago ini adalah sebagai berikut:

  • Pengunjung Anak-anak/Guru/Siswa : P50
  • Pengunjung Dewasa: P75
  • Pengunjung dengan kondisi Difabel dan Lansia: Gratis

Karcis masuk saya dan rombongan sudah diatur sedemikian rupa sehingga dapat masuk tanpa harus mengeluarkan sepeser peso-pun. Dan ini sesuai dengan hasil negosiasi yang sudah diatur oleh Mr. Jimmy (Pemandu Wisata untuk Tim Indonesia dan Thailand). Fort Santiago ini beroperasi mulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 waktu Filipina (satu jam lebih cepat dari waktu kota Jakarta).

Intramuros Fort SantiagoDi sebelah kiri dekat pintu gerbang terdapat warung makan dan juga galeri (pada saat itu galerinya tutup). Bangunan warung makan dan galeri terlihat unik yang terbuat dari batu dengan bentuk yang bercirikan bastion membuatnya semakin menarik.

Pesona Sejarah yang Tak Terlupakan

Tidak hanya itu, diwilayah ini juga memberikan fasilitas berupa tumpangan seperti pedati dengan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang seperti kereta dalam cerita dongeng Cinderella dan ada juga yang menyerupai kereta kencana yang terdapat di film-film Zorro. Model kereta yang sempat saya tumpangi adalah model kereta klasik. Cantik, sederhana namun elegan.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati pemnadangan sekitar Fort Santiago dengan kereta ini cukup murah, hanya P50/orang (sekitar Rp. 10.000 -12.500/orang).

Intramuros Fort SantiagoDi bagian tengah pada halaman depan fort Santiago ini terdapat tatanan taman yang cukup menarik. Terdapat pula patung-patung Santo atau pendeta yang menjadi sosok yang menyelamatkan kaum Kristen pada saat itu konon kabarnya. Air mancur yang terletak di tengah taman dan dihiasi dengan tanaman yang indah, membuat halaman depan Fort Santiago terlihat asri. Tempat ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin melepaskan penat di sore hari sambil menunggu malam tiba.

Di sekitar Fort Santiago ini juga terdapat gereja terbesar bagi pemeluk agama Kristen. Lokasinya tepat berada di depan fort Santiago. Di depan gerbang Fort Santiago ini tidak diperkenankan bus, mobil atau kendaraan lainnya parkir berlama-lama, sebab daerah tersebut di khususkan bagi kendaraan pedati sebagai salah satu fasilitas Fort Santiago tersebut.

Perjalanan kali ini benar-benar menyenangkan. Hati sejuk dan penuh wawasan sejarah dunia, khususnya tentang Filipina. Semoga kelak dapat berkunjung kembali bersama keluarga.

One Response to “Resort World Manila Trip (Part 3): Intramuros Fort Santiago”
  1. anchor says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *