Kala hujan menggoda
Gemericiknya terus melanda
Semakin lama semakin terasa
Tetap saja terus menggoda
Karena aku hanyalah pecinta
Pecinta hujan yang mati rasa
Oleh amukan asa
Semua pergi
Meski hujan masih setia menemani
Meski semua masih sepi
Hujan tetap disini
Bersamaku disini
Kala hujan menggoda
Selalu saja ada asa
Meski harus ikhlaskan rasa
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis
Posts related to "Poetry Hujan: Kala Hujan Menggoda"
Hujan… Gemericikmu semaikan luka Membasahi setiap rongga Hingga ku tak tahu ada asa Cepat sekali dentumanmu pergi Meski kutahu kusukaimu hujan Tak beralaskan rasa ...
Rintik tetap tak berhenti Akupun seolah tak mengerti Padahal ku selalu sadar diri Hujanku tak pernah berlari Walau hanya berlari-lari Tetap saja ku tak memahami ...
Puisi merupakan cara terbaik dalam melampiaskan isi hati ataupun sekelumit pikiran yang kalut. Tidak usah melampiaskannya dengan NARKOBA atau hal-hal yang efek sampingnya berbahaya. Meski ...
Sesak yang Berlanjut merupakan puisi yang lahir beberapa jam lalu. Rasa yang tumbuh ketika seseorang menghadang dengan murka. Mencoba mencari celah untuk membuatnya tersenyum namun ...
Silahkan berkomentar disini :
6 komentar untuk ““Poetry Hujan: Kala Hujan Menggoda””
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan…^^
[Balas Komentar]
Rahmah Reply:
July 28th, 2011 at 6:43 am
Makasih mbak Puteri…
Saya ikutkan 3 puisi… ^^v
[Balas Komentar]
Kala hujan menggoda
Selalu saja ada asa
Kala hujan mereda
cerah berseri cuaca
**alah….
[Balas Komentar]
Rahmah Reply:
August 4th, 2011 at 1:00 am
Thanks buat sambungan…
That’s great
[Balas Komentar]
Ungu, blognya bagus bgt
Apalagi puisinya
Salam persohiblogan ya dik, dari newbie
[Balas Komentar]
Rahmah Reply:
August 4th, 2011 at 1:01 am
Salam juga kakak Achoey…
Blog kakak juga bagus…
Maaf reviewnya masih proses…
[Balas Komentar]