Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu Ayahku

Pahlawan tanpa tanda jasa. Itulah sebutan yang juga layak tersandang di pundak seorang ayah, tidak hanya untuk guru semata. Betapa tidak, ayah adalah sosok yang tidak bisa untuk tidak ada dalam kehidupan kita. Ayah menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan terkadang lebih dari itu.

Ayah selalu berusaha membahagiakan seluruh isi rumahnya, meskipun itu hanya sebuah nasi bungkus hangat ketika pulang dari kerja. Membawa makanan pulang tanpa berfikir akan kecewa kalau orang-orang yang ada di rumahnya sudah makan. Bahkan terkadang makanan yang dibawanya harus habis tanpa harus dirinya ikut merasakannya juga.

Seringkali memang sosok ayah sangat disegani bahkan ditakuti, baik istri maupun anaknya. Namun, bukan berarti bahwa disegani harus dipuja melebihi pemujaan kita terhadap Tuhan. Segan dan takut pada sosok ayahpun tidaklah harus berlebihan sebab akan merenggangkan keharmonisan hubungan cinta dan kasih dalam keluarga.

Pahlawan tanpa tanda jasa pantas disematkan pada ayah. Sosok yang tak pernah letih untuk mencari nafkah untuk keluarga. Mencari sesuap nasi dan sekarung berlian harus dipikul ayah. Beban berat keluarga bertumpu pada pundak ayah. Sosok tegar meskipun sebenarnya akan rapuh disaat yang membuatnya memang benar-benar luluh.

Bagiku, ayah pantas disebut pahlawan. Pahlawan tak mesti bersenjata dan bertubuh kekar. Pahlawan adalah sosok yang mampu mengalahkan apa saja yang akan menghancurkan. Tanpa senjata, ayah juga pahlawan. Pahlawan bagi istri dan anak-anaknya. Dan juga untuk semua keluarganya.

Menjadi pahlawan ayah tidak pernah meminta balas jasa atau tanda jasa. Semua dilakukannya dengan niat membawa keluarganya pada kebahagiaan. Kerikil tajam dan ringan dilalui dengan kemahiran menahkodai sebuah rumah tangga. Rumah tangga yang lebih kompleks dari sekedar mengendalikan sebuah kapal raksasa. Sebuah komunitas pribadi yang nasibnya sangat ditentukan oleh sikap pahlawan dari sang ayah.

Pahlawan tak mesti dengan segala bentuk peralatan perang untuk mengantisipasi sebuah invasi serangan, namun sosok ayah sebagai pahlawan adalah sebuah figur yang harus menyiapkan mental dan logikanya untuk keluar dari sebuah permasalahan yang besar. Kepiawaian sosok ayah sebagai pahlawan dalam menghadapi berbagai jenis masalah dalam rumah tangga adalah keharusan dalam kamus kehidupan sosok ayah. Ayah harus tampil di depan sebagai penopang dan juga pemimpin.

Ayah adalah pahlawanku. Betapapun sulitnya menahkodai sebuah rumah tangga, tak pernah mengenal letih untuk terus berjuang. Bekerja dan terus bekerja hingga masa tutup usia. Mengerahkan segala tenaga dan membayarnya dengan kerja keras menjadikan sosok ayah pantas disebut sebagai pahlawan. Meskipun pahlawan dalam skala kecil. Sebab, semua yang besar akan bermula dari awal yang kecil.

2 Responses to “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu Ayahku”
  1. Mugniar says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *