Memasang Nama Belakang dengan Nama Suami itu Tidak Boleh

Memasang Nama Belakang dengan Nama Suami itu Tidak Boleh menjadi bahan tulisan saya kali ini karena ada yang menanyakan kenapa saya memakai nama Rahmah Usman (Usman adalah nama mendiang ayah saya), padahal suami saya bernama Rony Adi Santoso. Katanya kenapa tidak memakai nama Rahmah Santoso saja.

Memang sih, sekarang ini bertebaran nama-nama perempuan yang sudah menikah memasang nama suaminya agar lebih mudah diketahui. Hal itu juga sebagai pertanda kalau si perempuan adalah istri sah. Bahkan numpang mejeng nama populer suami dilakukan agar mendapat kedudukan tersendiri di mata masyarakat, apalagi kalau suami punya jabatan penting di pemerintahan atau di institusi tempat suami bekerja.

Sebenarnya ada alasan yang dijelaskan dalam agama Islam tentang hukum memakai nama suami di belakang nama seorang istri. Dan memang hal tersebut dilarang karena fungsi nama belakang seseorang itu adalah untuk menentukan nasab (urutan keturunan) seseorang. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berikut:

“Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Alloh, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Alloh tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”. (HR. Muslim dalam al-Hajj (3327) & Tirmidzi dalam al-Wala’ wal Habbah bab Ma ja’a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616))

“Barang siapa bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.” (HR. Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth Tho`if (3982))

Dan Allah Azza wa Jalla pun jelas menyebutkannya dalam QS. Al Ahzab ayat 5:

Memasang Nama Belakang dengan Nama Suami itu Tidak Boleh

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu*). Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Lantas, masihkah dipertanyakan? Sudah jelas bahwa budaya menambahkan nama suami dibelakang nama istri bukan budaya bagi yang mengaku beragama Islam. Hal ini juga akan kembali diperhadapkan ketika sebuah kondisi suami meninggal dunia dan kemudian si istri menikah dengan lelaki lain. Sementara namanya masih menggunakan nama suaminya terdahulu. Apakah kelak tidak menimbulkan kesulitan tersendiri?

Oleh karena itu, Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Sebab tak ada yang diatur dalam agama Islam kemudian akan memberikan keburukan bagi pengikutnya. Justru malah sebaliknya, kebaikan yang menguntungkan.

So, yang bertanya tentang nama saya, semoga memahami tulisan di atas 😀

*) maula-maula = hamba sahaya yang sudah merdeka atau sudah diangkat menjadi anak

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
22 Responses to “Memasang Nama Belakang dengan Nama Suami itu Tidak Boleh”
  1. Vera Astanti says:
    • Chemist Rahmah says:
  2. hana sugiharti says:
    • Chemist Rahmah says:
  3. pia says:
  4. RedCarra says:
    • Chemist Rahmah says:
  5. Vica says:
    • Chemist Rahmah says:
  6. maya siswadi says:
  7. Lidya says:
  8. Ety Abdoel says:
    • Chemist Rahmah says:
  9. Ety Abdoel says:
  10. Ika Koentjoro says:
  11. Elsa says:
  12. noviawahyudi says:
  13. cputriarty says:
  14. Rvirdaus says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *