Lika-Liku Bisnis Online

Lika-Liku Bisnis Online menjadi hal yang kami hadapi sebagai pelaku bisnis di dunia maya. Entah sudah berapa banyak pelangalaman yang lucu dan menggemaskan bahkan juga sering memancing amarah. Namun kami kembali berserah pada rencana-Nya.

Kesabaran menjadi modal dasar membangun bisnis online. Setiap calon pembeli maupun yang sudah menjadi pelanggan terkadang memberikan ujian untuk tetap sabar. Harapan kami lebih kepada terlayaninya kebutuhan pelanggan dan hasilnya adalah pada kepuasan atas produk yang kami jajakan tentunya. Di sini kami sedikit berbagi mengenai beberapa hal yang menjadi rintangan dalam menjalankan bisnis online. Kami berusaha menyikapinya dengan dewasa bahkan kami saling menguatkan satu sama lain.

Lika-Liku Bisnis Online

Sumber Gambar: terbaru-terbaik.blogspot.com

Setelah lebih kurang tujuh bulan berbisnis online, berikut beberapa hal yang membuat kami sering merasa bahwa calon pembeli tidak mau membaca, bahkan secara umum kami bisa mengatakan bahwa pembeli online kebanyakan memiliki budaya membaca yang rendah.

  • Lokasi. Sebuah bisnis online tentu saja akan melengkapi website jualan dengan mencantumkan alamat. Tetapi hampir setiap kali pelanggan baru datang menghubungi kami dengan mempertanyakan “lokasi”.
  • Apakah kami harus marah atau kesal? Kami dengan senang hati menjawab padahal ingin sekali kami mengatakan untuk apa kami menulis di about us? Belum lagi jika yang add pin BB, jelas-jelas salah satu bisnis online kami mencantumkan lokasi kami tetapi masih saja dipertanyakan.
  • Ongkos kirim. Sebagaimana yang sudah saya posting sebelumnya bahwa ongkos kirim terkadang membuat calon pembeli tidak jadi melakukan transaksi. Hal ini disebabkan karena calon pembeli mengira pemilik olshop (baca: kami) mempermainkan harga. Padahal sama sekali nominal rupiah yang disebutkan sudah mengacu pada draft ekspedisi yang bersangkutan. Jadi, sekali lagi ongkos kirim bukan hasil rekayasa kami.
  • Produk yang dijajakan. Entah benar-benar tidak tahu membaca atau bagaimana, ada juga yang menanyakan produk di luar yang kami jajakan. Misalnya di website kami sudah jelas-jelas menjajakan “baju anak” masih saja ada yang mengira kami menjual “baju dewasa”. Ada baiknya melihat produk yang dijajakan sebelum menanyakan karena sebenarnya jawaban pertanyaan itu sudah bisa diketahui sendiri. Kami mengambil positifnya, semoga hikmahnya adalah mendoakan kami menjual baju dewasa suatu saat nanti. Terima kasih.
  • Tidak Sabar. Banyak pelanggan yang tidak memahami bahwa sebenarnya kinerja ekspedisi bukan tanggung jawab pemilik online shop. Barang yang sudah diserahkan ke pihak ekspedisi sepenuhnya sudah menjadi urusan ekspedisi. Pemilik online shop hanya berkewajiban memberitahukan nomor resi pengiriman. Jika barang terlambat diterima, ada baiknya pelanggan yang aktif untuk menghubungi pihak ekspedisi dengan membawa bekal nomor resi yang diberikan. Tidak sedikit justru barang terlambat sampai dan akhirnya amarah dilemparkan ke pemilik online shop. Padahal terkadang barang sudah dikirim tetapi karena si penerima tidak di tempat, faktor cuaca dan alamat tidak lengkap sering menjadi masalahnya. Lagi-lagi kami sebagai seller hanya bisa mengurut dada agar tetap tenang.
  • Tidak percaya. Kalau hal satu ini wajar bagi siapapun yang belum terbiasa berbelanja online apalagi yang pernah kena tipu. Jika ingin membuktikan keberadaan alamat kami, silakan tracking alamat yang kami berikan berikut dengan nama kami. Insya Allah semua data akan memiliki data yang seragam. Kalau perlu, meminta keluarga atau kerabat yang kebetulan satu lokasi dengan kami untuk mendatangi alamat kami. Dan ternyata tidak sedikit yang benar-benar melakukan demikian, yaitu datang ke alamat kami untuk sekedar mengecek keberadaan kami. Insya Allah sampai kami meninggal dunia, semoga dijauhkan dari niat menipu.
  • PHP. Ya, tidak sedikit pembeli yang memberikan harapan palsu. Kok bisa? Bisa aja. Kronologisnya, calon pembeli sudah melakukan orderan sekian jumlah barang. Jumlah yang harus ditransfer juga sudah diberikan. Sudah diberikan juga bahwa batas booking adalah 1×24 jam. Sampai seminggu belum juga ada kabar. Setelah dihubungi sama sekali tidak ada jawaban. Hmmm… Pemberi Harapan Palsu 😀
  • Masih banyak lagi hal yang seringkali kami temui di lapangan. Bukan sekedar kata-kata tetapi memang benar nyata.

Pastinya, sangat berharap bahwa bisnis online yang kami kelola dapat berjalan dengan lancar. Meskipun berbagai rintangan kami memohon kekuatan dan kesabaran dar-Nya agar tetap bisa bangkit dan terus berkembang. Tak ada bisnis yang berjalan mulus. Semua ada pasang surut dan dalam kondisi itulah yang menuntut kematangan dalam berinovasi dan tentu saja tetap bersabar. Rezeki sudah diatur dan tak perlu khawatir tertukar. Insya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *