Kisahku Bersama Gula Aren

Saya ingin berbagi kisah bersama gula aren. Pemanis yang tak lengkap rasanya jika tak ada saat membuat makanan tertentu. Dan boleh jadi ada yang memiliki kisah yang sama dengan saya 😀

Saat UAS Mata Pelajaran Olah Raga

Sejak mulai mengenal benda, saya sering mendengar orang-orang di rumah menyebut gula aren dengan gula merah. Fungsi gula aren sangat berkesan ketika saya harus menyelesaikan Ujian Akhir Sekolah pada mata pelajaran Olah Raga. Saya sendiri bukan siswi yang pandai dalam bidang tersebut. bahkan seringkali “malas” ketika masuk jam pelajaran Olahraga. Karena saking malasnya, terbukti di Ujian Akhir Nasional harus mengalami kesulitan saat harus berlari jarak jauh. Jarak yang ditempuh pun sangat lumayan jauh (menurut saya). Sampai-sampai harus melewati jalan raya dan akhirnya masuk ke perkampungan, dimana start dan finish adalah lapangan sekolah.

Gula Aren

Sumber gambar di SINI

Belum sampai pertengahan, nafas sudah tidak sanggup teratur dengan baik dan badan lemas dan terpaksa tersungkur di jalan. Bukan pingsan, setengah pingsan tepatnya. Saat itu cuma ada dua orang teman yang membantu agar saya beristirahat sejenak. Saat itulah saya mengingat kalau di saku celana ada gula aren yang sengaja disiapkan nenek untuk cemilan selama berlari. Saya sangat tidak membayangkan jika saat itu tidak mendengar “kata nenek” untuk membawa potongan gula aren di saku celana olah raga. Nilai Ujian Akhir Sekolah saya di bidang olah raga sudah pasti kosong karena berhenti dan tidak meneruskan berlari sampai garis finish. Gula aren seperti “sengat listrik” yang membuat tubuh saya bisa bangkit kembali dari kelelahan.

Saat Bulan Muharram (Tahun Baru Islam)

Tradisi ini sudah ada jauh sebelum saya lahir (kata nenek). Saat memasuki bulan Muharram sebagai tahun baru Islam, maka di atas meja saat pagi tiba, akan terdapat potongan kecil kelapa muda dan gula aren sebagai menu sarapan. Saya pernah menanyakan hal tersebut kepada nenek.

Saya: “Nek ummi, kenapa harus makan kelapa dan gula aren ini?”

Nenek: “Ini sudah masuk tahun baru 1 Muharram.”

Saya: “Lalu, apa hubungannya?”

Nenek: “Gula aren ini manis. Diharapkan kehidupan kita selama satu tahun ke depan bahagia dan selalu sehat wal afiat”

Saya: “Nah, kalau kelapa ini manfaatnya apa?”

Nenek: “Kelapa itu punya santan. Kelak selama satu tahun ke depan bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat”

Saya: “Ooo… begitu.”

Teman Sehat Meski Hamil

Divonis memiliki janin di dalam rahim merupakan berita bahagia bagi sepasang suami isteri, terlebih lagi bagi seorang wanita. Untuk itu, beragam hal yang dilakukan dalam menyambut “janin” tersebut. Dan hal yang paling utama adalah menjaga asupan makanan agar kelak lahir bayi yang sehat secara jasmani dan rohani.

Begitupun dengan saya sendiri. Berita bahagia yang datang pada keluarga kami ini sudah saatnya diperlakukan khusus dan sebaik mungkin. Maklum saja, kami harus menanti 1 tahun 8 bulan untuk mendapatkan anugerah yang tak ternilai ini. Dan saya memulainya dari jenis makanan yang harus dikonsumsi untuk membantu pertumbuhan janin agar tumbuh sehat dan cerdas nantinya.

Saya paling senang dengan makanan manis. Mungkin karena saya dilahirkan dari tanah Bugis-Makassar yang hampir semua jenis kue dan jajanan pasar memakai gula merah sebagai pemanisnya. Mulai dari pisang epe, cucuru’ bayao, baje’, dan masih banyak lagi. Cita rasa manis sudah sangat kental di lidah. Sehingga kebiasaan tersebut tidak bisa hilang meskipun saat ini harus berdomisili di tanah Jawa bersama suami.

Nah, karena sekarang sedang mengandung, jenis makanan dengan rasa manis tersebut harus diolah sedemikian rupa agar tidak menimbulkan masalah pada janin. Salah satunya adalah pemilihan pemanis sehat agar tubuh tidak mengkonsumsi gula yang nantinya memberikan efek samping. Pilihan pemanis sehat yang pas adalah gula aren atau biasa disebut dengan istilah palm sugar.

palm sugar si pemanis sehat

Setiap pagi rutinitas sarapan (selama hamil) adalah dengan mengkonsumsi kacang-kacangan (baca: Kacang Ijo). Kacang Ijo memang paling enak kalau dibuat bubur. Gula aren saya gunakan untuk membuat Bubur Kacang Ijo. Salah satu sumber nutrisi bagi ibu hamil dalam proses mendapatkan  kalsium yang berfungsi dalam pembentukan tulang janin. Tentu saja mengkonsumsi bubur kacang ijo tak akan nikmat tanpa sentuhan gula, bukan? Nah, agar tetap bisa mengkonsumsi bubur kacang ijo yang sehat maka gula aren pas menjadi pemanis.

Kisahku bersama Gula Aren

Aroma Gula Aren yang Menggoda ^_^

Kisahku bersama Gula Aren

Bubur Kacang Ijo Buat Bumil ^_^

Asupan pemanis yang mengandung senyawa glukosa ini juga berfungsi sebagai sumber energi. Ibu hamil harus menjaga keseimbangan glukosa dalam darah agar pertumbuhan janin tetap sehat sampai lahir. Dan juga membantu metabolisme sel serta stamina terjaga selama hamil. Untuk itu makanan yang diolah dengan pemanis sebaiknya menggunakan pemanis sehat, yaitu gula aren.

Jadi, dengan gula aren saya tak lagi was-was mengkonsumsi makanan yang menggunakan gula. Pemanis sehat yang murah meriah, cita rasa manis yang pas serta nutrisi baik yang dikandungnya pun membuat hobi makan makanan manis tetap bisa dilakukan. Makan lancar, hamil pun terasa riang ^_^

Kisahku dengan Gula Aren

Gula Aren Arenga

Liquid Palm Sugar

Liquid Palm Sugar

Oya, kalau dulu ingin membeli gula aren hanya bisa di pasar-pasar tradisional dan dikemas menggunakan daun, kini gula aren, khususnya Gula Aren Arenga, sudah sangat mudah diperoleh di supermarket terdekat. Kemasannya pun sudah mengikuti perkembangan selera konsumen. Tinggal pilih dan pastinya khasiatnya tetap bisa dirasakan kapan saja akan dinikmati.

“Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuuuuk…”

Kisahku bersama Gula Aren

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11 Responses to “Kisahku Bersama Gula Aren”
  1. Tanti Amelia says:
  2. Lidya says:
    • Chemist Rahmah says:
  3. Evi says:
    • Chemist Rahmah says:
  4. Idah Ceris says:
  5. Ika Koentjoro says:
    • Chemist Rahmah says:
  6. lozz akbar says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *