Kebohongan itu Akhirnya Terkuak

Kena batunya. Mungkin inilah yang bisa kukatakan ketika menghadiri Seminar Hasil Penelitian Program Pascasarjana Jurusan Kimia FMIPA di salah satu Universitas terkemuka di Makassar.

Jika seseorang melakukan kejahatan, apalagi kejahatannya disengaja, tentu saja akan menghasilkan sesuatu yang buruk. Tidak hanya pada diri sendiri tapi juga akan mengarah pada diri sendiri.

Tadi siang tepatnya, seminar itu berjalan dan sangat indah di awal. Namun, lama kelamaan menjadi riuh karena ternyata terjadi banyak kesalahan. Kesalahan itu mengakibatkan penguji menjadi geram dan “panas”.

Ilmu seorang professor dan juga doktor dipertaruhkan untuk sebuah hasil penelitian. Setelah mengadakan tanya jawab yang panjang dan sangat mendetail, akhirnya diketahui bahwa apa yang dituliskan dalam laporan penelitian tersebut hanya berupa teori semata.

Spontan seluruh peserta kaget dan terheran-heran. Dan satu hal yang membuat saya kaget lagi karena salah satu peserta seminar dengan tegas tetapi sambil berbisik mengatakan, “Dia rasakan akibatnya. Kebohongan akhirnya terkuak juga. Kurang ajar”.

Saya jadi tertarik untuk mempertanyakan kembali maksud ucapan itu. Dan akhirnya peserta seminar tersebut mengatakan bahwa penelitian tidak sepenuhnya dilakukan oleh mahasiswa yang seminar itu. Sebagian data hanya dicaplok dari beberapa teori dan data-data hasil penelitian program S-1. Hanya sebagian kecil datanya valid, selebihnya adalah “abstrak”.

Namun, semua itu terbayar dengan kepiawaian seorang dosen penguji yang mampu menunjukkan kelemahan data tersebut.

Hmm… kebohongan sekecil apapun akan terkuak, apatah lagi ini menyangkut soal gelar dan identitas diri dalam dunia pendidikan. Berharap kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Mencari gelar dengan cara yang kurang ajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *