Kami Siap Hadapi MEA

Kami Siap Hadapi MEA – Rasanya baru kemarin menenggelamkan diri pada sebuah event untuk disiplin update blog, sekarang mendapat tantangan baru lagi. Dan semoga bisa komitmen serta konsisten sampai akhir, bahkan seterusnya selama masih diberikan kesempatan hidup sebagai blogger.

Kami Siap Hadapi MEA

Kali ini akan bicara seputar MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau AEC. Yap, semuanya sudah tahu kalau Indonesia adalah satu dari 10 Negara yang tergabung dalam MEA. Terbentuk tanggal 31 Desember 2015 lalu, MEA kemudian menyorot 5 (lima) sektor penting terkait potensi pasar yang berjumlah 625 juta penduduk, yaitu barang, jasa, modal, investasi dan tenaga kerja terlatih.

Saya secara pribadi sebenarnya memiliki harapan besar pada MEA ini, khususnya pada bisnis percetakan undangan pernikahan milik kami yang sudah berjalan sejak 2012 lalu. Hadirnya MEA yang memberikan peluang di beberapa sektor, sekiranya bisa semakin memajukan usaha kami tersebut. Hampir seluruh bagian Indonesia sudah menikmati dan mengagumi produknya.

Hanya saja, terdapat banyak kendala saat:

  • Tenaga kerja yang kurang terlatih sehingga kami harus terjun langsung dalam proses cetak dan juga
  • Biaya pengiriman keluar Indonesia yang masih sangat tinggi sehingga seringnya calon custome luar Indonesia, khususnya Malaysia dan Singapore, batal melakukan pemesanan.
  • Modal untuk menambah mesin cetak dan ruangan yang lebih besar agar bisa menangani lebih banyak orderan, masih berharap pada investor yang sampai kini masih kurang dilirik.

Padahal saya yakin produk dan desain yang kami buat pun selalu up to date. Bahkan menjadi referensi bagi vendor lain dalam membuat undangan pernikahan. Salah satu buktinya adalah banyaknya permintaan menjadi reseller dimana mereka pun berada di luar pulau.

Hadirnya MEA yang memberikan peluang seperti bebas bea masuk untuk Negara ASEAN, nantinya kami tidak hanya sibuk mengerjakan orderan dari orang-orang Indonesia, tetapi juga dari Negara tetangga. Tak hanya itu, kami pun bisa membangun cabang bisnis percetakan, dengan desain orisinil dan bentuk yang semakin penuh inovasi, di beberapa Negara tetangga.

Namun, tentu saja harapan tersebut tidak akan terwujud jika kami tidak meng-upgrade skill. Baik itu kemampuan dalam menguasai internet marketing (khususnya marketing content), membuat jenis-jenis undangan pernikahan out of the box dan hal lain yang berhubungan dengan undangan pernikahan. Apalagi jika kami mampu menggandeng pelaku UMKM yang bergerak di bidang yang sama, tentu akan semakin memajukan perekonomian Indonesia secara tidak langsung.

Kami siap hadapi MEA, kalau kamu?

2 Responses to “Kami Siap Hadapi MEA”
  1. Lidya says:
  2. Keke Naima says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *