For The Love of Mom: Betapa Ibu Sungguh Sosok Mulia

For The Love of Mom: Betapa Ibu Sungguh Sosok Mulia membawa saya untuk menuliskan resensi dari buku hebat ini. Tak berlebih-lebihan tetapi sungguh buku ini memaksa batinku untuk semakin merindukan sosok Ibu yang begitu mempesonakan anak-anaknya.

resensi buku, contoh resensi buku fiksi

Judul : For The Love of Mom
Penulis : Dydie Prameswarie, dkk
Penerbit : Imania
Sampul : Sof Cover
Cetakan Ke- : 1
Jumlah Halaman : xii +292 hal.
Tahun Terbit : 2011
ISBN 9786029764888
Harga : Rp. 38.000,-

 

Bersimbah air mata. Itulah yang kemudian terjadi ketika kumantapkan hati untuk membaca buku ini, For The Love of Mom (Kisah-Kisah Inspiratif). Lebay? Tentu tidak! Buku ini benar-benar membawaku pada sebuah masa dimana aku sangat membutuhkan sosok Ibu yang begitu inspiratif dan motivatif. Jujur saja, semua kisah inspiratif yang dialami oleh penulis dalam buku ini sungguh menghenyakkan batinku. Betapa sosok Ibu yang begitu dibanggakan, terkadang dikesampingkan bahkan menganggapnya hanya seorang wanita biasa saja yang memiliki kewajiban di rumah tangga, ternyata terlahir penuh dengan segala bentuk sifat dan kasih yang begitu anggun. Tak terkecuali Ibuku.

Memang, seluruh kisah yang ada di dalam buku ini adalah serentetan kisah nyata yang dialami penulis. Penulis dengan gaya bahasa yang begitu gamblang dan juga puitis menggambarkan sosok Ibu kebanggaan mereka masing-masing. Bahkan hampir semua penulis menyampaikan kisah yang begitu menggugah imajinasi untuk membayangkan sosok Ibu yang diceritakan tersebut seolah nyata di depan mata.

Ibu… Sosok wanita yang berani bertaruh dengan segala jenis badai hidup dalam mahligai rumah tangga. Berusaha dengan keras menjadi sosok yang mampu memberikan kedamaian lahir batin pada seluruh manusia yang ada dalam istananya. Bahkan dengan segenap tenaga dan doa tak pernah berhenti dipanjatkan untuk kebahagiaan seluruh anggota keluarganya, suami dan anak-anaknya.

Mama, demikian sapaan akrab para penulis dalam mencurahkan segala bentuk kisah tentang sosok Ibu, menjadikanku sejenak sesak akan rindu pada sosok Ibu yang memiliki karakter yang sama dengan apa yang diceritakan oleh para penulis.

Rasa kagum kemudian menjadikanku bertambah yakin bahwa doa Ibu memang cepat dikabulkan oleh Tuhan, seperti yang dikisahkan oleh Mbak Dyah Prameswari, Mamaku Mercusuarku (hal. 45). Doa sang Ibu yang kini menghantarkannya menjadi sosok penulis yang buku-bukunya menginspirasi, tidak hanya aku tetapi semua orang yang membacanya. Ditambah lagi dengan kisah Mbak Arundina, Doa Ibuku. Kisah sosok Ibu yang nampak tegar meski harus menjadi single Mom. Kesedihannya terobati dengan cahaya hati yang dititipkan belahan jiwanya, anak-anaknya, membuatnya terus bersemangat untuk terus bertahan dan menghadapi segala bentuk cobaan hidup keluarganya dengan doa. Yah… Doa Ibu memang ibarat surat lisan yang dialamatkan pada sang Khalik, tanpa adanya perantara yang mengantarkan surat lisan itu sebab Tuhan Maha Mendengar. Apalagi ketika seorang Ibu dengan penuh kasih yang tulus memanjatkan keinginan, yang tidak lain adalah untuk kebahagiaan anak-anaknya sendiri. Sangat salut pada sosok Ibu demikian.

Hmmm… buku ini sungguh luar biasa! Tak melebih-lebihkan tetapi sungguh sayang jika tak memberikan sebuah “benturan batin” yang kemudian menjadikan pola pikir berubah menjadi lebih baik. Apalagi untuk sosok wanita. Buku ini dapat dijadikan sebuah inspirasi sekaligus motivasi agar berusaha menjadi sosok wanita yang benar-benar mampu memberikan bekas kenangan yang begitu mengharu-biru. Tak perlu menjadi sosok Ibu yang glamour dan berpenampilan wow setiap hari. Sederhana namun tetap cantik sifat dan sikap sudah mampu membuat orang-orang terdekat menjadi kagum dan juga mengambil manfaat serta pelajaran yang tiada duanya.

For the Love of Mom sebuah bentuk cinta para penulis untuk mengutarakan bentuk terima kasihnya pada sosok Ibu yang sudah menjadikan mereka tak kuasa membalasnya dengan materi yang melimpah. Kemuliaan seorang Ibu bagi mereka sudah terpancarkan pada kisah-kisah inspiratif dalam buku ini. Bahasa yang ringan dan juga cerita yang mengusik kekaguman akan sosok Ibu menjadikan profesi Ibu benar-benar sosok yang sangat mulia.

Desain sampul buku yang begitu lembut menggambarkan betapa kelembutan seorang Ibu menyentuh dan tidak menyengat. Pemilihan font yang sangat sesuai menjadikan isi buku ini begitu menarik. Ditambah lagi di setiap awal kisah terdapat quote yang mampu menggugah semangat untuk membaca lagi dan lagi.

Ketika usai membaca buku ini, kuniatkan akan menjadi sosok Ibu yang penuh inspiratif untuk anak-anakku kelak, meski kemudian aku hanya mampu memberinya sebuah doa, yaa… doa tulus seorang Ibu, insya Allah. Aku, sosok yang tak dekat dengan Ibu menjadi terhujam badai air mata ketika membaca seluruh kisah penulis hebat di buku ini. Ada rasa rindu pada Ibu di kampung.

For the Love of Mom, Kutemukan Sisi Kemuliaan Seorang Ibu.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Lomba Resensi Buku Indscript Everything About Mom” yang diselenggarakan oleh Indscript Creative

12 Responses to “For The Love of Mom: Betapa Ibu Sungguh Sosok Mulia”
  1. isnuansa says:
  2. nufadilah says:
  3. ndaroini says:
  4. ke2nai says:
  5. Thoyib says:
  6. budi says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *