Endap Rasa

Ada banyak cerita yang kuendapkan dalam rasa

Ingin kubagi tetapi raga selalu berkata tak sama

Mencari waktu meski hanya beberapa saat saja

Tetap tak mampu memberi ruang untuk bercerita

Lagi dan lagi, cerita itu hanya terendapkan rasa

 

Kucoba bertanya pada cahaya lampu di langit-langit rumah

Mereka cuma beri terang tanpa menjawab tanya

Seketika resah menghampiri raga yang melemah

Aku masih di lingkaran yang sama, cerita terendapkan rasa

 

Atau besok saja kutanya mentari

Kuharap ada jawaban, meski hanya setitik, barangkali…

 

*Surabaya, dalam sunyi menggerayang hati

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4 Responses to “Endap Rasa”
  1. Lidya says:
  2. Ika Koentjoro says:
  3. gina says:
  4. Nova Novili says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *